• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Muhasabah Pagi: Mengemis di Langit Bermanis di Bumi

30 Desember 2022 by isa Tinggalkan Komentar

“Gambaran penghambaan manusia di hadapan Allah, bisa kita buka jejak perjalanan hidup Nabi Musa AS di Al Quran surat Al Qasas juga beberapa ayat lainnya di Al Quran.”

Oleh: Ustadz Salim A. Fillah (Pengasuh Majelis Jejak Nabi di Masjid Jogokariyan Yogyakarta)

Mengemis di langit ini kalimat kiasan yang menginsyaratkan tentang ketidakberdayaan kita di hadapan Allah. Semakin kita mengemis di depan Allah dan semakin kita menghinakan diri kita di hadapannya, semakin mulia hidup kita di bumi ini.

Semakin kita merasa bodoh di hadapan Allah semakin semangat kita untuk terus mencari ilmu-ilmu Allah, semakin kita merasa berdosa di hadapan Allah maka semakin kita memiliki peluang untuk diampuninya dosa-dosa kita.

Imam An Nawawi Rohimallah menerangkan hadits Nabi Muhammad SAW. “أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى” (Aku sesuai persangkaan hamba pada-Ku). Hadits ini jangan dimaknai seperti pemahaman kaum Qodariyah yang menyatakan, sesungguhnya prasangka Allah tersebut sesuai dengan kehendak kita. Kita berprasangka apapun Allah akan sesuai dengan prasangka-prasangka kita.

Imam An Nawawi menjelaskan, makna hadits tersebut seperti ini, “barang siapa yang merasa lemah di hadapan Allah dan yakin Allah itu Maha Kuat, maka Allah akan memberikan kekuatan kepadanya, barang siapa yang merasa dirinya miskin atau fakir di hadapan Allah dan yakin Allah itu Maha Kaya, maka Allah akan mencukupinya. Barang siapa yang merasa dirinya hina di hadapan Allah dan yakin Allah Maha Mulia, maka Allah akan memuliakannya, dan barang siapa merasa dirinya berdosa dan yakin Allah Maha Pengampun, maka niscaya Allah akan mengampuninya”.

Itulah makna hadits menurut Imam An Nawawi dan sebagian besar ulama, bahwa kita kita merasa lemah, merasa hina, merasa miskin, merasa bodoh di hadapan Allah, maka Allah akan menguatkan kita, memuliakan kita, memberi kecukupan rezeki kita, serta mencerdaskan kita dalam mencari ilmu.

Gambaran penghambaan manusia di hadapan Allah, bisa kita buka jejak perjalanan hidup Nabi Musa AS di Al Quran surat Al Qasas juga beberapa ayat lainnya di Al Quran.

Musa AS adalah Nabi yang namanya paling banyak disebut di Al Quran. Dan kenapa seperti itu?. Karena jejak hidup Nabi Musa ini banyak menjadi pelecut semangat kita sebagai umat Muhammad SAW. Bagaimana kebenaran tersebut ditegakkan dalam kondisi yang tidak mudah.

Jika dibandingkan dengan Rasulullah Muhammad SAW, Nabi Musa memiliki kelemahan yang justru menjadi keistimewaannya. Jika Rasulullah SAW adalah manusia paling sempurna memang benar adanya. Fisiknya sempurna, cara berbicaranya sempurna karena Muhammad memiliki bahasa Arab yang paling bagus.

Bandingkan dengan Nabi Musa. Untuk berbicara saja Nabi Musa mengalami kesulitan. Sampai-sampai Firaun saat itu mengejek Musa dengan kalimat, “memangnya Tuhanmu tidak punya orang lain untuk mengutusnya berdakwa. Koq mengutus kamu (Musa) yang kalau berbicara saja sulit”.

Jika Rasulullah SAW sangat sempurnya dalam rekam jejaknya (track recordnya) dan bahkan mendapat gelar Al Amin atau orang yang bisa dipercaya, tidak pernah bohong, tidak pernah ingkar dan seterusnya. Bandingkan dengan Musa AS. Ketika Allah mengutus Musa untuk berdakwa kembali ke Mesir, maka Musa berkata Ya Allah aku pernah berdosa kepada orang Mesir karena pernah membunuh orang di sana, sekarang Engkau mengutus aku kembali ke Mesir, jangan-jangan aku akan dibunuh nanti disana.

