
Surabaya (Trigger.id) – Teh dikenal sebagai salah satu minuman paling sehat di dunia. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada cara penyajiannya. Sebuah ulasan penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal Beverage Plant Research menunjukkan bahwa teh memang dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, tetapi tidak semua jenis teh memberikan efek yang sama.
Teh dan Manfaat Kesehatan
Para peneliti dari China dan Amerika Serikat menganalisis berbagai studi sebelumnya, baik penelitian pada manusia maupun hewan, untuk melihat pengaruh konsumsi teh terhadap kesehatan. Fokus utama penelitian ini adalah pada teh hijau dan teh hitam, tetapi juga mencakup jenis lain seperti teh oolong, teh kuning, dan teh fermentasi gelap.
Hasilnya menunjukkan hubungan yang cukup konsisten antara konsumsi teh dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis. Sejumlah penelitian besar menunjukkan bahwa minum teh secara rutin berpotensi membantu menurunkan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes, bahkan beberapa jenis kanker.
Manfaat tersebut berasal dari kandungan antioksidan dan polifenol dalam teh. Senyawa ini dikenal mampu melawan radikal bebas, mengurangi peradangan, serta mendukung kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
Teh Botolan dan Bubble Tea Kurang Menguntungkan
Meski demikian, manfaat kesehatan teh dapat berkurang jika cara penyajiannya berubah. Teh kemasan botol dan minuman bubble tea tidak memberikan manfaat yang sama seperti teh yang diseduh langsung.
Pada teh botolan, proses sterilisasi dengan suhu tinggi dapat menurunkan kadar antioksidan. Padahal, antioksidan inilah yang berperan penting dalam memberikan efek perlindungan bagi tubuh.
Sementara itu, bubble tea biasanya mengandung tambahan bahan seperti gula, pemanis buatan, pewarna, susu, dan bola tapioka yang direndam dalam sirup gula. Tambahan ini dapat menyumbang sekitar 150–200 kalori ekstra dalam satu porsi.
Jika dikonsumsi terlalu sering, gula tambahan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah dan berisiko memicu obesitas, diabetes tipe 2, serta penyakit jantung. Selain itu, penggunaan krimer non-susu pada beberapa bubble tea juga dapat menambah asupan lemak jenuh yang kurang baik bagi kesehatan jantung.
Cara Minum Teh yang Lebih Sehat
Para ahli tidak menyarankan untuk sepenuhnya menghindari teh botolan atau bubble tea. Namun, minuman tersebut sebaiknya dikonsumsi hanya sesekali sebagai camilan, bukan sebagai minuman kesehatan sehari-hari.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari teh, pilihan terbaik adalah teh yang diseduh sendiri di rumah tanpa tambahan gula. Teh hijau atau teh hitam yang diseduh dengan air panas—namun tidak sampai mendidih—selama sekitar 3 hingga 5 menit dapat membantu mengekstrak polifenol secara optimal tanpa membuat rasa teh terlalu pahit.
Jika ingin sedikit rasa manis, madu alami bisa menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan gula. Selain memberi rasa manis alami, madu juga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat menambah manfaat kesehatan dari secangkir teh.
Singkatnya, teh memang minuman sehat, tetapi cara penyajiannya menentukan seberapa besar manfaat yang bisa diperoleh tubuh. (ian)



Tinggalkan Balasan