
Makkah (Trigger.id) — Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menemukan sejumlah persoalan serius dalam pelayanan jemaah haji Indonesia di Makkah. Temuan itu mencuat saat anggota Timwas DPR RI, Sri Wulan, melakukan inspeksi ke Hotel 502 Safwat Alshuruq, Sektor 5 Raudhah, Jumat (22/5/2026).
Sorotan utama tertuju pada dugaan pelanggaran kapasitas kamar hotel. Sri Wulan menemukan kamar yang seharusnya dihuni empat jemaah justru diisi lima orang. Padahal, kesepakatan Panitia Kerja (Panja) sebelumnya telah menetapkan kapasitas maksimal empat jemaah per kamar.
“Kami menemukan kamar yang seharusnya diisi empat orang, ternyata ditempati lima jemaah. Padahal ukuran kamarnya sama,” kata Sri Wulan.
Menurutnya, persoalan itu tidak sekadar menyangkut kenyamanan, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan jemaah, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan proses evakuasi cepat.
“Ini bukan hanya soal sempit atau tidak nyaman, tetapi juga terkait keselamatan saat evakuasi,” tegasnya.
Selain masalah hunian hotel, Timwas DPR RI juga menerima berbagai keluhan mengenai layanan konsumsi. Sejumlah jemaah mengaku minim mendapatkan sayuran dalam menu katering harian, yang berdampak pada kondisi kesehatan mereka.
“Banyak jemaah menyampaikan kurangnya sayur membuat mereka mengalami kesulitan BAB,” ujarnya.
Permasalahan lain yang tak kalah krusial adalah keterbatasan stok obat-obatan di hotel. Dari hasil dialog dengan tenaga kesehatan setempat, diketahui sejumlah obat dasar seperti parasetamol mulai habis, sementara keluhan kesehatan ringan dari jemaah terus bermunculan.
“Stok obat tidak memadai. Bahkan beberapa jenis obat sudah hampir habis separuhnya,” ungkap Sri Wulan.
Ia menilai kekurangan obat-obatan dasar dapat menghambat penanganan awal bagi jemaah yang mengalami gangguan kesehatan ringan seperti flu, batuk, hingga demam.
Karena itu, Timwas DPR RI meminta pemerintah dan penyelenggara haji segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan akomodasi, katering, dan kesehatan agar kenyamanan serta keselamatan jemaah tetap terjamin selama berada di Tanah Suci.
Sri Wulan juga menegaskan, temuan di satu hotel tersebut bisa menjadi indikasi adanya persoalan penempatan jemaah di lokasi lain yang perlu segera ditelusuri lebih lanjut. (ian)



Tinggalkan Balasan