
Malang (Trigger.id)– Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, Jawa Timur, akan dikembangkan dengan menata area sisi utara guna memperluas daya tarik wisata sekaligus mendorong pemerataan kunjungan wisatawan di kawasan bersejarah ini.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan penataan dilakukan agar kawasan utara tidak kalah ramai dibandingkan sisi selatan yang selama ini lebih banyak dikunjungi wisatawan.
Perencanaan pengembangan melibatkan kelompok sadar wisata (pokdarwis), lurah, serta pengurus RT Kelurahan Oro-Oro Dowo agar konsep penataan sesuai dengan aspirasi masyarakat setempat.
Salah satu potensi yang akan diangkat di kawasan utara adalah _stadsklok_ atau tugu jam yang memiliki nilai sejarah sebagai titik tengah Kota Malang. “Di sekitar bangunan tersebut akan dipasang kode batang (QR code) berisi informasi sejarah agar dapat diakses wisatawan,” jelas Arif, Kamis (29/10).
Arif menjelaskan, keberadaan tugu jam perlu dipertahankan karena memiliki nilai historis sebagai penanda titik tengah kota. Seluruh rencana pengembangan ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.
Hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Kota Malang mencapai 2,6 juta orang. Dari jumlah ini, wisatawan asing masih berkisar 10 persen.
Pemkot Malang menargetkan kunjungan wisatawan sepanjang 2026 mencapai 3,2 juta orang. Pengembangan Kayutangan Heritage diharapkan turut meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk dari mancanegara, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar. (wah)



Tinggalkan Balasan