• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Makna di Balik Donor Air Susu Ibu (ASI)

20 Juni 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Makna di Balik Donor ASI. Foto: iStock
Oleh: Ari Baskoro*

Tampilan fisik dan sifat kepribadian seorang anak, merupakan cermin kedua orang tuanya. Adanya peribahasa “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”, menguatkan makna tersirat itu. Pepatah Jawa “kacang ora ninggal lanjaran”,mempunyai hikmah yang serupa. Artinya ditinjau dari berbagai sudut pandang, gambaran umum seorang anak, merupakan hasil “kolaborasi” genetik kedua orang tuanya. Misalnya seorang anak perempuan yang berkulit sawo matang,dilahirkan dari ibunya yang berkulit kuning langsat. Ternyata warna kulitnya tersebut, merupakan gen dominan dari ayahnya. Tetapi sebagian orang melihat wajah anak itu,ibarat “pinang dibelah dua” dengan ibunya.Tampilan fisik yang tampak terlihat pada anak (fenotipe), merupakan perpaduan dari masing-masing genotipe kedua orang tuanya. Pewarisan gen seseorang pada keturunannya, tidak melulu pada sesuatu hal yang tampak terlihat secara kasat mata saja. Contohnya berbagai faktor risiko penyakit pada seseorang, telah diketahui pula berkaitan erat dengan pewarisan gen yang berasal dari kedua orang tuanya. Selain faktor genetik,  fenotipe seseorang sangat dipengaruhi oleh interaksinya terhadap lingkungan kehidupannya.

Pasangan gen seorang anak, diwarisi masing-masing dari kedua orang tuanya. Tiap pasangan gen, menunjukkan bentuk alternatif sesamanya yang disebut alel. Misalnya tinggi dengan pendek, botak dengan berambut, bulat dengan kisut, dan sebagainya. Jika alelnya sama, disebut homozigot. Bila berbeda dinamakan heterozigot. Pada contoh kasus anak tadi, gen heterozigotnya menunjukkan alel “dominan” untuk warna kulitnya yang berasal dari ayahnya. Alel resesifnya (tersembunyi), berupa warna kulit kuning langsat dari ibunya yang tidak tampak.

Agama Islam melarang pernikahan sedarah.Artinya masing-masing(calon) pasangan memiliki banyak kekerabatan secara biologi, atau mempunyai banyak kesamaan genom. Dampaknya memperbesar peluang terbentuknya alel homozigotresesif yang merugikan, sehingga ekspresinya semakin meningkat. Probabilitasnya sebesar 25 persen. Keturunannya berisiko mengalami kelainan resesi fautosomal. Manifestasinya bisa dalam bentuk abortus spontan, kelahiran prematur, cacat fisik, dan penyakit bawaan yang diturunkan secara genetik (misalnya ketulian, kebutaan, bayi diabetes, penyakit jiwa, penyakit jantung bawaan, dan masih banyak lagi penyakit lainnya).

Pernikahan juga dilarang, bila di antara kedua calon pasangan mempunyai hubungan sesusuan dan semenda. Pokok masalah itu menjadi perhatian, setelah digulirkannya Rencana Undang-Undang (RUU) tentang donor Air Susu Ibu (ASI). Pada pasal 4 ayat 1 disebutkan,  bahwa setiap ibu berkesempatan menjadi pendonor ASI bagi anak yang tidak memungkinkan mendapatkan ASI dari ibu kandungnya. Itu bisa terjadi karena kondisi tertentu. Upaya tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan ASI eksklusif yang berkaitan erat dengan tumbuh kembang seorang anak. Meski demikian, harus tetap mempertimbangkan aspek keagamaan, khususnya keterkaitannya dengan haramnya suatu pernikahan. Karena itu regulasi tentang pencatatan antara pendonor ASI dan penerimanya mesti dilakukan dengan cermat, sesuai ketentuan perundang-undangan bidang kesehatan. Apakah dengan demikian hubungan pernikahan sesusuan, mempunyai risiko yang sama dengan pernikahan sedarah ?

