• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Ketika Urat Malu Sudah Putus Pada Diri Seorang Pemimpin

31 Agustus 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Isa Anshori*

Dalam konteks kepemimpinan, rasa malu adalah bagian penting dari akhlak dan integritas. Seorang pemimpin yang telah “memutus urat malunya” dapat melakukan tindakan yang merugikan banyak pihak, bahkan jika tindakan tersebut jelas-jelas melanggar norma sosial atau agama.

Namun ketika seorang pemimpin, kehilangan rasa malu, maka ia cenderung melakukan apapun tanpa mempertimbangkan moralitas, etika, atau dampaknya terhadap orang lain.

Bahaya dari hilangnya rasa malu terutama pada pemimpin adalah ia mungkin tidak lagi peduli dengan reputasi yang dibangun, kepercayaan publik, atau keadilan. Ia mungkin saja akan berbohong, melakukan praktik-praktik korupsi, atau menyalahgunakan kekuasaan tanpa merasa bersalah.

Tanpa rasa malu, seorang pemimpin bisa melakukan tindakan sewenang-wenang dan tidak bertanggung jawab, yang pada akhirnya bisa merusak tatanan sosial dan menimbulkan ketidakpercayaan di masyarakat.

Dalam Islam, rasa malu adalah bagian dari iman. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara yang didapati manusia dari ucapan para nabi terdahulu adalah: Jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu.” (HR. Bukhari).

Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya rasa malu sebagai benteng moral yang mencegah seseorang dari perilaku buruk. Bagi seorang pemimpin, rasa malu adalah penuntun yang membantu menjaga keadilan, kebenaran, dan kemaslahatan umum.

Beberapa pemimpin dunia yang jatuh dari kekuasaannya karena tindakan-tindakan yang menunjukkan hilangnya rasa malu, termasuk korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, atau skandal moral, antara lain:

  1. Nicolás Maduro (Venezuela): Meskipun masih berkuasa, kepemimpinan Maduro di Venezuela mengalami tantangan besar karena dugaan korupsi, krisis ekonomi yang parah, dan penindasan terhadap oposisi. Uni Eropa (EU) menolak legitimasi Presiden Venezuela Nicolas Maduro, seperti disampaikan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell. Selain itu, banyak yang menilai bahwa dia kehilangan legitimasi dan rasa malu dalam mempertahankan kekuasaan meski rakyat menderita.
  2. Hosni Mubarak (Mesir): Mubarak memimpin Mesir selama hampir 30 tahun sebelum jatuh dari kekuasaan pada tahun 2011 akibat Revolusi Mesir. Selama pemerintahannya, Mubarak dituduh melakukan korupsi besar-besaran dan pelanggaran hak asasi manusia, dan pada akhirnya, gerakan rakyat yang muak dengan rezimnya berhasil menggulingkannya.
  3. Suharto (Indonesia): Suharto, yang memerintah Indonesia selama lebih dari 30 tahun, akhirnya jatuh juga pada tahun 1998. Kegagalannya dalam menangani krisis ekonomi Indonesia, ditambah dengan dugaan korupsi besar-besaran, nepotisme, dan pelanggaran hak asasi manusia, menunjukkan bahwa Suharto kehilangan rasa malu dan bertanggung jawab sebagai seorang pemimpin.
  4. Muammar Gaddafi (Libya): Gaddafi memerintah Libya selama lebih dari 40 tahun sebelum terguling dan dibunuh pada tahun 2011 selama Perang Saudara Libya. Selama bertahun-tahun, Gaddafi terkenal sebagai pemimpin yang otoriter, dengan berbagai tindakan brutal terhadap rakyatnya sendiri dan gaya hidup mewah yang kontras dengan penderitaan rakyat Libya.
  5. Ferdinand Marcos (Filipina): Marcos memerintah Filipina dengan tangan besi selama lebih dari dua dekade sebelum digulingkan oleh Revolusi Kekuatan Rakyat pada tahun 1986. Selama masa pemerintahannya, Marcos dan istrinya, Imelda Marcos, terkenal karena korupsi besar-besaran, penggelapan dana negara, dan gaya hidup mewah, sementara rakyat Filipina hidup dalam kemiskinan.
  6. Richard Nixon (Amerika Serikat): Nixon adalah Presiden AS yang terpaksa mengundurkan diri pada tahun 1974 akibat skandal Watergate. Kasus ini melibatkan penyalahgunaan kekuasaan dan upaya menutupi keterlibatan dalam penyadapan lawan politik, menunjukkan bahwa dia kehilangan rasa malu dalam mempertahankan posisinya, yang akhirnya merusak kepercayaan publik dan memaksanya mundur.