Berikutnya, jika Rasulullah memiliki sahabat-sahabat terbaik. Mulai Abubakar Assidiq, Umar Bin Khattab, Utsman Bin Affan, Ali Bin Abi Thalib dan banyak sahabat-sahabat terbaik lainnya. Bandingkan dengan Nabi Musa AS dengan kaum Bani Israilnya, dengan tongkat bisa menjadi ular, dengan tangan yang bercahaya, dengan negeri Mesir yang berulang kali ditimpa bencana lalu didoakan Nabi Musa untuk menjadi negeri yang tenang, Firaun ditenggelamkan dan seterusnya.

Sudah begitu banyaknya Nabi Musa menolong kaum Bani Israil. Namun mereka tetap menghina dan tidak mau menerima Musa sebagai utusan Allah. Mereka berkata, wahai Musa kami tidak terima jika makanannya hanya satu, mintakan Tuhanmu makanan untuk kami, dan berdoalah kepada Tuhanmu agar bisa memenuhi keinginan kami.

Ketika Musa mengajak kaumnya untuk berperang untuk sebuah negeri yang dijanjikan kepada mereka, tetapi kaum Bani Israil malah berkata, wahai Musa pergilah bedua dengan tuhanmu untuk berperang, kami hanya akan duduk-duduk disini menunggumu.

Dari penggalan cerita-cerita tadi, menunjukkan kepada kita bahwa Musa AS. memiliki batin yang kokoh. Musa pernah berlari dari Mesir begitu jauh sampai ke negeri Madian, dan dalam kondisi lelah, lapar dan haus yang begitu memuncak, Nabi Musa melihat sekelompok orang memberikan minum kepada ternak-ternak mereka, sementara di tempat yang sama ada dua orang gadis yang menahan-nahan ternaknya untuk tidak ikut minum.

Nabi Musa bertanya kenapa anda berbuat seperti itu, bukankah ternakmu juga kehausan. Perempuan tadi menjawab, kami punya orang tua yang usianya sudah sangat tua, kami hanya ingin menjaga kehormatan kami untuk tidak bercampur dengan orang-orang lain yang juga mengembalakan ternaknya. Biarkan ternak mereka puas meminum, barulah ternak kami. Mendengar hal tersebut, Musa berkata biarkan saya yang memberikan minum untuk ternak kalian. Lalu Musa menyingkirkan sebuah batu besar yang akhirnya keluarlah sumber air deras di balik tersebut.

Belum sempat menngucapkan terima kasih, kedua perempuan tadi langsung pergi. Nabi Musa terduduk di bawah pohon lalu menengadahkan tangan berdoa dan memohon (mengemis) kepada Allah. Mengemisnya di langit bermanisnya di bumi.

Apa manisnya untuk Musa?. Nanti kedua gadis tadi melaporkan kepada ayahnya, bahwa ada orang yang sangat pantas dipilih sebagai pengembala yang kuat dan tangguh. Apakah kuatnya Musa karena menonjok orang langsung orang tersebut mati, atau yang kuatnya Musa lari begitu jauh dari Mesir ke Madian, atau mengangkat sebuah batu besar untuk keluarnya mata air.

Menurut para ulama, kuatnya Nabi Musa dan orang disebut kuat itu bukan seperti itu. Nabi Musa dianggap kuat karena disaat ia sangat membutuhkan pertolongan, pada saat yang sama ia masih sanggup menawarkan bantuan ke orang lain. Itulah orang kuat.

Ini sangat berbeda dengan kita. Hanya karena lapar saja, orang baik bisa menjadi jahat, orang baik berubah menjadi jutek, dari yang biasanya baik jadi reseh, dari yang biasanya baik menjadi songong. Kenapa bisa seperti itu?, karena iman kita belum kokoh, iman kita belum kuat.

