
BPOMmemperluas penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma untuk kelompok usia dewasa yang berisiko tinggi terinfeksi, termasuk tenaga medis dan tenaga kesehatan.Foto/ilustrasi
akarta (Trigger.id) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi memperluas penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma untuk kelompok usia dewasa yang berisiko tinggi terinfeksi, termasuk tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes). Kebijakan ini mulai berlaku pada 7 April 2026 sebagai langkah memperkuat perlindungan publik dari penyebaran penyakit campak.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan perluasan indikasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin keamanan, kualitas, dan efektivitas vaksin yang beredar di Indonesia. BPOM juga terus memantau perkembangan kasus campak yang sempat mencapai 2.220 kasus di awal 2026, sebelum akhirnya menurun drastis hingga 146 kasus pada pertengahan Maret (turun sekitar 93 persen).
Untuk menekan penyebaran lebih lanjut, pemerintah telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan, memperkuat deteksi dini, mempercepat pelaporan kasus, serta meningkatkan cakupan imunisasi. BPOM turut memastikan ketersediaan vaksin agar kebutuhan nasional terpenuhi.
Sebelumnya, BPOM telah menyetujui penggunaan vaksin campak kombinasi MMR untuk dewasa dari produsen global seperti GSK dan MSD. Namun, izin serupa untuk Bio Farma baru diberikan sekarang guna memperluas pasokan vaksin dalam negeri. Dalam prosesnya, BPOM juga berkonsultasi dengan World Health Organization (WHO) serta Komite Nasional Penilai Obat untuk mendapatkan masukan teknis dan evaluasi independen.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan vaksinasi bagi tenaga kesehatan akan segera dilakukan setelah hasil studi efikasi dari BPOM diterima. Selain vaksinasi, ia menekankan pentingnya edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan benar dan penggunaan masker saat pemeriksaan pasien.
Kasus meninggalnya seorang dokter muda di Cianjur yang diduga akibat campak juga menjadi perhatian serius. Kementerian Kesehatan kini tengah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri sumber penularan dan mencegah kejadian serupa.
Menurut penjelasan dr. Andi Kurniawan, Sp.PD, dokter penyakit dalam dari RSUD Dr. Soetomo, perluasan vaksinasi ke kelompok dewasa sangat penting karena campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat menimbulkan komplikasi berat pada orang dewasa, terutama mereka dengan imunitas rendah atau paparan tinggi seperti tenaga kesehatan.
“Vaksinasi pada orang dewasa dapat memutus rantai penularan, sekaligus melindungi kelompok rentan lainnya. Ditambah dengan perilaku hidup bersih dan sehat, ini menjadi strategi komprehensif dalam pengendalian campak,” jelasnya. (wah)



Tinggalkan Balasan