• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Perbedaan Mendasar UTBK Tahun ini;  Perhatikan Baik-baik Jenis dan Komponen Tesnya

2 Mei 2023 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi gelaran UTBK 2022. Foto: Humas Unesa

Surabaya (Trigger.id) – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) mulai diselenggarakan pada 8-14 Maret untuk gelombang pertama dan 22-28 Mei untuk gelombang kedua. Artinya masih ada waktu untuk persiapan bagi para peserta UTBK.

Kepala Sub-Direktorat Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr. Sukarmin, M.Pd., berpesan kepada pendaftar untuk belajar dan latihan menjawab soal.

Selain itu, peserta juga harus memahami perbedaan mendasar skema UTBK tahun ini dengan seleksi tahun lalu. Selain perbedaan istilah dan penyelenggara tes, Sukarmin membeberkan sejumlah perbedaan lain yang perlu dimengerti peserta UTBK.

Pertama, istilah soshum (sosial dan humaniora) dan saintek (sains dan teknologi) yang digunakan tahun lalu sudah tidak digunakan tahun ini. Dengan kata lain, semua siswa punya kesempatan yang sama dan peluang sama dengan tes yang sama untuk masuk di prodi dan perguruan tinggi impiannya.

Kedua, Tes Potensi Akademik (TPA) sudah tidak digunakan tahun ini. Adapun materi tes tahun ini yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) untuk menguji kemampuan berpikir peserta yaitu kemampuan untuk memahami dan bernalar yang diperlukan untuk seseorang dapat berhasil dalam pendidikan formal, khususnya pendidikan tinggi. Kemampuan ini berkembang melalui proses belajar dan pengalaman-pengalaman di sekolah maupun di luar sekolah.

Tes Potensi Skolastik (TPS) terdiri dari empat komponen yaitu; 1) Penalaran Umum, 2) Pemahaman Bacaan dan Menulis, 3) Pengetahuan dan Pemahaman Umum, 4) Pengetahuan Kuantitatif. Sukarmin menjabarkan, masing-masing komponen tes tersebut.

1. Komponen tes Penalaran Umum dimaksudkan untuk mengukur kemampuan peserta dalam memecahkan masalah baru menggunakan prosedur tertentu. Tantangan komponen tes ini yaitu tidak dapat diselesaikan hanya dengan menggunakan kebiasaan-kebiasaan yang sudah dipelajari sebelumnya. Karena itu perlu latihan.

Peserta harus memperhatikan bahwa tes komponen Penalaran Umum ini terdiri dari tiga sub-komponen yaitu 1) penalaran induktif atau kemampuan untuk mengamati fakta-fakta atau kejadian-kejadian untuk menemukan prinsip-prinsip atau aturan-aturan yang mendasarinya. 2) kemampuan berpikir deduktif yaitu kemampuan peserta untuk bernalar secara logis menggunakan premis dan prinsip yang telah diketahui sebelumnya.

Sub komponen selanjutnya, 3) kemampuan menggunakan angka-angka atau penalaran kuantitatif berkaitan dengan matematika sederhana, yang melibatkan penggunaan operator aritmatika dasar seperti penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

2. Komponen tes Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU). Tes ini untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami dan mengkomunikasikan pengetahuan yang dianggap penting di lingkungan budaya Indonesia terutama keterampilan dalam berbahasa, menggunakan kata, dan keluasan serta kedalaman pengetahuan umum. Pengetahuan praktis tentang bahasa, informasi, dan konsep-konsep khusus yang berbasis verbal dan kebahasaan juga termasuk dalam kemampuan ini.

3. Komponen tes Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis sekumpulan pengetahuan yang meliputi kemampuan dasar dalam membaca, kelancaran membaca, dan keterampilan menulis yang diperlukan untuk memahami bahasa tulis dan ekspresi pikiran melalui tulisan. Kemampuan ini mencakup kemampuan dasar dan yang lebih kompleks memahami wacana tertulis dan menulis cerita.

4. Komponen tes Pengetahuan Kuantitatif meliputi kedalaman dan luasnya pengetahuan tentang matematika, yang diperoleh melalui pembelajaran dan mewakili kemampuan untuk menggunakan informasi kuantitatif dan memanipulasi simbol atau angka. Kemampuan ini mencakup pengetahuan mengenai perhitungan, pemecahan masalah dan pengetahuan umum matematika.

Sukarmin menegaskan, pengetahuan kuantitatif berbeda dengan penalaran kuantitatif. Secara umum, pengetahuan kuantitatif merupakan sekumpulan pengetahuan matematika termasuk kemampuan untuk melakukan perhitungan matematika. Sementara penalaran kuantitatif lebih mengarah pada kemampuan untuk menalar secara induktif dan deduktif dalam memecahkan masalah berupa angka.

Selain TPS, UTBK 2023 juga memiliki komponen tes literasi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tes ini berfokus pada literasi membaca atau kemampuan peserta dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merenungkan dan berinteraksi secara aktif dan berkelanjutan dengan teks untuk mencapai tujuan, mengembangkan pengetahuan dan potensi. Ada dua tolak ukur utama peserta dalam membaca dan membangun makna bacaan yaitu, kompetensi kebahasaan dan strategi kognitif.

