
Bandung (Trigger.id) – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau menyebar ke atmosfer di wilayah lima provinsi. Daerah yang terdampak pantauan sebaran abu tersebut meliputi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan informasi tersebut diperoleh berdasarkan penggabungan data aktivitas erupsi dan vulkanik dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui MAGMA Indonesia, VAAC Darwin, serta hasil analisis citra satelit Himawari-9 oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut Lana, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak bersifat tetap karena sangat dipengaruhi kondisi angin di atmosfer. Perubahan arah maupun kecepatan angin pada ketinggian tertentu dapat membuat jalur penyebaran abu bergeser dan menjangkau wilayah yang berbeda.
Selain faktor angin, luas wilayah yang terkena sebaran abu juga dipengaruhi oleh karakteristik erupsi. Tinggi kolom erupsi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan sejauh mana material vulkanik dapat terbawa oleh aliran udara.
Durasi letusan serta banyaknya material vulkanik yang dilepaskan juga turut menentukan tingkat dan jangkauan penyebaran abu. Karena itu, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi atmosfer tetap perlu dipantau secara berkala untuk mengetahui perubahan pola sebaran abu vulkanik. (ian)



Tinggalkan Balasan