• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Lingkaran Setan Korupsi Kepala Daerah: Mahal Ongkos Politik, Lemah Pengawasan

22 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi terpidana kasus korupsi. Foto: ugm

Yogyakarta (Trigger.id) – Operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali menjerat sejumlah kepala daerah—mulai dari Bupati Rejang Lebong di Bengkulu hingga Bupati Pekalongan dan Cilacap di Jawa Tengah—menjadi pengingat bahwa praktik korupsi di level daerah belum juga surut. Data Komisi Pemberantasan Korupsi mencatat, sejak 2004 hingga Januari 2026, lebih dari 201 kepala daerah telah terjerat kasus serupa. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan masalah sistemik yang terus berulang.

Di balik fenomena tersebut, ada persoalan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar moral individu. Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Prof. Gabriel Lele, menilai korupsi kepala daerah berakar pada mahalnya biaya politik dalam kontestasi pemilihan. Untuk mendapatkan dukungan partai politik saja, seorang kandidat bisa mengeluarkan ratusan juta hingga miliaran rupiah per kursi. Itu belum termasuk biaya kampanye yang kian membengkak.

Dalam situasi seperti ini, politik kerap bergeser menjadi investasi. Modal besar yang dikeluarkan saat pencalonan menciptakan dorongan kuat untuk “balik modal” setelah menjabat. Tak jarang, dana tersebut berasal dari sponsor atau pengusaha yang kemudian menuntut balasan dalam bentuk proyek pemerintah. Di sinilah awal mula relasi transaksional terbentuk—mengaburkan batas antara kepentingan publik dan kepentingan pribadi.

Masalah tidak berhenti di sana. Di balik jabatan strategis kepala daerah, terdapat tekanan sosial yang tidak kecil. Dengan gaji resmi yang relatif terbatas, kepala daerah kerap dihadapkan pada tuntutan masyarakat yang membutuhkan bantuan langsung—dari biaya kesehatan hingga kegiatan sosial. Tekanan ini, meski tidak selalu membenarkan, menjadi salah satu faktor yang memperlemah integritas dalam pengelolaan kekuasaan.

Sektor pengadaan barang dan jasa pun menjadi ladang subur praktik korupsi. Anggaran besar dan celah pengaturan membuat proyek-proyek pemerintah rawan disusupi kepentingan. Dalam banyak kasus, perusahaan bahkan sudah menghitung “biaya tambahan” sejak awal, yang bisa mencapai 20 hingga 30 persen, demi mengamankan proyek. Dampaknya tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menurunkan kualitas pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, sistem pengawasan di daerah masih jauh dari ideal. Inspektorat sebagai pengawas internal kerap tidak independen karena berada di bawah kendali kepala daerah. Sementara itu, fungsi kontrol DPRD sering melemah akibat kedekatan politik dengan kepala daerah yang berasal dari koalisi yang sama. Pengawasan publik pun belum sepenuhnya kuat, terutama di daerah dengan kapasitas masyarakat sipil yang terbatas.

Kondisi ini menciptakan lingkaran setan: biaya politik tinggi mendorong korupsi, sementara lemahnya pengawasan membuat praktik tersebut terus berulang. Tanpa perbaikan menyeluruh, sulit berharap perubahan signifikan.

Solusi yang ditawarkan pun tidak bisa parsial. Perbaikan regulasi pembiayaan politik menjadi langkah awal yang krusial, disertai transparansi anggaran daerah agar masyarakat dapat ikut mengawasi. Di saat yang sama, penegakan hukum tetap harus tegas. Hukuman berat, termasuk penyitaan aset hingga pemiskinan koruptor, dinilai penting untuk menciptakan efek jera.

