
Jakarta (Trigger.id) – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah mencatat puluhan ribu korban akibat dugaan keracunan makanan. Dalam rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Charles menyebut berdasarkan data per 2 September 2026 terdapat 50.059 korban dari ratusan kejadian yang tersebar di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota.
Charles menilai tingginya kasus tersebut menunjukkan persoalan keamanan pangan dalam program MBG perlu segera dibenahi. Ia juga mempertanyakan besarnya anggaran MBG yang mencapai sekitar Rp240 triliun. Menurutnya, angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya yang pernah disampaikan dalam komunikasi dengan pejabat BGN, yakni sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun.
Menurut Charles, pemerintah perlu memperjelas sasaran utama program agar anggaran yang sangat besar dapat digunakan secara efektif. Ia berpandangan program perbaikan gizi semestinya lebih diarahkan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan intervensi, seperti ibu hamil, anak yang mengalami stunting, serta masyarakat kurang mampu, bukan semata-mata mengejar cakupan penerima dalam jumlah besar.
Menanggapi persoalan keracunan tersebut, Kepala BGN Sudaryono mengatakan sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan telah diperiksa aparat penegak hukum. Ia menyebut sebagian kasus bahkan sudah masuk tahap penyidikan. Menurut Sudaryono, penentuan ada atau tidaknya unsur pidana sepenuhnya diserahkan kepada hasil penyelidikan dan penyidikan kepolisian.
Sudaryono juga menyampaikan permintaan maaf atas kasus keracunan MBG, termasuk insiden yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. Ia mengakui kejadian tersebut menjadi evaluasi serius bagi BGN dan menegaskan perbaikan tata kelola serta keamanan pangan harus dilakukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. (ian)



Tinggalkan Balasan