• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Menjaga Lisan dan Tulisan Cermin Akhlak Seorang Muslim

30 Oktober 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Ustadz Muhammad Sholeh Drehem, Lc.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat iman, Islam, dan kemampuan untuk berbicara serta menyampaikan pikiran melalui tulisan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang mengikuti petunjuk beliau hingga akhir zaman.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Lisan adalah salah satu nikmat Allah yang sangat besar. Melalui lisan, seseorang dapat menyampaikan kebenaran, menasihati dalam kebaikan, menghibur orang yang bersedih, serta mengajak sesama manusia menuju jalan Allah. Demikian pula tulisan. Dengan tulisan, ilmu dapat disebarluaskan, nasihat dapat menjangkau banyak orang, dan kebaikan dapat terus mengalir meskipun penulisnya telah tiada.

Namun, lisan dan tulisan juga dapat menjadi sumber keburukan apabila tidak dikendalikan. Keduanya bisa melukai hati, merusak kehormatan, memecah persaudaraan, menyebarkan kebencian, bahkan menimbulkan permusuhan yang berkepanjangan.Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa tajamnya lisan dan tulisan terkadang melebihi tajamnya pedang. Luka akibat pedang mungkin dapat sembuh seiring berjalannya waktu, tetapi luka akibat perkataan dan tulisan yang menyakitkan terkadang menetap lama di dalam hati seseorang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengingatkan kita bahwa kualitas keislaman seseorang tidak cukup diukur dari banyaknya ibadah yang tampak, tetapi juga dari sejauh mana orang lain merasa aman dari gangguan lisan dan perbuatannya.

Pada zaman sekarang, makna menjaga lisan juga perlu diperluas pada aktivitas menulis, berkomentar, membagikan berita, dan berinteraksi melalui media sosial. Sebab, apa yang dahulu hanya terdengar oleh beberapa orang kini dapat tersebar kepada ribuan bahkan jutaan manusia hanya dalam hitungan detik.

Karena itu, setiap Muslim hendaknya menyadari bahwa perkataan dan tulisan bukan perkara sepele. Semuanya berada dalam pengawasan Allah dan akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS. Qaf ayat 18:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap ucapan berada dalam catatan Allah. Pesan yang sama patut kita renungkan ketika jari-jari kita mengetik sebuah kalimat, menuliskan komentar, atau menyebarkan suatu informasi. Apa yang kita tulis mungkin dapat dihapus dari layar, tetapi akibatnya belum tentu terhapus dari hati orang yang terluka.

Bahaya Lisan dan Tulisan

1. Ghibah: Membicarakan Keburukan Orang Lain.

Ghibah sering kali bermula dari prasangka buruk. Seseorang mulai mencurigai orang lain, mencari-cari kesalahannya, kemudian merasa bahwa dirinya berhak menceritakan keburukan tersebut kepada orang lain.

Padahal, belum tentu kita mengetahui keseluruhan keadaan seseorang. Kita mungkin melihat kekurangannya, tetapi tidak mengetahui perjuangannya. Kita mengetahui kesalahannya, tetapi tidak mengetahui penyesalannya dan upayanya untuk memperbaiki diri.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan perumpamaan yang sangat keras tentang ghibah dalam QS. Al-Hujurat ayat 12, yaitu seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal dunia.

Perumpamaan ini seharusnya membuat kita merasa jijik terhadap perbuatan ghibah, sebagaimana kita merasa jijik terhadap gambaran tersebut.

Sebelum membicarakan keburukan seseorang, hendaknya kita bertanya kepada diri sendiri: apakah pembicaraan ini benar-benar diperlukan? Apakah ada manfaat yang nyata? Ataukah kita hanya sedang memuaskan keinginan untuk merendahkan orang lain?

Menjaga kehormatan saudara kita merupakan bagian dari menjaga kehormatan diri sendiri.

2. Fitnah dan Dusta: Merusak Kebenaran dan Kehormatan

Fitnah, tuduhan palsu, dan penyebaran berita yang tidak benar merupakan bahaya besar bagi kehidupan bermasyarakat. Satu kabar yang belum terverifikasi dapat menghancurkan nama baik seseorang, meretakkan hubungan keluarga, merusak persahabatan, bahkan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kaum beriman untuk melakukan tabayyun atau memeriksa kebenaran berita sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Hujurat ayat 6.

Perintah ini sangat relevan pada era media sosial. Jangan sampai kita menjadi penyebar kebohongan hanya karena tergesa-gesa menekan tombol bagikan. Jangan pula kita mudah mempercayai tuduhan hanya karena informasi tersebut sesuai dengan prasangka atau ketidaksukaan kita terhadap seseorang.

Perlu kita pahami bahwa tidak semua informasi yang viral adalah benar. Tidak semua tuduhan yang disampaikan dengan penuh keyakinan memiliki bukti. Dan tidak semua hal yang kita dengar layak untuk kita sebarkan.

Dalam urusan kehormatan manusia, kehati-hatian merupakan kewajiban moral yang tidak boleh diabaikan.

3. Perkataan dan Tulisan yang Sia-sia

Tidak semua yang dapat kita ucapkan harus kita ucapkan. Tidak semua yang dapat kita tulis harus kita publikasikan. Ada perkataan yang tidak mendatangkan manfaat, perdebatan yang tidak menghasilkan kebenaran, serta komentar yang hanya bertujuan mempermalukan atau menjatuhkan orang lain.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 114 bahwa tidak banyak kebaikan dalam pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan yang mengajak kepada sedekah, kebaikan, atau perdamaian di antara manusia.