Pemimpin-pemimpin tersebut menunjukkan bagaimana kehilangan rasa malu dan tanggung jawab bisa membawa kehancuran bagi karir mereka serta dampak buruk bagi negara yang mereka pimpin.

—000—

*Pemimpin Redaksi Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update, wawasan Ditag dengan:Pemimpin, Putus, Seorang Pemimpin, Sudah Putus, Urat Malu

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Klopp Buka Sinyal Suksesor Salah, Ekitike Dinilai Punya Potensi Besar di Liverpool

28 Maret 2026 By admin

Herdman Targetkan Level Baru Garuda

27 Maret 2026 By admin

Gelang Detektor Tahanan: Mengawasi Tanpa Mengurung

27 Maret 2026 By admin

Purbaya: MBG Tanpa Pangkas Anggaran

27 Maret 2026 By admin

Begini Upaya Pemkot Surabaya Menahan Laju Urbanisasi

27 Maret 2026 By admin

Iran Minta Laga Piala Dunia Dipindah ke Meksiko

27 Maret 2026 By admin

Prancis Tumbangkan Brasil, Mbappe Jadi Pembeda

27 Maret 2026 By admin

Prajurit TNI Juara Hafalan Alquran Naik Pangkat

27 Maret 2026 By admin

Di Balik Polemik Tahanan Rumah Gus Yaqut

27 Maret 2026 By admin

Pulihkan Energi Usai Mudik: Cara Efektif Kembali Bugar dan Siap Beraktivitas

27 Maret 2026 By admin

Pakistan Jadi Penghubung Dialog AS–Iran, Upaya Redakan Konflik Timur Tengah Menguat

27 Maret 2026 By admin

Rambut Menipis: Sinyal Alami Tubuh yang Tak Boleh Diabaikan

26 Maret 2026 By admin

Ronaldo Jr Dekati Real Madrid, Jejak Sang Ayah Kembali Terbuka

26 Maret 2026 By admin

Penutupan Operasi Ketupat 2026 dan Cerita Unik di Jalanan

26 Maret 2026 By admin

Deschamps Buka Peluang Mbappe Starter Kontra Brasil

26 Maret 2026 By admin

Jatim Terapkan WFH ASN Tiap Rabu

26 Maret 2026 By admin

WFH/WFA Pasca Lebaran: Efisiensi Energi atau Tantangan Layanan Publik?

26 Maret 2026 By wah

Iran Tegaskan Tak Akan Berunding Selama AS Tak Ubah Sikap

26 Maret 2026 By admin

Usai Lebaran, Ini Strategi Jitu Pulihkan Keuangan Keluarga

25 Maret 2026 By zam

Diskon Tiket Parsial KA Eksekutif Malang-Yogyakarta Berlaku 22-30 Maret 2026

25 Maret 2026 By zam

Dunia Terpukau: Taman Nasional Komodo Masuk 2 Besar Destinasi Terindah di Dunia

25 Maret 2026 By admin

Arab Saudi Jamin Keamanan Haji di Tengah Ketegangan Kawasan

25 Maret 2026 By admin

Hipertensi Kini Mengintai Perempuan Muda

25 Maret 2026 By admin

Arus Balik Lebaran, Pengguna Jalan Wajib Patuhi Aturan di One Way dan Contraflow

25 Maret 2026 By zam

Akar Pinang, Penjaga Sunyi dari Ancaman Longsor

25 Maret 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Gelombang “No Kings” Guncang AS, Protes Kebijakan Trump Meluas
  • Haji 2026 Dipastikan Tetap Lancar
  • Iran Respons Positif Kapal RI di Selat Hormuz
  • “Jay Idzes Terbaik di PSSI Awards 2026, Gol Spektakuler Rizky Ridho Jadi Sorotan”
  • Iran Klaim Siap Hadapi Invasi Darat AS-Israel

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.