
Surabaya (Trigger.id) – Pemerintah Kota Surabaya mulai menerapkan pola baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 untuk jenjang SMP Negeri. Melalui jalur prestasi, pemerintah berupaya memberi ruang lebih luas bagi siswa dengan kemampuan akademik maupun non-akademik untuk memperoleh kesempatan masuk sekolah negeri.
Tahun ini, jalur prestasi mendapatkan kuota sebesar 35 persen. Kuota tersebut dibagi ke dalam tiga kategori, yakni prestasi akademik, perlombaan dan pertandingan, serta penghafal kitab suci.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa mekanisme penilaian pada jalur prestasi non-akademik dibedakan berdasarkan jenis kompetisi yang diikuti siswa.
Menurutnya, kompetisi berjenjang yang diselenggarakan pemerintah memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan turnamen terbuka. Hal itu karena peserta harus melewati proses seleksi bertingkat mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional.
“Peserta yang lolos dari tingkat kecamatan ke kota, kemudian provinsi hingga nasional tentu memiliki proses seleksi yang lebih ketat. Karena itu poinnya juga lebih besar dibanding open tournament,” ujar Febrina.
Dalam pembagian kuota jalur prestasi, kategori akademik memperoleh porsi terbesar, yakni 20 persen. Sementara jalur perlombaan dan pertandingan mendapat kuota 12 persen, sedangkan jalur penghafal kitab suci memperoleh jatah 3 persen.
Perubahan paling mencolok tahun ini terjadi pada penilaian jalur prestasi akademik. Jika sebelumnya seleksi hanya mengandalkan nilai rapor, kini hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) turut menjadi komponen penilaian utama.
Dispendik Surabaya menetapkan komposisi penilaian dengan bobot 60 persen berasal dari nilai rapor dan 40 persen dari hasil TKA. Kebijakan ini diterapkan untuk memberikan gambaran kemampuan siswa yang lebih menyeluruh.
“Hasil TKA akan dipadukan dengan nilai rapor yang selama ini diproduksi sekolah. Jadi penilaiannya lebih proporsional,” kata Febrina.
Ia menyebutkan hasil TKA dijadwalkan diumumkan pada 26 Mei 2026. Setelah pengumuman tersebut, siswa dan orang tua dapat mulai memperkirakan peluang mereka dalam jalur prestasi akademik.
Selain mengubah sistem penilaian, Dispendik Surabaya juga menerapkan tahapan seleksi bertingkat agar peserta memiliki lebih banyak kesempatan. Jalur perlombaan dan penghafal kitab suci akan diproses lebih dulu sebelum jalur prestasi akademik dibuka.
Skema tersebut memungkinkan peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur perlombaan tetap dapat mencoba kembali melalui jalur akademik berbasis nilai rapor dan TKA.
“Ini bentuk upaya kami memberi kesempatan lebih luas kepada calon murid,” jelasnya.
Adapun proses verifikasi jalur prestasi kategori perlombaan akademik dan non-akademik berlangsung pada 21 April hingga 15 Juni 2026. Pendaftaran dibuka pada 27–29 Juni 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 30 Juni 2026.
Untuk jalur penghafal kitab suci, jadwal verifikasi berlangsung pada periode yang sama, sedangkan pendaftaran dan pengumuman juga dilaksanakan pada 27–30 Juni 2026.
Sementara jalur prestasi akademik dibuka setelahnya, yakni pada 1–3 Juli 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 4 Juli 2026.
Informasi lengkap mengenai mekanisme dan tahapan SPMB Surabaya 2026/2027 dapat diakses melalui SPMB Surabaya. (ian)



Tinggalkan Balasan