
Tarakan, Kaltara (Trigger.id) – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau jamaah calon haji lanjut usia untuk lebih bijak dalam mengatur aktivitas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan memprioritaskan ibadah inti dibandingkan kegiatan tambahan yang berpotensi menguras tenaga.
Pesan tersebut disampaikan saat pelepasan jamaah calon haji asal Kalimantan Utara di Bandara Internasional Juwata, Tarakan. Menurutnya, sebagian besar rangkaian ibadah haji menuntut ketahanan fisik yang tinggi, sehingga jamaah lansia perlu menyesuaikan diri agar tetap mampu menjalankan rukun haji dengan baik.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 95 persen aktivitas haji bersifat fisik. Oleh karena itu, jamaah diimbau untuk tidak memaksakan diri mengikuti berbagai kegiatan di luar kewajiban utama, terutama jika berisiko mengganggu kesehatan.
Selain itu, Kementerian juga memberi perhatian khusus pada peran penyelenggara perjalanan ibadah, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Pemerintah mengingatkan agar pembimbing tidak menawarkan program tambahan seperti tur kota atau umrah berulang yang justru dapat membebani jamaah, khususnya yang berusia lanjut.
Peringatan ini disampaikan secara serius. Bahkan, pemerintah tidak segan mengambil langkah tegas terhadap penyelenggara yang melanggar, termasuk ancaman pencabutan izin operasional. Langkah tersebut diambil untuk memastikan jamaah tidak dijadikan objek komersial melalui paket kegiatan yang berlebihan.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap pelaksanaan ibadah haji dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan khusyuk, terutama bagi jamaah lansia yang membutuhkan perhatian ekstra dalam menjaga kondisi fisik selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut. (ian)



Tinggalkan Balasan