Pada akhirnya, pemberantasan korupsi di daerah bukan hanya soal menangkap pelaku, tetapi juga membenahi sistem yang melahirkannya. Tanpa itu, OTT demi OTT hanya akan menjadi berita berulang—mengisi daftar panjang tanpa pernah benar-benar mengakhiri cerita. (ian)

Sumber: ugm

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update, wawasan Ditag dengan:Kepala daerah, Korupsi, Lemah Pengawasan, Lingkaran Setan, Mahal

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Prancis Lebih Termotivasi Hadapi Inggris demi Golden Boot Mbappe

18 Juli 2026 By admin

Inter Milan Bidik Djed Spence Gantikan Dumfries

17 Juli 2026 By zam

Sedekah: Investasi Abadi yang Tak Pernah Merugi

17 Juli 2026 By zam

Belajar ADEM di Jawa Timur, Mengabdi untuk Papua

12 Juli 2026 By admin

Festival Muharram LAZIS Nurul Falah Asah Hafalan dan Kreativitas Ratusan Santri

12 Juli 2026 By wah

Jatim Siap Perkuat Rantai Pasok Biodiesel B50, Khofifah Dukung Transformasi Energi Nasional

11 Juli 2026 By zam

De La Fuente Optimistis Spanyol Mampu Singkirkan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

11 Juli 2026 By wah

Ariana Grande Mundur dari American Horror Story 13, Tur Dunia Jadi Prioritas

11 Juli 2026 By zam

Intelektual Mengisi Jarak antara Teori dan Praktik

5 Juli 2026 By admin

Empat Tanda Calon Penghuni Surga yang Mulai Tampak Sejak di Dunia

5 Juli 2026 By admin

Jejak Kolaborasi Jatim Tekan Stunting: Penghargaan Persagi untuk Kepemimpinan Khofifah

5 Juli 2026 By admin

Arif Satria: ICMI Harus Bangun Peradaban Berbasis Data dan Integritas

4 Juli 2026 By zam

KNVB Ajukan Pengaduan Resmi atas Ujaran Rasis terhadap Tiga Pemain Belanda

4 Juli 2026 By zam

Portugal Lolos Dramatis, Ronaldo Torehkan Sejarah di Piala Dunia

3 Juli 2026 By zam

Real Madrid Bidik Bastoni untuk Perkuat Pertahanan

3 Juli 2026 By wah

Disabilitas Tak Tampak: Yang Tak Terlihat, yang Terabaikan

2 Juli 2026 By wah

Saat Camilan Menjadi Penjaga Kesehatan Mental

2 Juli 2026 By zam

Sensus Ekonomi 2026, Penentu Arah Pembangunan Jawa Timur

1 Juli 2026 By wah

Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus di Soetta Dipusatkan ke Terminal 2F

1 Juli 2026 By wah

Mbappe Bersinar, Prancis Melaju ke 16 Besar

1 Juli 2026 By zam

Kemendikdasmen-BPOM budayakan hidup sehat lewat edukasi pangan aman

30 Juni 2026 By admin

DPD RI Apresiasi Haji 2026, Kemenhaj Berkomitmen Sempurnakan Tata Kelola

30 Juni 2026 By zam

Paraguay dan Maroko Buat Kejutan, Singkirkan Jerman dan Belanda untuk Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

30 Juni 2026 By wah

Kemenhaj: Sekitar 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

29 Juni 2026 By zam

Khofifah Tinjau SPBU di Malang, Pastikan Pasokan Biosolar di Jawa Timur Tetap Aman

29 Juni 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Rihlah Yanmu Sowan ke Bahrul Ulum Jombang, Wakafkan Dua Ambulans dan Seribu Al-Quran
  • UWKS Perkuat Budaya Literasi melalui Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Kredo Kewijayakusumaan
  • Khofifah: Data BPS Jadi Fondasi Pembangunan Presisi dan Kebijakan Tepat Sasaran
  • MUI Ingatkan AI Tak Boleh Mengikis Tradisi Sanad Keilmuan Islam
  • Survei: Mayoritas Warga AS Berpandangan Negatif terhadap Netanyahu

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.