
Makkah (Trigger.id) — Pemerintah Indonesia memastikan pengelolaan dam atau hadyu jemaah haji tahun 2026 berlangsung lebih tertata dan transparan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Melalui sistem pendataan yang terintegrasi, jumlah pembayaran dam jemaah kini dapat dipantau secara rinci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan hingga Jumat pagi waktu Arab Saudi, total dam yang telah tercatat mencapai 126.832 hadyu.
Dari jumlah tersebut, sekitar 90 ribu lebih dam akan dipotong langsung di Tanah Suci melalui program Adahi. Sementara puluhan ribu lainnya dipilih untuk dipotong di Indonesia, sebagian jemaah menjalankan puasa sebagai pengganti dam, dan sejumlah lainnya melaksanakan haji ifrad.
Menurut Dahnil, pencatatan dam tahun ini menjadi salah satu yang paling rapi dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Ia menyebut sebelumnya data dam yang terdokumentasi hanya berkisar puluhan ribu, sedangkan tahun ini meningkat signifikan dengan sistem yang lebih tertib.
Pemotongan dam di Arab Saudi dijadwalkan dimulai pada 10 Zulhijah 1447 H atau bertepatan dengan 27 Mei 2026. Proses tersebut akan dilakukan melalui program Adahi dan disaksikan langsung oleh perwakilan pemerintah Indonesia serta media sebagai bentuk keterbukaan kepada publik.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sistem notifikasi digital bagi jemaah yang membayar dam melalui Adahi. Nantinya, status pembayaran hingga proses pemotongan hewan kurban dapat dipantau langsung melalui aplikasi Nusuk di telepon genggam masing-masing jemaah.
Di sisi lain, pemerintah tetap memberikan keleluasaan bagi jemaah yang memilih memotong dam di Indonesia. Pelaksanaan pemotongan dapat dilakukan melalui lembaga terpercaya maupun di daerah asal sesuai pilihan dan keyakinan fikih masing-masing.
Yang menarik, sebagian besar daging dam jemaah Indonesia yang dipotong di Tanah Suci direncanakan akan disalurkan untuk masyarakat Palestina. Penyaluran ini dilakukan melalui koordinasi dengan pihak Adahi dan Pemerintah Arab Saudi.
Dahnil mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian Indonesia terhadap warga Palestina yang tengah membutuhkan bantuan kemanusiaan. Kebijakan itu juga disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar manfaat dam jemaah haji Indonesia dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan sistem yang semakin transparan dan distribusi manfaat yang lebih luas, pengelolaan dam haji tahun ini diharapkan tidak hanya memenuhi kewajiban ibadah jemaah, tetapi juga memberi dampak sosial dan kemanusiaan yang lebih besar. (ian)



Tinggalkan Balasan