Nabi Musa tidak pernah mengaharapkan belas kasihan, tidak pernah bergantung kepada orang lain, dan tidak pernah berharap belas kasih dan ucapan terima kasih dari orang yang ditolongnya.

Musa hanya berharap kepada Allah, Musa hanya meminta dan mengemis kepada Allah Dan itulah sesungguhnya orang-orang yang kuat tersebut.

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, nusantara, Tips Ditag dengan:Bermanis di Bumi, Mengemis di Langit, Muhammad SAW, Muhasabah Pagi, Musa AS, Salim A. Fillah

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

Lainnya

Seleksi JPT Pratama Surabaya Berlanjut, Wali Kota Eri Dorong Pejabat yang Inovatif

27 November 2025 By admin

Pemerintah Gelar Rapat Darurat Tangani Bencana Hidrometeorologi di Sumatera

27 November 2025 By admin

JKSN Gelar Istighosah Doakan Penguatan Kepemimpinan NU

27 November 2025 By admin

Gimenez Antar Atletico Bekuk Inter 2-1 Lewat Gol Menit Akhir

27 November 2025 By admin

Surabaya Gelar Job Fair Disabilitas Perdana, Sediakan 285 Lowongan

26 November 2025 By admin

Erick Thohir: Pemilihan Pelatih Timnas Masih dalam Proses

26 November 2025 By admin

Leverkusen Tundukkan Man City 2-0 di Etihad

26 November 2025 By admin

Sarapan Terlambat Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Penyakit Jantung

26 November 2025 By admin

Lebih dari 700 Peserta Meriahkan Parade SFF 2025 di Kota Lama Surabaya

25 November 2025 By admin

Pelunasan Haji Tahap Pertama Dibuka hingga 23 Desember

25 November 2025 By admin

MUI Tetapkan Fatwa Rekening Dormant untuk Kemaslahatan Umum

25 November 2025 By admin

Ibadah di Antara Dua Notifikasi: Ketika Teknologi Menguji Kekhusyukan Kita

24 November 2025 By admin

Gol Tunggal Pulisic Menangkan AC Milan dalam Derby della Madonnina

24 November 2025 By admin

Arteta Puji Hattrick Eze: “Itu Buah Kerja Keras, Bukan Kebetulan

24 November 2025 By admin

Legenda Kiper Timnas Ronny Pasla Tutup Usia

24 November 2025 By admin

Mentan Tegaskan Percepatan Swasembada dan Tindak Tegas Impor Beras Ilegal

24 November 2025 By admin

KH Anwar Iskandar Terpilih Pimpin MUI 2025–2030

23 November 2025 By admin

Dua Gol Barnes Bungkam Manchester City 2-1

23 November 2025 By admin

PWI–Polri Gelar Anugerah Jurnalistik Sambut HPN 2026

23 November 2025 By admin

Barcelona Libas Bilbao 4-0 di Camp Nou

23 November 2025 By admin

Gus Yahya Tanggapi Isu Pemakzulan di Tengah Rakor PWNU

23 November 2025 By admin

Lalampa Toboli: Aroma Kampung Halaman yang Kini Dilindungi Negara

22 November 2025 By admin

Kemenangan Fátima Bosch di Miss Universe 2025 Simbol Perjuangan Perempuan Meksiko

22 November 2025 By admin

Kuasa Hukum Tegaskan Nadiem Tak Terlibat Kasus Google Cloud

22 November 2025 By admin

Flick Terbuka Latih Messi Jika Pulang ke Barcelona

22 November 2025 By admin

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
« Okt    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Teknologi Digital Dinilai Perkuat Normalisasi Kekerasan dan Dorong Radikalisasi Anak
  • Turki Kecam Serangan Israel ke Suriah sebagai Pelanggaran Kedaulatan
  • Arsenal Tertekan, Persaingan Gelar Masih Terbuka Lebar
  • Iran Boikot Undian Piala Dunia 2026 Gara-Gara Visa AS
  • Polri dan TNI AD Kerahkan Bantuan dan Helikopter untuk Penanganan Bencana di Sumatera

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2025 ·Triger.id. All Right Reserved.