Ayat ini mengajarkan bahwa pembicaraan yang baik semestinya memiliki arah dan manfaat yang jelas.

Karena itu, sebelum berbicara atau menulis, hendaknya kita mempertimbangkan apakah perkataan tersebut membawa manfaat, memperbaiki keadaan, atau justru memperkeruh suasana.

Jangan sampai waktu kita habis untuk berdebat tentang hal yang tidak penting, sementara kesempatan untuk berdzikir, menuntut ilmu, membantu sesama, dan memperbaiki diri justru terabaikan.

4. Fenomena Muflis: Bangkrut di Akhirat

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,Salah satu peringatan paling menggetarkan tentang bahaya lisan adalah hadis mengenai orang yang bangkrut atau muflis di akhirat.

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa orang yang bangkrut bukan sekadar orang yang tidak memiliki harta benda. Orang yang benar-benar bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi semasa hidupnya pernah mencaci orang lain, menuduh tanpa hak, memakan harta orang lain, menumpahkan darah, atau memukul orang lain.

Akibat kezaliman tersebut, pahala kebaikannya diberikan kepada orang-orang yang pernah dizaliminya. Apabila pahala itu telah habis sebelum seluruh tanggungannya selesai, dosa orang-orang yang dizaliminya dapat dibebankan kepadanya. Demikianlah gambaran kerugian yang sangat besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim.

Hadis ini mengajak kita melakukan introspeksi. Jangan sampai kita bersungguh-sungguh memperbanyak ibadah, tetapi pada saat yang sama meremehkan hak orang lain melalui ucapan dan tulisan.

Jangan sampai kita rajin membaca Al-Qur’an, tetapi juga rajin menyebarkan aib sesama. Jangan sampai kita bersemangat berdakwah, tetapi melukai kehormatan orang lain dengan hinaan, caci maki, dan tuduhan yang tidak berdasar.

Ibadah kepada Allah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga hak dan kehormatan sesama manusia.

—000—

  • Pembina Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahma Surabaya.
Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, update, wawasan Ditag dengan:Cermin, Lusan Dan Tulisan, Menjaga Lisan, muslim, Pribadi

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Diskominfo Tabalong Studi Banding ke PWI Jatim Pelajari Penguatan Pers

24 Oktober 2026 By admin

Akses Penanjakan Bromo Dibuka Usai Kebakaran

23 Oktober 2026 By admin

Pataka Resolusi Jihad, Kobarkan Semangat Juang Santri

23 Oktober 2026 By admin

ITS Ciptakan Futechi Farm, Kandang Ayam Pintar Terintegrasi IoT

22 Oktober 2026 By admin

Khofifah Minta Distribusi Biosolar dan Pertalite Dipercepat

21 Oktober 2026 By admin

Sambut Hari Santri 2026, Ziarahi Makam Pencipta Lambang NU

21 Oktober 2026 By admin

Heboh Kode QR UMKM Tersambung Bank Tiongkok, Begini Aturannya.

21 Oktober 2026 By admin

UNESA dan UM Raih Gelar Juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya

20 Oktober 2026 By admin

Trump Soroti Imigrasi Prancis, Klaim Paris Terancam Menjadi Kota Muslim

20 Oktober 2026 By admin

Kewajiban Sertifikasi Halal Produk Mundur Tahun 2028

20 Oktober 2026 By admin

Benahi Rumah Potong Unggas, Perkuat Jaminan Halal dan Higienis

20 Oktober 2026 By admin

UM dan UNESA Berebut Takhta Futsal Campus League 2026

19 Oktober 2026 By admin

Garden Fest Menikmati Persawahan Sore Hari

19 Oktober 2026 By admin

350 Atlet Selam Adu Cepat di SRC

19 Oktober 2026 By admin

Pasokan BBM Malang Raya Ditambah 120 %, Warga Jangan Panic Buying

18 Oktober 2026 By admin

Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari Pasca Harga Pertamax Naik

17 Oktober 2026 By admin

PM2.5 Picu Kualitas Udara Surabaya Memburuk, Warga Diimbau Waspada

16 Oktober 2026 By admin

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, IHSG Anjlok hingga 8 Persen

16 Oktober 2026 By admin

Prof Masdar Hilmy Resmi Pimpin UINSA

15 Oktober 2026 By admin

Benahi Permukiman Ala Singapura Menuju Kota Surabaya 2045

15 Oktober 2026 By admin

Cegah Campak Sejak Dini Perlu Edukasi dan Imunisasi MR

14 Oktober 2026 By admin

Barcelona Puncaki Klasemen Liga Champions 2026/2027, Arsenal Tempel Ketat

14 Oktober 2026 By admin

Surabaya Siapkan Website Porprov, Atlet Bisa Cek Hotel hingga Kuliner

13 Oktober 2026 By admin

Gandrung Sewu Spektakuler, Libatkan 1.300 Penari Malam Hari

13 Oktober 2026 By admin

Penerbangan Soetta ke Jeddah dan Madinah Masih Normal

12 Oktober 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Menjaga Lisan dan Tulisan Cermin Akhlak Seorang Muslim
  • Kemenekraf Dorong Media Digital Naik Kelas
  • Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti
  • Investor Pasar Modal Jatim Naik 69,93 %, OJK Tekankan Literasi dan Perlindungan
  • MUI : Pelaku “Imam Mahdi” Bangkalan Sesat.

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.