Dalam tes literasi juga sub komponen penalaran matematika. Secara operasional aspek penalaran ditunjukkan dengan pengalaman individu dalam menyelesaikan masalah-masalah matematis di berbagai konteks atau hal-hal yang membatasi cara meninjau permasalahan tersebut. Ada dua hal yang ditekankan dalam penalaran matematika, yaitu penggunaan konsep matematika dalam mengatasi masalah dalam sebuah konteks dan penggunaan pengalaman di dalam kelas untuk mengatasi masalah.

Ditegaskan Sukarmin bahwa materi soal tahun ini dibuat sama apakah itu untuk peserta yang ketika SLTA dari IPA, IPS atau bahasa atau bahkan dari SMK teknik. “Semua bobot soalnya sama,” ucap Sukarmin di UNESA pada Rabu, 19 April 2023.

Atas berbagai perubahan sistem UTBK tersebut, Sukarmin sekali lagi menghimbau kepada peserta untuk belajar dan latihan menjawab soal-soal. Agar latihannya fokus ke materi yang akan dites, peserta bisa latihan menggunakan website yang disediakan panitia pusat, https://framework-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/.

Pada website latihan soal tersebut, dijelaskan semua bagian-bagian tes termasuk sub-materi yang akan dites di UTBK. Pun masing-masing sub-tes ada contoh atau jenis soalnya untuk latihan yang bisa dikerjakan dalam durasi tertentu. Agar maksimal, sebaiknya perlu juga mengelaborasi kemampuan dengan latihan soal-soal sejenis di samping latihan lewat framework tersebut. “Selamat berjuang adik-adk sekalian, semoga hasilnya maksimal dan sesuai harapan,” ucap Sukarmin. (uns/ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, nusantara, Tips, update Ditag dengan:Komponen Soal UTBK, Soshum dan Saintek, Sukarmin, Unesa, UTBK 2023

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Ketika Kebaikan Terlupakan: Ujian Sabar dari Seorang Office Boy

19 Februari 2026 By admin

Inter Takluk 1-3 di Kandang Bodo/Glimt

19 Februari 2026 By admin

Takjil dan Iftar: Memahami Makna dan Adab Berbuka Puasa

18 Februari 2026 By admin

Delapan Negara Kecam Klaim Israel di Tepi Barat

18 Februari 2026 By admin

Cahaya dari Berbagai Penjuru: Tradisi Dunia Menyambut Ramadhan

18 Februari 2026 By admin

Trump dan Carney Sampaikan Ucapan Ramadhan, Tegaskan Kebebasan Beragama

18 Februari 2026 By admin

Muhammadiyah Tetapkan Ramadhan 18 Februari, NU Tunggu Isbat Pemerintah

17 Februari 2026 By admin

Jadwal Playoff UCL: Madrid Tandang ke Benfica, Derbi Prancis Tersaji

17 Februari 2026 By admin

Mourinho: Madrid Terluka Kian Berbahaya

17 Februari 2026 By admin

BPKH Dorong Indonesia Kuasai Ekonomi Haji Global

17 Februari 2026 By admin

Lonjakan Gula Darah Usai Makan Tingkatkan Risiko Alzheimer

16 Februari 2026 By admin

Tradisi Nusantara Menyambut Ramadhan: Dari Megengan hingga Meugang

16 Februari 2026 By admin

Pemerintah Indonesia Siapkan Kampung Haji di Makkah

16 Februari 2026 By admin

Trump: BoP Siapkan Dana $5 Miliar untuk Gaza

16 Februari 2026 By admin

PBB Tegaskan Greenland Tetap Wilayah Denmark

22 Januari 2026 By admin

OTT KPK dan Darurat Integritas Kepala Daerah

21 Januari 2026 By admin

Prabowo Rencanakan Bangun 10 Kampus Baru

21 Januari 2026 By admin

Liga Champions 2026, Madrid Hajar Monaco 6-1

21 Januari 2026 By admin

KPK Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati, Tarif Capai Rp225 Juta

21 Januari 2026 By admin

KPK Tetapkan Tersangka Usai OTT Wali Kota Madiun

20 Januari 2026 By admin

KPK OTT Bupati Pati Sudewo

20 Januari 2026 By admin

Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 21 Orang

19 Januari 2026 By admin

John Herdman Sebut Timnas Indonesia sebagai “Garuda Baru”

19 Januari 2026 By admin

Mengapa Batuk Tak Kunjung Sembuh?, Begini Penjelasannya

19 Januari 2026 By admin

Pemerintah Kembalikan TKD Aceh, Sumut, dan Sumbar

19 Januari 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Kesiapan Lebaran 2026 di Jawa Timur Dimatangkan
  • Masjid Bungkuk Singosari, Saksi Sunyi Perjuangan Sejak Era Diponegoro
  • Persebaya Bidik Kemenangan di Jepara
  • Menlu: TNI di Gaza Fokus Misi Kemanusiaan
  • Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.