
Jakarta (Trigger.id) – Krisis energi global yang terus bergejolak mulai menimbulkan kekhawatiran di berbagai sektor, termasuk penyelenggaraan ibadah haji. Salah satu yang menjadi sorotan adalah potensi kenaikan biaya penerbangan akibat fluktuasi harga avtur. Namun, di tengah kekhawatiran itu, pemerintah Indonesia berupaya memastikan bahwa jamaah tidak menjadi pihak yang terbebani.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi kemungkinan kenaikan biaya tersebut. Ia memastikan, jamaah yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tidak akan dikenai tambahan beban.
Menurutnya, baik pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi masih mampu mengendalikan dampak kenaikan harga avtur. Kepastian ini menjadi angin segar bagi calon jamaah yang sempat diliputi kecemasan akan membengkaknya biaya perjalanan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Abdulfattah bin Sulaiman Mashat di Madinah. Pertemuan itu membahas kesiapan penyelenggaraan haji 2026, termasuk mengantisipasi dampak dinamika global yang turut memengaruhi sektor energi dan logistik.
Namun, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada transportasi udara. Ketersediaan pangan bagi jamaah di Tanah Suci juga menjadi fokus penting. Dalam komunikasi dengan otoritas Arab Saudi, dipastikan bahwa pasokan bahan makanan selama musim haji dalam kondisi aman.
Bahkan, sebagai langkah antisipatif, pemerintah mendorong penyediaan cadangan pangan hingga tiga bulan ke depan, termasuk makanan siap saji untuk menghadapi kondisi darurat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keberlangsungan ibadah jamaah tetap terjaga.
Di sisi lain, arahan dari Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keselamatan jamaah adalah prioritas utama. Fokus tersebut mencakup keamanan penerbangan serta kesiapan logistik secara menyeluruh.
Di tengah ketidakpastian global, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas penyelenggaraan haji. Bagi jamaah, ibadah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang harus dijalani dengan rasa aman dan tenang—tanpa dibayangi kekhawatiran biaya yang tak terduga. (ori)



Tinggalkan Balasan