• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Asap Vaping Diduga Picu Kanker Paru dan Mulut

4 April 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Asap Vaping Diduga Picu Kanker Paru dan Mulut. Foto: Hometown Dental

Surabaya (Trigger.id) – Di tengah tren gaya hidup modern, rokok elektrik atau vaping kerap dianggap sebagai alternatif “lebih aman” dibanding rokok konvensional. Namun, temuan terbaru dari para peneliti kembali mengguncang anggapan tersebut. Sebuah kajian ilmiah menunjukkan bahwa vaping kemungkinan besar berkaitan dengan munculnya kanker paru dan kanker mulut—dua penyakit mematikan yang selama ini identik dengan rokok tembakau.

Penelitian yang dipimpin oleh tim dari University of New South Wales di Sydney menganalisis berbagai bukti ilmiah yang dikumpulkan selama hampir satu dekade, dari 2017 hingga 2025. Kajian ini menggabungkan data dari studi pada hewan, laporan kasus manusia, serta penelitian laboratorium, dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Carcinogenesis.

Tanda Awal Menuju Kanker

Alih-alih menunggu bukti jangka panjang yang membutuhkan puluhan tahun, para peneliti fokus pada perubahan biologis awal yang diketahui berkaitan erat dengan kanker. Hasilnya cukup mengkhawatirkan.

Paparan uap dari rokok elektrik ditemukan dapat menyebabkan:

  • Kerusakan DNA
  • Peradangan jaringan
  • Perubahan pada sel di rongga mulut dan paru-paru

Menurut Bernard Stewart, salah satu penulis studi, tidak ada keraguan bahwa jaringan tubuh—khususnya di mulut dan paru—mengalami perubahan akibat inhalasi dari e-cigarette.

Bukti Awal yang Tak Bisa Diabaikan

Meski rokok elektrik tergolong produk relatif baru (mulai populer awal 2000-an), beberapa sinyal bahaya sudah mulai terlihat. Para dokter gigi, misalnya, melaporkan kasus kanker mulut pada individu yang hanya menggunakan vape dan tidak pernah merokok sebelumnya.

Selain itu, studi pada hewan juga menunjukkan hasil serupa. Tikus yang terpapar uap rokok elektrik memiliki tingkat tumor paru yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak terpapar. Meski hasil ini belum tentu sepenuhnya berlaku pada manusia, pola yang muncul cukup untuk menimbulkan kekhawatiran serius.

Belajar dari Sejarah Rokok

Peneliti utama, Freddy Sitas, mengingatkan bahwa dunia pernah melakukan kesalahan serupa dalam menilai rokok konvensional. Dibutuhkan hampir satu abad hingga akhirnya pada tahun 1964 otoritas kesehatan di Amerika Serikat secara resmi menyatakan bahwa merokok menyebabkan kanker paru.

Hal senada disampaikan oleh Calvin Cochran dari University of Otago. Ia menegaskan bahwa saat itu ribuan studi awal sempat diabaikan atau diremehkan, bahkan oleh kalangan medis.

Kini, dengan munculnya bukti-bukti awal tentang vaping, para ahli khawatir sejarah tersebut terulang kembali—di mana peringatan dini diabaikan hingga terlambat.

Lebih Aman, atau Sekadar Terlihat Aman?

Selama ini, vaping sering dipromosikan sebagai pilihan yang lebih aman dibanding rokok. Namun, penelitian ini menantang asumsi tersebut.

Meski belum bisa menentukan secara pasti berapa banyak pengguna vape yang akan terkena kanker, para peneliti sepakat bahwa perubahan biologis yang terjadi merupakan “jalan awal” menuju penyakit tersebut.

Yang lebih mengkhawatirkan, hingga kini belum ada metode yang benar-benar efektif untuk membantu seseorang berhenti dari kecanduan vaping. Berbeda dengan rokok konvensional yang memiliki berbagai terapi pengganti nikotin, solusi untuk berhenti vaping masih belum jelas.

Saatnya Bersikap Waspada

Temuan ini menjadi pengingat bahwa tidak semua inovasi modern membawa keamanan. Dalam banyak kasus, dampak jangka panjang baru akan terlihat setelah bertahun-tahun.

