
Surabaya (Trigger.id) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengapresiasi langkah RS Korpri Pura Raharja bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang menggelar program Cek Kesehatan Gratis bagi mitra Gojek di Surabaya, Rabu (20/5). Program tersebut dinilai menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program nasional pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat pekerja sektor informal.
Menurut Adhy Karyono, program Cek Kesehatan Gratis sangat penting karena manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendeteksi penyakit sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Program Cek Kesehatan Gratis ini sangat baik dan harus terus diperluas. Pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi langkah penting agar masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga penanganannya bisa lebih cepat. Saya mengapresiasi RS Korpri Pura Raharja dan Dinas Kesehatan Surabaya yang sudah aktif mendukung program nasional ini,” ujar Adhy Karyono.
Ia menilai upaya yang dilakukan RS Korpri Pura Raharja dapat menjadi contoh bagi fasilitas layanan kesehatan lainnya dalam menyukseskan program pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan deteksi dini kanker serviks yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan Indonesia.
“RS Korpri Pura Raharja sudah menunjukkan peran nyata dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Ini bisa menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis, terutama dalam meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker serviks,” katanya.
Pemilihan mitra pengemudi ojek online sebagai sasaran program juga dinilai tepat. Selain termasuk kelompok pekerja yang rentan mengabaikan kesehatan karena aktivitas tinggi, sebagian besar pengemudi online juga memiliki keterbatasan finansial untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri.
“Teman-teman driver online ini bekerja dari pagi sampai malam demi memenuhi kebutuhan keluarga. Banyak dari mereka yang jarang memeriksakan kesehatan karena faktor biaya maupun waktu. Karena itu, program seperti ini sangat membantu,” tambahnya.
Deteksi dini kanker serviks menjadi salah satu fokus dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus memperkuat upaya skrining melalui metode IVA dan HPV DNA di berbagai daerah.

Dinas Kesehatan Jawa Timur sebelumnya menyebutkan bahwa program skrining berbasis HPV DNA di Surabaya dan Sidoarjo menjadi langkah penting memperkuat pencegahan kanker serviks melalui promosi kesehatan, deteksi dini, vaksinasi, hingga tata laksana sesuai standar.
Sementara itu, data nasional menunjukkan sebanyak 4,8 juta perempuan Indonesia telah menjalani pemeriksaan deteksi dini kanker serviks melalui metode IVA pada 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30.457 orang dinyatakan IVA positif dan 730 orang dicurigai terkena kanker leher rahim.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat, sehingga berbagai penyakit berisiko tinggi dapat dicegah dan ditangani lebih awal. (ian)



Tinggalkan Balasan