
Surabaya (Trigger.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi pemimpin yang adaptif, inovatif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan global. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI Tahun 2026 sekaligus menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III di Kantor BPSDM Jawa Timur, Surabaya. Kegiatan itu diikuti 52 peserta PKN II dan 127 peserta Latsar CPNS.
Khofifah menegaskan bahwa ASN saat ini tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus mampu menjadi strategic leader dan game changer di lingkungan birokrasi. Menurutnya, kepemimpinan adaptif tercermin dari kemampuan berpikir kreatif, menghadirkan inovasi, serta mampu merespons perubahan dengan cepat demi menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh peserta untuk terus belajar dan terbuka terhadap perubahan. Menurut Khofifah, kemampuan beradaptasi menjadi modal penting bagi ASN di tengah dinamika global seperti perang dagang, perubahan iklim, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga ancaman krisis pangan dunia. Karena itu, birokrasi dituntut lebih responsif dan tidak lagi bekerja dengan pola lama.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyoroti pentingnya penguatan tata kelola ketahanan pangan daerah melalui kepemimpinan yang kolaboratif dan solutif. Ia menyebut Jawa Timur berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,96 persen pada Triwulan I 2026, tertinggi di Pulau Jawa. Selain itu, Jawa Timur juga tetap menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras terbesar nasional.
Untuk menjaga ketahanan pangan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan berbagai langkah mitigasi seperti percepatan masa tanam, optimalisasi sumber air, rehabilitasi irigasi, hingga operasi modifikasi cuaca. Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi, iklim, dan tantangan global.
Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Muhammad Taufiq, menilai kemampuan belajar menjadi kunci utama agar birokrasi mampu mengikuti bahkan memimpin perubahan. Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kompetensi ASN hingga menjadikan BPSDM Jawa Timur sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. (ian)



Tinggalkan Balasan