• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Semarang (Trigger.id) – Aroma rempah mulai tercium dari halaman belakang Masjid Djami’ Pekojan (MDP), Semarang, ketika matahari belum condong ke barat. Di sana, sebuah periuk logam berukuran besar sudah dipanaskan. Sejumlah relawan masjid sibuk menyiapkan bahan, sementara Ahmad Pasrin berdiri di dekat tungku, mengaduk perlahan bubur yang mulai mengental.

Sudah 12 tahun Pasrin dipercaya menjadi juru masak bubur india, hidangan khas yang selalu disajikan untuk berbuka puasa di masjid bersejarah tersebut. Setiap hari selama Ramadan, bubur ini dimasak dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada jamaah dan warga sekitar menjelang waktu iftar.

Proses memasaknya dimulai sejak selepas salat zuhur. Beras, santan, bawang merah, bawang putih, kayu manis, serai, jahe, daun salam, daun pandan, serta garam dimasukkan ke dalam periuk besar. Campuran bahan itu kemudian dimasak perlahan sambil terus diaduk agar tidak menggumpal.

“Masaknya harus sabar. Kalau tidak sering diaduk, buburnya bisa gosong di bawah,” kata Pasrin sambil menggerakkan pengaduk kayu panjang yang hampir setinggi badannya.

Bagi Pasrin, memasak bubur india bukan sekadar pekerjaan dapur. Ia menyebut kegiatan itu sebagai bentuk ibadah dan pelayanan kepada jamaah yang menjalankan puasa.

Warisan Komunitas India di Semarang

Tradisi bubur india di Masjid Pekojan memiliki sejarah panjang. Masjid yang berdiri di kawasan Pekojan—wilayah yang dahulu menjadi permukiman pedagang dari India dan Gujarat—menyimpan jejak pertemuan budaya yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Menurut pengurus masjid, tradisi memasak bubur india untuk berbuka sudah berlangsung lebih dari satu abad. Hidangan ini diyakini berasal dari kebiasaan komunitas Muslim keturunan India yang dulu bermukim di kawasan tersebut.

Cita rasanya berbeda dengan bubur pada umumnya. Perpaduan santan dan berbagai rempah menghadirkan aroma khas yang hangat dan gurih. Teksturnya lembut, namun kaya rasa karena penggunaan kayu manis, serai, dan jahe yang cukup kuat.

Menjelang waktu berbuka, bubur yang sudah matang kemudian dituangkan ke dalam ratusan wadah kecil. Para relawan masjid bergerak cepat membagikannya kepada jamaah yang mulai berdatangan.

Menyatukan Jamaah di Waktu Berbuka

Setiap sore Ramadan, halaman Masjid Pekojan dipenuhi orang yang menunggu azan magrib. Tidak hanya jamaah tetap, warga sekitar hingga musafir juga ikut menikmati sajian bubur tersebut.

Bagi banyak orang, bubur india bukan sekadar makanan pembuka puasa. Ia telah menjadi simbol kebersamaan dan tradisi yang menghubungkan generasi masa kini dengan sejarah panjang kota Semarang.

Pasrin sendiri merasa bangga bisa menjadi bagian dari tradisi itu. Meski pekerjaannya melelahkan, ia mengaku selalu merasakan kebahagiaan setiap kali melihat jamaah menikmati bubur yang dimasaknya.

“Kalau orang-orang senang dan bisa berbuka bersama, capeknya langsung hilang,” ujarnya sambil tersenyum.

Di tengah modernisasi kota dan perubahan gaya hidup masyarakat, tradisi bubur india di Masjid Djami’ Pekojan tetap bertahan. Lebih dari sekadar kuliner Ramadan, hidangan ini menjadi pengingat bahwa sejarah, budaya, dan ibadah bisa bertemu dalam satu periuk yang sama—menghangatkan hati banyak orang setiap senja di bulan suci. (ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, Ramadhan, update Ditag dengan:Berbuka, Bubur India, Masjid Pekojan Semarang, Pekojan Semarang, satu abad, tradisi

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Persebaya Menggila, Libas Arema 4-0 Tanpa Ampun

28 April 2026 By admin

Sehat Digital, Saat Perusahaan Beralih ke Telekesehatan

28 April 2026 By admin

Ubaya Sapu Bersih Semifinal, Tim Putra-Putri Melaju Perkasa ke Final Campus League Surabaya 2026

28 April 2026 By admin

Tabrakan Beruntun di Bekasi Timur: KRL Tertemper Mobil, Argo Bromo Anggrek Ikut Terlibat

28 April 2026 By admin

Bensin Sawit Inovasi ITS Lebih Efisien dan Siap Diuji Nasional

27 April 2026 By zam

RSUD Dr. Soetomo melaksanakan tindakan Stereotactic Capsulotomy, yang merupakan prosedur psychosurgery pertama di Indonesia

Pertama di Indonesia, RSUD Dr. Soetomo Lakukan Tindakan Psychosurgery

27 April 2026 By zam

Hotel Bersejarah Kembali Jadi Lokasi Penembakan, Trump Dievakuasi dari Washington Hilton

27 April 2026 By admin

Kisah Pedagang Rujak Cirebon Menjemput Panggilan Haji

27 April 2026 By admin

Arsenal Rebut Puncak, Persaingan Gelar dan Empat Besar Liga Inggris Makin Memanas

27 April 2026 By admin

Alarm Keamanan di Balik Program Makan Bergizi Gratis

26 April 2026 By admin

Panduan Bijak Jamaah Haji di Masjid Nabawi

26 April 2026 By admin

Mendiktisaintek Tekankan Tiga Pilar Utama Hadapi Disrupsi Global

26 April 2026 By admin

Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Usai Tundukkan Newcastle 1-0

26 April 2026 By admin

Napoli Pesta Gol 4-0 atas Cremonese, Tekan Jarak dari Inter di Papan Atas

25 April 2026 By admin

Bandara Madinah Sediakan Layanan Gratis untuk Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas

25 April 2026 By admin

MUI Ajak Dai Bangun Mindset Kaya demi Kemandirian dan Dakwah

25 April 2026 By admin

Surabaya Ubah Arus Air, Target Bebas Banjir 2026

25 April 2026 By admin

Film Baru ‘The Lord of the Rings’ Siap Tayang 2027 dengan Deretan Bintang Lama dan Baru

24 April 2026 By admin

Inggris Menuju Generasi Tanpa Rokok

24 April 2026 By admin

Jazz, Bahasa Dunia Yang Menyatukan Manusia

24 April 2026 By admin

Jalur Semeru Dibuka Kembali, Maksimal 200 Pendaki Per Hari

24 April 2026 By wah

Indonesia dan Diplomasi Budaya: dari Warisan Menuju Pengaruh Dunia

24 April 2026 By wah

OSS Permudah Layanan, 36.800 JCH Embarkasi Surabaya Terbagi 97 Kloter

23 April 2026 By zam

Waspada Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, Ini Tips Jaga Kesehatan JCH

23 April 2026 By zam

Arab Saudi Ancam Denda Ratusan Juta bagi Fasilitator Haji Ilegal

23 April 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Negeri Perempuan Utara: Ketika Kecantikan Tak Menjamin Cinta di Latvia
  • VAR Batalkan Penalti Arsenal, Atletico Tahan Imbang di Semifinal Liga Champions
  • Kemenhaj Tegaskan Disiplin KBIHU Usai Kecelakaan Bus Jamaah di Madinah
  • AI dan Harapan Baru Mengurai Kemacetan Kota
  • Campus League Dorong Kebangkitan Ekosistem Basket Kampus

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.