• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

NU: Antara Kharisma Ulama, Konstitusi, dan Kekuasaan

29 Agustus 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Isa Anshori*

Ada sesuatu yang lebih besar daripada sekadar perebutan posisi Rais Aam dan Ketua Umum dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang. Di balik hiruk-pikuk muktamar itu, NU sesungguhnya sedang menghadapi pertanyaan mendasar: seperti apa wajah NU ketika memasuki abad keduanya

Pertanyaan itu penting karena NU bukan organisasi biasa. Ia lahir dari tradisi pesantren, dibangun para ulama, dan selama hampir satu abad bertahan bukan hanya karena AD/ART, tetapi karena kultur takzim kepada kiai. Kharisma ulama, ketawaduan jamaah, sanad keilmuan, dan kepatuhan kepada keputusan para masyayikh menjadi modal sosial yang membuat NU memiliki daya tahan luar biasa.

Tetapi zaman berubah. NU kini adalah organisasi raksasa dengan struktur nasional, jaringan pendidikan, lembaga sosial, ekonomi, politik kebangsaan, hingga jejaring internasional. Karena itu, kultur organisasi tidak mungkin seluruhnya dikelola dengan cara yang sama seperti ketika NU masih bertumpu pada komunitas pesantren.

Konflik antara Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf pada 2025 menjadi cermin paling jelas dari persoalan itu. Polemik mengenai kewenangan, pemberhentian Ketua Umum, dan tafsir AD/ART memperlihatkan adanya ketegangan antara otoritas keulamaan dan mekanisme organisasi. Persoalan tersebut kemudian diselesaikan melalui islah di Lirboyo dan disepakati dibawa ke Muktamar.

Jangan buru-buru melihatnya sebagai pertengkaran antarkiai. Justru di situlah problem NU abad kedua terlihat: bagaimana kharisma bertemu konstitusi?

Rais Aam tentu tidak dapat diposisikan sekadar sebagai pejabat organisasi. Ia adalah simbol otoritas keulamaan dan penjaga moral jam’iyah. Tetapi Ketua Umum juga tidak dapat diperlakukan hanya sebagai pelaksana keputusan para kiai. Ia memimpin organisasi modern yang membutuhkan kepastian hukum, tata kelola, profesionalisme, dan akuntabilitas.

Karena itu, NU membutuhkan keseimbangan baru. Kharisma kiai tetap harus menjadi kompas, tetapi AD/ART harus menjadi pagar. Tradisi harus menjadi ruh, tetapi tata kelola harus menjadi instrumen. Jangan sampai penghormatan kepada ulama berubah menjadi pembenaran untuk mengabaikan mekanisme organisasi. Sebaliknya, jangan pula konstitusionalisme organisasi berubah menjadi alasan untuk menyingkirkan otoritas keulamaan.

Muktamar ke-35 di Tambakberas menjadi momentum yang sangat strategis. Forum ini bukan hanya memilih Rais Aam dan Ketua Umum periode 2026–2031, tetapi juga membicarakan masa depan mekanisme organisasi. Salah satu isu yang mengemuka adalah apakah Ketua Umum dipilih langsung oleh muktamirin atau melalui AHWA. Bahkan Rais Aam sendiri menyerahkan keputusan itu kepada forum Muktamar.

Inilah ujian sesungguhnya.

NU tidak boleh terjebak pada pertanyaan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang jauh lebih penting adalah apakah setelah Muktamar NU menjadi lebih dewasa dalam mengelola perbedaan.

Sebab persoalan NU bukan kekurangan kiai. Bukan pula kekurangan kader. Yang dibutuhkan adalah arsitektur organisasi yang mampu mempertemukan kewibawaan ulama dengan kepastian konstitusi.

Abad pertama NU dibangun dengan kekuatan kharisma dan tradisi. Abad kedua menuntut tambahan kekuatan: institusi yang kokoh.

NU tidak perlu memilih antara menjadi tradisional atau modern. NU harus menjadi modern tanpa kehilangan tradisi; profesional tanpa kehilangan ketawaduan; terbuka terhadap perubahan tanpa kehilangan khittah.