ASI

Tidak diragukan lagi, ASI merupakan nutrisi terbaik yang tidak tergantikan untuk seorang bayi. Komponen makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutriennya (vitamin, mineral), paling sesuai untuk proses tumbuh kembang seorang anak. Banyak komponen biologi aktif lainnya dalam ASI yang tidak mungkin bisa digantikan oleh susu formula. Khususnya yang berperan dalam memodulasi sistem imunitas. Komponen-komponen tersebut antara lain adalah sel darah putih (lekosit), sel epitel, sel punca, dan mikroorganisme tertentu. Nantinya mikroorganisme itu berfungsi penting bagi komposisi mikrobiota usus yang sering dikenal dengan istilah probiotik atau bakteri “baik”.

ASI mengandung laktoferin, antibodi dari kelas Imunoglobulin A (IgA), dan lisozim.Pada dasarnya semua unsur tersebut,berperan penting sebagai faktor perlindungan terhadap paparan mikroba patogen yang dapat menyebabkan infeksi. Tetapi sebaliknya ASI juga berpotensi menularkan penyakit. Misalnya HIV, Sipilis, Hepatitis Virus B, dan  Hepatitis Virus C. ASI yang berasal dari seseorang perokok, pengguna alkohol, dan obat-obat terlarang, sebaiknya ditolak. Dengan mendonorkan ASI-nya, risiko mengalami kanker payudara dapat berkurang secara signifikan pada perempuan tersebut.

Dari berbagai riset, ternyata ASI juga mengandung materi genetik (micro-RNA/RiboNucleicAcid). Hingga kini dapat diidentifikasi sedikitnya seribu gen micro-RNA pada genom manusia. Fungsinya masing-masing sangat bervariasi. Beberapa diantaranya diduga kuat memiliki peran penting pada regulasi epigenetik nasab (pertalian kekeluargaan berdasarkan hubungan darah) dan fungsi sel punca.

Micro-RNA yang terkandung dalam ASI, dapat melewati mekanisme degradasi lingkungan asam pada lambung bayi. Setelah melewati beberapa tahap penyerapan di dalam usus, molekul-molekul tersebut melalui aliran darah mencapai berbagai jaringan dan organ. Di berbagai sel-sel jaringan itulah, akhirnya micro-RNA memainkan peran  penting dalam berbagai macam efek biologinya. Saat ini banyak peneliti yang telah dapat memetakan, bahwa materi genetik tersebut dapat memengaruhi regulasi ekspresi suatu gen. Bisa meningkatkan,tapi sebaliknya juga dapat menekan ekspresinya. Hingga kini ilmu pengetahuan belum dapat mengungkap secara keseluruhan, bagaimana fenomena biologi tersebut bisa terjadi.

Salah satu fungsi positif micro-RNA yang telah dapat diidentifikasi, adalah sifat regulasinya pada percepatan pematangan sistem imunitas bayi. Sebaliknya peranan negatif molekul-molekul mikro itu, dapat memengaruhi perkembangan suatu penyakit yang berlatar belakang penyakit genetik bawaan. Contohnya adalah Talasemia Beta , suatu penyakit yang terkait dengan unsur genetik resesif. Beberapa micro-RNA juga berperan dalam risiko berkembangnya suatu penyakit kanker. Misalnya pada kanker kelenjar getah bening dan jenis leukemia tertentu. Ada pula peranan negatif micro-RNA, khususnya dalam perkembangan penyakit diabetes dan jantung.

Walaupun belum dapat terungkap secara ilmiah keseluruhannya, dari sudut pandang inilah ada kekhawatiran efek merugikan, bila terjadi pernikahan antar individu sesusuan. Pernikahan demikian mempunyai potensi risiko seperti halnya pernikahan sedarah, meski dalam derajat yang lebih rendah.

