• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Di Balik Laut Raja Ampat, Penyu Sisik yang Tak Boleh Hilang

17 September 2026 by isa Tinggalkan Komentar

Sorong (Trigger.id) – Di bawah permukaan laut Kepulauan Fam, Raja Ampat, kehidupan berlangsung dalam ritme yang nyaris tak terdengar. Terumbu karang menjadi rumah bagi beragam biota, sementara penyu sisik bergerak perlahan di antara ekosistem yang selama ini menjadi bagian penting dari kawasan konservasi perairan. Bagi wilayah yang dikenal sebagai salah satu bentang laut dengan kekayaan hayati tinggi, keberadaan setiap satwa memiliki arti lebih dari sekadar bagian dari rantai ekosistem.

Penyu sisik merupakan salah satu satwa yang mendapat perlindungan karena populasinya menghadapi berbagai ancaman. Aktivitas manusia di laut, kerusakan habitat, hingga perburuan dapat memberikan tekanan terhadap keberlangsungan satwa tersebut. Karena itu, kawasan konservasi tidak hanya berfungsi sebagai ruang perlindungan, tetapi juga sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem agar tetap dapat menopang kehidupan dalam jangka panjang.

Perhatian terhadap perlindungan penyu sisik kembali mengemuka setelah Kepolisian Daerah Papua Barat Daya menerima laporan mengenai dugaan perburuan satwa dilindungi di sekitar Keruwo Homestay, Kepulauan Fam, Raja Ampat, pada 8 hingga 11 September 2026. Seorang wisatawan berkewarganegaraan Tiongkok berinisial W.S. alias Wilson Shang dilaporkan diduga menggunakan speargun saat menyelam. Kepolisian masih memverifikasi berbagai dokumentasi dan informasi yang berkaitan dengan dugaan tersebut.

Di tengah proses penanganan perkara itu, laut Raja Ampat mengingatkan bahwa konservasi bukan semata persoalan penegakan hukum. Perlindungan kawasan membutuhkan kesadaran dari setiap orang yang datang dan beraktivitas di dalamnya. Wisatawan, masyarakat, pengelola kawasan, maupun aparat memiliki peran masing-masing dalam memastikan aktivitas di laut tidak berubah menjadi ancaman bagi satwa dan habitatnya.

Kepolisian bersama Polres Raja Ampat pun melakukan pemeriksaan di lokasi penginapan dan kawasan bawah laut yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Dalam pencarian bawah laut, tim penyelam menyisir area sekitar 60 x 60 meter sebelum memperluas pencarian karena belum menemukan titik yang diduga menjadi lokasi perburuan. Sejumlah barang serta informasi elektronik yang dinilai berkaitan dengan perkara turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Kasus tersebut sekaligus menunjukkan bahwa menjaga kawasan konservasi membutuhkan pengawasan yang tidak sederhana. Laut yang luas membuat aktivitas di bawah permukaan sulit dipantau sepenuhnya, sementara jejak sebuah tindakan dapat tersebar dalam bentuk dokumentasi, peralatan, maupun keterangan dari berbagai pihak. Karena itu, pengawasan, edukasi, penelitian, dan penegakan aturan perlu berjalan beriringan agar tujuan konservasi tidak berhenti sebagai aturan di atas kertas.

Pada akhirnya, masa depan penyu sisik di Raja Ampat bergantung pada bagaimana manusia memperlakukan ruang hidupnya. Kekayaan bawah laut Kepulauan Fam bukan sekadar daya tarik wisata, melainkan ekosistem yang menyimpan kehidupan dan menopang keberlanjutan kawasan. Setiap penyu yang tetap dapat berenang bebas menjadi bagian dari gambaran yang lebih besar: bahwa laut yang dilindungi adalah laut yang masih memberi ruang bagi kehidupan untuk terus berlangsung. (ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update Ditag dengan:Laut Raja Ampat, Penyu Sisik, Raja Ampat, Tak Boleh Hilang, WNA China

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Green Farm Banyuwangi Jadi Laboratorium Pertanian Modern

12 September 2026 By admin

7 Talenta SMK Jatim Tembus Kandidat WorldSkills Shanghai 2026

11 September 2026 By admin

Warga Surabaya Jangan Panik, Tetapi Waspada Sesar Kendeng Aktif

11 September 2026 By admin

Warga Pesisir Bantu Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang

10 September 2026 By admin

Kulit Buah Naga Menjadi Teh Celup “Teanaga”

10 September 2026 By admin

Maskapai Wajib Periksa Pesawat Pasca Erupsi Anak Krakatau

9 September 2026 By admin

Lulus Spesialis Anestesi FK Unair, Dokter Apolonia Pulang Kampung ke NTT

9 September 2026 By zam

Ketika Wawali Mendemo Pemerintahan Sendiri, Ada Apa Kota Blitar?

8 September 2026 By admin

Kopi Kalibaru Banyuwangi Masuk Papan Atas JCW 2026

8 September 2026 By admin

3.283 Warga Surabaya Sanggah Desil, Dinsos Verifikasi Data

7 September 2026 By admin

KAI Tambah 1.032 Kursi Tujuan Jakarta Imbas Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026 By admin

Abu Anak Krakatau Berpotensi Ganggu Kesehatan, Jangan Ke Luar Rumah

7 September 2026 By zam

Bandara Soetta Tutup Sementara Akibat Abu Anak Krakatau

6 September 2026 By admin

Emil Dardak Bikin Kejutan Konser Kahitna, dari Kursi Penonton ke Panggung “Lajeungan”

6 September 2026 By admin

Charles Honoris Soroti 50 Ribu Korban Keracunan MBG dan Anggaran Rp240 Triliun

6 September 2026 By admin

Abu Erupsi Anak Krakatau Terdeteksi Menyebar ke Lima Provinsi

6 September 2026 By admin

Biji Semangka Jangan Dibuang, Kaya Magnesium dan Lemak Sehat

6 September 2026 By admin

Inter Milan Comeback Dramatis, Napoli Tumbang 3-2 di Giuseppe Meazza

6 September 2026 By admin

Seleksi Petugas Haji 2027 Masuk Tahap CAT, Transparansi Jadi Prioritas

5 September 2026 By admin

Hari Pertama Ngantor PBNU, Gus Kikin Bertemu Dubes Arab Saudi dan BSI

5 September 2026 By admin

Nogogeni ITS Siapkan 2 Mobil Hemat Energi

5 September 2026 By admin

Inter Milan vs Napoli: Duel Panas Papan Atas Serie A di San Siro

5 September 2026 By admin

P-APBD Jatim 2026 Disepakati, Anggaran Rp29,9 Triliun Difokuskan untuk Kesejahteraan Warga

5 September 2026 By admin

Zulhas Dorong Sekolah Tiru Kelola Sampah Pesantren.

4 September 2026 By admin

4 Makanan Ini Jangan Terlalu Sering Jadi Menu Sarapan

4 September 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Di Balik Laut Raja Ampat, Penyu Sisik yang Tak Boleh Hilang
  • Mendagri Kaji Aturan Sound Horeg, Batas Desibel Jadi Sorotan
  • Expo UMKM Madiun Jadi Pintu Gerbang Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
  • Kembali Dipercaya, Abdul Sobur Pimpin HIMKI hingga 2030
  • Prof Muzakki Kembali Pimpin UINSA Surabaya

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.