Karena itu Muktamar Tambakberas harus menjadi lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan. Ia harus menjadi titik balik.Sebab NU yang besar bukan NU yang tidak pernah berbeda pendapat. NU yang besar adalah NU yang mampu berbeda pendapat tanpa kehilangan adab, berbeda pilihan tanpa kehilangan persaudaraan, dan berbeda tafsir tanpa meruntuhkan rumah bersama. Itulah tantangan NU memasuki abad kedua.

***000***

*Pemred Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: update, wawasan Ditag dengan:Kekuasaan, Kharisma Ulama, Konstitusi, muktamar NU, NU, ormas

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Dorong Kemandirian Energi

25 Agustus 2026 By admin

Dari Sudan ke Cikoang: Ketika Cinta kepada Nabi Dihias di Atas Perahu

24 Agustus 2026 By admin

Menghidupkan Keteladanan Rasulullah di Tengah Perubahan Zaman

24 Agustus 2026 By admin

Kabupaten Malang Krisis Air Bersih, BNPB Salurkan 363.800 Liter

24 Agustus 2026 By admin

M-TEER Pertama di Bali, Pasien Kebocoran Katup Jantung Tanpa Operasi

24 Agustus 2026 By admin

Catat Tanggalnya, Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka

24 Agustus 2026 By admin

Cinta Panji Lewat Balutan Kekinian Topeng Malangan

23 Agustus 2026 By admin

Asap Karhutla Bahaya Bagi Tumbuh Kembang Anak

23 Agustus 2026 By admin

De Bruyne Jadi Pembeda, Napoli Tundukkan Genoa

23 Agustus 2026 By admin

Inovasi Mahasiswa UB, Kacang Tanah Jadi Produk Susu

22 Agustus 2026 By admin

Bandara Dhoho Kediri Lengkapi Infrastruktur Menuju Embarkasi Haji 2027

22 Agustus 2026 By admin

SR-025 Resmi Ditawarkan, Return 6,9% Jadi Pilihan Investasi Aman

21 Agustus 2026 By admin

Dana DP Haji 2027 Diblokir Saudi, Kemenhaj Tempuh Jalur Diplomatik

21 Agustus 2026 By admin

Purbaya Siapkan Rp 31 Triliun Buat PPPK Guru

21 Agustus 2026 By admin

Tavares Perketat Persiapan Persebaya

20 Agustus 2026 By admin

MagangHub 2026 Batch 2 Dibuka September

20 Agustus 2026 By admin

Guru PPPK Akan Beralih Pegawai Pusat

19 Agustus 2026 By admin

Calvin Verdonk, Pemain Indonesia Tampil di Liga Champions

18 Agustus 2026 By admin

Zidane, Islam, dan Timnas Prancis: Ketika Agama Tak Seharusnya Jadi Ukuran

18 Agustus 2026 By admin

Kereta Garuda Prabayaksa Antar Bendera Pusaka ke Istana Merdeka

17 Agustus 2026 By admin

Hobi Memasak Bisa Menjaga Kesehatan Mental

17 Agustus 2026 By admin

Melepas Tukik Lekang di Pantai Banyuwangi

16 Agustus 2026 By admin

500 Pendaki Kibarkan Merah Putih 81 Meter di Puncak Arjuno

16 Agustus 2026 By admin

Pasca Gempa M7,7 Flores, Warga Diimbau Jauhi Pantai

15 Agustus 2026 By admin

Parkir QRIS Surabaya Cukup Rp 810, Berlaku 15–16 Agustus

15 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • NU: Antara Kharisma Ulama, Konstitusi, dan Kekuasaan
  • BAZNAS Siapkan 15.000 Paket Konsumsi dan Beasiswa Santri di Muktamar
  • Festival Kampung Klasik : Merawat Tradisi Merajut Kebersamaan
  • Prabowo : NU Penjaga Stabilitas Bangsa
  • Pemkab Kediri Serahkan Lahan 5,9 Ha untuk Hotel Haji

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.