
Gaza City, Jalur Gaza (Trigger.id) — Warga Palestina di Gaza City menjalani bulan suci Ramadan di tengah kondisi kemanusiaan yang sangat menantang, namun berbagai inisiatifif bantuan makanan untuk berbuka puasa (takjil dan iftar) terus dilakukan oleh komunitas lokal dan organisasi internasional.
Situasi di Gaza Strip menunjukkan ketegangan harian bagi para Muslim yang berpuasa. Harga bahan pokok melonjak tinggi dan kebutuhan dasar semakin sulit terpenuhi, membuat proses berburu makanan untuk berbuka menjadi perjuangan tersendiri. Warga terpaksa bekerja keras demi menyajikan roti atau makanan sederhana untuk keluarga masing-masing.
Di tengah keterbatasan itu, toko roti kecil di kawasan penampungan Yarmouk menjadi sumber kebahagiaan baru bagi pengungsi. Bagi banyak keluarga, fasilitas ini tak hanya memberikan roti untuk berbuka puasa tapi juga memberikan harapan di tengah kesulitan hidup.

Sementara itu, berbagai badan kemanusiaan memperluas dukungan mereka. Badan amal dari luar negeri, seperti organisasi dari Pakistan, memperkuat distribusi makanan buka puasa (iftar) harian kepada ribuan warga di Gaza. Bantuan ini mencakup ribuan paket makanan dan minuman untuk membantu warga memenuhi kebutuhan saat berbuka puasa di tengah situasi yang penuh tekanan.
Momen berbuka puasa juga terlihat dalam foto-foto yang menunjukkan warga berkumpul di antara reruntuhan bangunan, berkongsi makanan iftar dengan sesama di tengah Ramadan. Hal ini mencerminkan semangat komunitas yang tetap teguh menjalankan tradisi meski berada dalam kondisi yang sangat sulit.
Intinya, pencarian takjil dan iftar di Gaza bukan sekadar kegiatan kuliner Ramadan biasa, melainkan juga bagian dari perjuangan warga untuk mempertahankan tradisi keagamaan dan rasa kebersamaan di tengah tantangan berat akibat konflik dan krisis ekonomi. (ian)



Tinggalkan Balasan