
Makkah (Trigger.id) – Di tengah padatnya arus jemaah menuju Masjidil Haram, perhatian terhadap kenyamanan jemaah lanjut usia menjadi salah satu fokus utama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Untuk mengurangi kepadatan dan mempermudah akses transportasi, PPIH kini menyiapkan jalur khusus lansia dan jemaah risiko tinggi (risti) di Terminal Ajyad, Makkah.
Langkah itu diterapkan melalui pengaturan khusus di pintu 3A terminal yang diperuntukkan bagi jemaah lansia, terutama mereka yang tinggal di kawasan Misfalah. Dengan jalur terpisah, jemaah lansia tidak perlu berdesakan dengan antrean umum yang biasanya dipenuhi ribuan orang usai menunaikan ibadah di Masjidil Haram.
Kepala Pos Terminal Ajyad, M. Rif’at Sitorus, menjelaskan bahwa pengaturan tersebut dibuat agar mobilitas jemaah lanjut usia lebih aman dan nyaman. Petugas di terminal akan langsung mengarahkan jemaah menuju jalur bus sesuai rute hotel pemondokan masing-masing.
Suasana di Terminal Ajyad pun tampak sibuk namun tetap terkendali. Petugas berjaga di berbagai titik lorong terminal untuk membantu mengatur alur jemaah sekaligus memastikan antrean tetap tertib. Sesekali terdengar arahan dari petugas transportasi agar proses naik bus berjalan lancar tanpa dorong-dorongan.
Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, sistem buka-tutup akses terminal juga mulai diterapkan, terutama pada jam-jam sibuk. Kebijakan itu dinilai penting mengingat kepadatan di sekitar Masjidil Haram semakin meningkat menjelang puncak ibadah haji.
PPIH menilai pengaturan tersebut bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan jemaah, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Selain pengaturan jalur khusus, jemaah juga diingatkan mengenai penghentian sementara operasional bus shalawat menjelang salat Jumat. Sesuai kebijakan otoritas keamanan Arab Saudi, seluruh aktivitas bus di Terminal Ajyad dihentikan mulai pukul 08.00 waktu setempat hingga salat Jumat selesai.
Karena itu, jemaah yang hendak menuju Masjidil Haram diimbau berangkat lebih awal agar tidak tertahan penutupan terminal dan kesulitan kembali ke hotel pemondokan.
Saat ini, sebanyak 109 armada bus shalawat telah beroperasi di Terminal Ajyad untuk melayani mobilitas jemaah. Jumlah tersebut akan terus ditambah secara bertahap hingga mencapai sekitar 140 armada seiring kedatangan jemaah gelombang kedua dari Jeddah menuju Makkah.
Di balik hiruk-pikuk jutaan jemaah di Tanah Suci, keberadaan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad menjadi gambaran kecil bagaimana pelayanan haji terus berupaya lebih manusiawi—memberikan rasa aman, nyaman, dan perhatian bagi mereka yang membutuhkan pendampingan lebih selama menjalankan ibadah suci. (ian)



Tinggalkan Balasan