• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Saat Olahraga, Mana Lebih Berbahaya: Serangan Jantung atau Jantung Berhenti Mendadak?

19 Mei 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi serangan jantung saat olahraga. Foto: NDTV

Surabaya (Trigger.id) – Banyak orang masih menganggap serangan jantung dan jantung berhenti mendadak sebagai kondisi yang sama. Padahal, keduanya berbeda — baik dari penyebab, gejala, hingga cara penanganannya. Perbedaan ini menjadi penting dipahami, terutama karena kasus kolaps saat olahraga semakin sering terjadi dan kerap berujung fatal.

Menurut para ahli jantung, olahraga memang menyehatkan. Namun pada orang dengan faktor risiko tertentu, aktivitas fisik intensitas tinggi justru bisa memicu gangguan serius pada jantung.

Dua Kondisi Berbeda

Secara medis, serangan jantung (heart attack) terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat akibat penyempitan atau pecahnya plak pada pembuluh darah koroner. Akibatnya, otot jantung kekurangan oksigen dan mulai mengalami kerusakan.

Sementara itu, henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) terjadi ketika sistem kelistrikan jantung terganggu sehingga jantung tiba-tiba berhenti memompa darah. Kondisi ini biasanya dipicu gangguan irama jantung atau aritmia berat seperti fibrilasi ventrikel.

Pada serangan jantung, penderita umumnya masih sadar dan mengeluhkan nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, atau nyeri menjalar ke lengan dan rahang. Sedangkan pada henti jantung, korban biasanya langsung kolaps, tidak sadar, dan denyut nadi menghilang hanya dalam hitungan detik.

Dokter spesialis jantung Indonesia, Prof. Harry Suryapranata, pernah menegaskan bahwa serangan jantung sering sulit dikenali karena gejalanya mirip masuk angin atau sakit lambung. Banyak pasien justru terlambat datang ke rumah sakit karena salah mengira gejalanya ringan.

Mengapa Sering Terjadi Saat Olahraga?

Kasus kolaps mendadak saat olahraga biasanya lebih sering berkaitan dengan henti jantung mendadak dibanding serangan jantung biasa.

Saat seseorang berolahraga, denyut jantung meningkat drastis untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Pada orang yang memiliki kelainan irama jantung, penyakit jantung tersembunyi, atau penyempitan pembuluh darah koroner, peningkatan beban kerja jantung dapat memicu gangguan listrik fatal.

Pada usia muda dan atlet, penyebab tersering henti jantung saat olahraga adalah kelainan jantung bawaan yang sering tidak terdeteksi. Sementara pada usia di atas 35 tahun, pemicunya lebih banyak berasal dari penyakit jantung koroner akibat kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, obesitas, dan kebiasaan merokok.

Penelitian internasional menyebut sudden cardiac arrest menjadi salah satu penyebab kematian utama pada atlet di berbagai kelompok usia.

Di Indonesia sendiri, risiko penyakit kardiovaskular terus meningkat. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan faktor risiko seperti kurang aktivitas fisik, obesitas sentral, dan dislipidemia masih sangat tinggi di masyarakat perkotaan. Bahkan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 93 persen warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan mengalami kurang aktivitas fisik.

Ironisnya, banyak orang langsung melakukan olahraga berat tanpa pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Padahal, jantung yang tidak terbiasa bekerja keras bisa mengalami stres mendadak saat dipaksa beraktivitas intens.

Henti Jantung Bisa Terjadi Tanpa Gejala

Berbeda dengan serangan jantung yang sering didahului nyeri dada, henti jantung mendadak kerap datang tanpa peringatan jelas. Dalam banyak kasus, korban terlihat sehat beberapa menit sebelumnya sebelum tiba-tiba terjatuh.

Kondisi ini sangat berbahaya karena otak mulai mengalami kerusakan hanya dalam beberapa menit ketika pasokan darah berhenti. Tanpa tindakan cepat berupa CPR (cardiopulmonary resuscitation) dan penggunaan AED (automated external defibrillator), peluang selamat korban menurun drastis.

Jangan Takut Olahraga, Tapi Kenali Risikonya

Para ahli jantung menegaskan olahraga tetap penting untuk menjaga kesehatan kardiovaskular. Namun, aktivitas fisik sebaiknya dilakukan sesuai kondisi tubuh dan diawali pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, obesitas, kolesterol tinggi, atau keluarga dengan penyakit jantung.