Para peneliti menyerukan agar pemerintah, pembuat kebijakan, dan masyarakat tidak menunggu bukti “final” yang mungkin baru muncul puluhan tahun ke depan. Sebab dalam isu kesehatan, menunggu terlalu lama bisa berarti membayar harga yang sangat mahal.

Pada akhirnya, pilihan ada di tangan masing-masing. Namun satu hal yang semakin jelas: vaping mungkin bukan solusi aman seperti yang selama ini diyakini—melainkan risiko baru yang belum sepenuhnya kita pahami. (ori)

Sumber: The Guardian

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update Ditag dengan:Asap Vaping, Kanker Mulut, Kanker Paru, Vaping

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Prof Inung : Jangan Asal Kuliah UIN, Santri Harus Kuasai Teknologi

11 Oktober 2026 By admin

Kajian Ahad Dhuha Forsikom: Sembilan Obat Malas

11 Oktober 2026 By admin

500 Undangan HUT ke-81 Jatim Ludes 31 Detik

10 Oktober 2026 By admin

TKD Tembus Rp 599,2 T Sampai September, Stimulus Daerah Diperkuat

10 Oktober 2026 By admin

Veda Pratama Ikut Kualifikasi Moto3 Mandalika

9 Oktober 2026 By admin

Cium Bau Gas LPG ? Jangan Nyalakan Sakelar, Ini Langkah Aman Mengatasinya

9 Oktober 2026 By admin

Biaya Haji 2027 Turun Rp 3,4 Juta, Pelunasan Jemaah Jadi Rp 23 Juta

8 Oktober 2026 By admin

1.000 Guru TK, RA, dan TPQ Jatim Dapat Kacamata Gratis

8 Oktober 2026 By admin

Taisei Marukawa, Mimpi Garuda dari Tanah Sakura

8 Oktober 2026 By admin

Kick Off Hari Santri di Tuban, Disiapkan 14 Agenda Kegiatan

7 Oktober 2026 By admin

Hormati Putusan MK, Gibran Siap Follow Up Terkait Ijazah

7 Oktober 2026 By admin

Kemenag : Penghulu Bisa Jadi Agen Warga Daftar Perlinsos

7 Oktober 2026 By admin

Jawara FIFA ASEAN Cup 2026 Lewat Adu Penalti

6 Oktober 2026 By admin

Herdman Ingin Hentikan Dominasi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

5 Oktober 2026 By admin

Pemerintah Siapkan Rp 31 T, Usia Diatas 17 Tahun Dapat Rekening Bank

5 Oktober 2026 By admin

Prabowo Resmikan 204 Satuan TNI dan 6 Kodam Baru

5 Oktober 2026 By admin

Logo HUT Ke-81 Jatim Tegaskan Arah Pembangunan Berkelanjutan

4 Oktober 2026 By admin

Kemkomdigi : Notifikasi Tak Cukup, Operator Harus Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

4 Oktober 2026 By admin

KCL Singhasari Siapkan Dua Magister Baru, Fokus Perkuat Keamanan Siber

3 Oktober 2026 By admin

Dekananto Eko Purwono Dipercaya Jadi Kapolda Jatim

3 Oktober 2026 By admin

“Batik Berlayar” Merawat Tradisi Menggairahkan Ekonomi

2 Oktober 2026 By admin

Gubernur Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 30 November 2026

2 Oktober 2026 By admin

Jelang Konferensi PWI Jatim, DPS Keluar, Masa Sanggah hingga 2 Oktober 2026

1 Oktober 2026 By admin

PBNU Umumkan 210 Pengurus Periode 2026-2031, Gus Kikin Tekankan Pemerataan Kader

1 Oktober 2026 By isa

BAZNAS Jatim-UNUSA Perkuat Sinergi, Dorong Beasiswa, Riset, dan Pemberdayaan UMKM

1 Oktober 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari Pasca Harga Pertamax Naik
  • PM2.5 Picu Kualitas Udara Surabaya Memburuk, Warga Diimbau Waspada
  • Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, IHSG Anjlok hingga 8 Persen
  • Prof Masdar Hilmy Resmi Pimpin UINSA
  • Benahi Permukiman Ala Singapura Menuju Kota Surabaya 2045

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.