Hikmah pernikahan sesusuan

Larangan pernikahan individu sesusuan, telah ditetapkan Allah dalam ayat-ayatnya pada kitab suci Al-Qur’an. Sangat mungkin itu ada hubungannya dengan risiko medis, bila menjalaninya. Pasti juga memiliki makna hakiki terdalam yang mungkin dengan pengetahuan manusia terkini, belum mampu mengungkapnya secara gamblang. Kaum muslimin harusnya tetap mengimaninya dan melaksanakan perintah Allah tersebut dengan penuh ketakwaan.

—–00—–

*Penulis :
Staf pengajar senior di:
Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya

Anggota Advisory Board Dengue Vaccine

Penulis buku:
* Serial Kajian COVID-19 (sebanyak tiga seri)
* Serba-serbi Obrolan Medis

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update, wawasan Ditag dengan:Air Susu Ibu (ASI), Ari Baskoro, Donor Air Susu Ibu (ASI), Makna, Makna di Balik Donor ASI

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Catat Tanggalnya, Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka

24 Agustus 2026 By admin

Cinta Panji Lewat Balutan Kekinian Topeng Malangan

23 Agustus 2026 By admin

Asap Karhutla Bahaya Bagi Tumbuh Kembang Anak

23 Agustus 2026 By admin

De Bruyne Jadi Pembeda, Napoli Tundukkan Genoa

23 Agustus 2026 By admin

Inovasi Mahasiswa UB, Kacang Tanah Jadi Produk Susu

22 Agustus 2026 By admin

Bandara Dhoho Kediri Lengkapi Infrastruktur Menuju Embarkasi Haji 2027

22 Agustus 2026 By admin

SR-025 Resmi Ditawarkan, Return 6,9% Jadi Pilihan Investasi Aman

21 Agustus 2026 By admin

Dana DP Haji 2027 Diblokir Saudi, Kemenhaj Tempuh Jalur Diplomatik

21 Agustus 2026 By admin

Purbaya Siapkan Rp 31 Triliun Buat PPPK Guru

21 Agustus 2026 By admin

Tavares Perketat Persiapan Persebaya

20 Agustus 2026 By admin

MagangHub 2026 Batch 2 Dibuka September

20 Agustus 2026 By admin

Guru PPPK Akan Beralih Pegawai Pusat

19 Agustus 2026 By admin

Calvin Verdonk, Pemain Indonesia Tampil di Liga Champions

18 Agustus 2026 By admin

Zidane, Islam, dan Timnas Prancis: Ketika Agama Tak Seharusnya Jadi Ukuran

18 Agustus 2026 By admin

Kereta Garuda Prabayaksa Antar Bendera Pusaka ke Istana Merdeka

17 Agustus 2026 By admin

Hobi Memasak Bisa Menjaga Kesehatan Mental

17 Agustus 2026 By admin

Melepas Tukik Lekang di Pantai Banyuwangi

16 Agustus 2026 By admin

500 Pendaki Kibarkan Merah Putih 81 Meter di Puncak Arjuno

16 Agustus 2026 By admin

Pasca Gempa M7,7 Flores, Warga Diimbau Jauhi Pantai

15 Agustus 2026 By admin

Parkir QRIS Surabaya Cukup Rp 810, Berlaku 15–16 Agustus

15 Agustus 2026 By admin

Prabowo : Gaji Hakim Junior Sudah Naik 280 Persen, Tertinggi ASEAN

14 Agustus 2026 By admin

Pramuka Jatim Didorong Jadi Penggerak Swasembada Pangan

14 Agustus 2026 By admin

Maskapai Indonesia Mulai Gunakan AI Layani Penumpang

14 Agustus 2026 By admin

Api Mendekat, Seruni Point Bromo Ditutup Sementara

13 Agustus 2026 By admin

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

13 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Presiden dan Wapres Hadiri Pembukaan Muktamar NU
  • ITS Didorong Perkuat Inovasi Teknologi Kedaulatan Pangan
  • Jonatan Christie, Tunggal Putra Nomor Satu Dunia
  • DPT Muktamar NU Tuntas, 557 Pemilik Suara Dipastikan Sah
  • Muktamar NU Perkuat Tata Kelola Digital dengan Kartu Cip dan 100 CCTV

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.