Olahraga yang aman justru membantu menurunkan risiko serangan jantung dalam jangka panjang. Yang berbahaya adalah ketika tubuh dipaksa melakukan aktivitas berat tanpa mengetahui kondisi jantung sebenarnya.

Karena itu, memahami perbedaan serangan jantung dan henti jantung bukan sekadar pengetahuan medis, tetapi juga langkah penting untuk menyelamatkan nyawa — baik milik sendiri maupun orang lain di sekitar kita. (ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, Tips, update Ditag dengan:Ahli Jantung, Jantung Berhenti Mendadak, Saat Olahraga, Serangan Jantung

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

AS dan Iran Sepakat Redakan Ketegangan, Bahas Selat Hormuz dalam Pertemuan di Qatar

29 Juni 2026 By admin

Hakan Calhanoglu Tinggalkan Inter Milan pada Akhir Musim 2026/27

29 Juni 2026 By admin

Prabowo Ajak NU Dukung Upaya Menutup Kebocoran Kekayaan Negara

24 Juni 2026 By wah

Ronaldo Cetak Brace, Portugal Gilas Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026

24 Juni 2026 By zam

Film Indonesia Menembus Panggung Shanghai, Dari Cerita Lokal Menuju Apresiasi Global

24 Juni 2026 By admin

Argentina Pastikan Tiket ke 32 Besar Usai Tumbangkan Austria 2-0

23 Juni 2026 By admin

Layanan Haji Indonesia Kini Terpusat di Madinah

23 Juni 2026 By admin

Inter Milan Makin Serius Kejar Nico Paz untuk Proyek Baru Cristian Chivu

22 Juni 2026 By admin

Dari Gus Fring ke Syahadat: Kisah Giancarlo Esposito Menemukan Islam di Tanah Saudi

22 Juni 2026 By admin

Fatwa MUI Dominasi Mazhab Syafi’i Demi Kearifan Lokal dan Kehati-hatian Hukum

22 Juni 2026 By admin

Calhanoglu Minta Maaf Usai Turki Tersingkir Cepat dari Piala Dunia 2026

22 Juni 2026 By admin

Khofifah: Munas-Konbes NU 2026 Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

21 Juni 2026 By admin

Kemenhaj: Kepulangan Haji Momentum Awal Amalkan Nilai Kemabruran di Tengah Masyarakat

21 Juni 2026 By admin

Deniz Undav Jadi Pembeda, Jerman Bangkit Tekuk Pantai Gading 2-1

21 Juni 2026 By admin

Saat Stadion Bersih, Benarkah Rumah Warga Jepang Terlupakan?

21 Juni 2026 By admin

Inter Milan Ikat Cristian Chivu Hingga 2028 Usai Musim Gemilang

20 Juni 2026 By admin

Di Balik Impian ke Baitullah: Negara Harus Hadir Mengawal Hak Jemaah Umrah

19 Juni 2026 By admin

Kloter 65 Asal Kabupaten Mojokerto Tiba di Tanah Air, Disambut Menhaj dan Bupati

19 Juni 2026 By admin

Shalat: Membangun Koneksi Sejati dengan Allah SWT

19 Juni 2026 By admin

Yordania: Mimpi yang Akhirnya Menjadi Nyata

18 Juni 2026 By admin

Nata de Coco, Si Kenyal yang Tak Pernah Kehilangan Penggemar

18 Juni 2026 By admin

Ketika Begadang Berubah Menjadi Gaya Hidup

17 Juni 2026 By admin

Jejak Hening Malam 1 Sura di Bawah Langit Mangkunegaran

17 Juni 2026 By admin

Messi Sebut Rekor Gol Piala Dunia Hanya Bonus

17 Juni 2026 By admin

Kiswah Baru, Semangat Baru: Makna Pergantian Kain Penutup Ka’bah di Awal Tahun Hijriah

16 Juni 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Portugal Lolos Dramatis, Ronaldo Torehkan Sejarah di Piala Dunia
  • Real Madrid Bidik Bastoni untuk Perkuat Pertahanan
  • Disabilitas Tak Tampak: Yang Tak Terlihat, yang Terabaikan
  • Saat Camilan Menjadi Penjaga Kesehatan Mental
  • Sensus Ekonomi 2026, Penentu Arah Pembangunan Jawa Timur

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.