• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Yin-Yang” Ala Zarof Ricar

2 November 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Ari Baskoro*

Hampir semua kompartemen biologi tubuh manusia, diciptakan Tuhan dalam bentuk keseimbangan yang “sempurna”. Misalnya denyut jantung. Ada dua sistem saraf yang bisa mengendalikannya secara otonom, antara pemacu dan yang memperlambat ritme jantung. Kedua sistem itu saling terhubung secara dinamis antara satu dengan lainnya. Apabila interaksinya dalam kondisi berimbang sesuai porsi yang tepat, menghasilkan dinamika yang fisiologis. Tetapi apabila salah satu unsur mendominasi lainnya, berisiko memantik timbulnya penyakit.

Contoh lainnya adalah endotel. Lapisan terdalam pembuluh darah itu, memainkan peran sentral membentuk keseimbangan. Bisa memodulasi konstriksi, tapi sebaliknya dapat menginduksi dilatasi pembuluh darah. Apabila endotel mengalami disfungsi, berpotensi memicu berbagai penyakit vaskuler.

Demikian pula dalam persoalan “penyakit moral”. Sirkuit susunan saraf pusat (SSP), berperan penting mengendalikannya. Sejak manusia dilahirkan, SSP berkembang secara dinamis dalam keadaan yang berimbang. Induksi lingkungan merupakan faktor yang dapat menggeser neraca keseimbangannya. Pasalnya, sifat koruptif dapat “ditularkan” melalui contoh dan imitasi. Ketika seseorang melihat perilaku buruk tersebut dapat diterima masyarakat, maka tindakan tidak etis itu bisa berubah menjadi norma.

“Yin-Yang”

Dalam konsep filosofi Tionghoa, ada dua unsur “kekuatan” yang berlawanan, tapi juga saling berinteraksi dan memengaruhi. Banyak interpretasi terkait imaji tersebut yang dilambangkan dengan simbol Tajitu. Ada area warna hitam dan putih pada simbol itu, dalam pola dan bagian yang ekuivalen. “Yin” dan “Yang”, sering dikaitkan dengan sifat dasar manusia yang “baik” dan “jahat”. Sifat “baik” sering diasosiasikan sebagai “elemen putih”. Sebaliknya, “hitam” dikonotasikan dengan watak “buruk”. Misalnya soal kejahatan moral. Dalam bentuk kolusi, korupsi, ataupun penyuapan, merupakan corak disfungsi keseimbangan antara “Yin” dan “Yang”.

Mungkin kasus Zarof Ricar (ZR), bisa mewakili fenomena “hitam” terkini yang menghebohkan. Di satu sisi, ZR ingin menggambarkan sosok ideal seorang hakim dalam memperjuangkan keadilan melalui suatu film. Ironisnya pada saat film “Sang Pengadil” sedang tayang, ZR sebagai produser film itu ditangkap. Disinyalir mantan pejabat Mahkamah Agung tersebut, terlibat sebagai makelar kasus Ronald Tannur.

Korupsi

Korupsi merupakan salah satu masalah sosial yang kompleks. Bisa terjadi di negara mana pun juga. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia menurun, dibandingkan tahun sebelumnya. Data yang dirilis Juli 2024, menempatkan negara kita di angka 3,85. Indeks itu merosot dibanding capaian tahun 2023 yang sebesar 3,92. Nilai mendekati lima, menunjukkan masyarakat berperilaku semakin anti korupsi. Sebaliknya nilai indeks mengarah pada angka nol, menunjukkan perilaku masyarakat yang semakin permisif terhadap korupsi. Di level internasional, Indonesia menempati peringkat ke-115 dari 180 negara yang disurvei. Denmark menduduki peringkat pertama sebagai negara anti korupsi di dunia. Sebaliknya Somalia menempati peringkat terburuk.

Salah satu bentuk korupsi yang paling umum adalah penyuapan. Itu terjadi dalam konteks keterlibatan antara dua pihak atau lebih. Di satu pihak adalah pemegang kekuasaan. Di pihak lainnya adalah pemberi suap. Sebagai imbalannya, pemegang kekuasaan diharapkan membuat suatu keputusan yang menguntungkan pemberi suap. Secara tersirat, hasil keputusan itu akan merugikan kepentingan pihak ketiga.

Efek korupsi sangat merugikan berbagai kepentingan masyarakat luas. Karena implikasi sosialnya yang luar biasa, tindak korupsi telah banyak diteliti secara ekstensif selama beberapa dekade terakhir ini. Utamanya dari sudut pandang ilmu politik, hukum, sosiologi, ekonomi, ataupun sisi kejiwaan pelakunya. Tetapi belum banyak riset yang meneliti dari aspek medis.

Riset medis

Bagian otak yang disebut ventral insula anterior akan mengalami penguatan sinyal, ketika norma moral dan sosial dilanggar. Hal yang sama bisa terdeteksi ketika seseorang berupaya melakukan penipuan/kebohongan, untuk mendapatkan suatu keuntungan haram. Beban moral berkolusi dengan penyuap, memicu sinyal afektif negatif, karena melanggar prinsip kejujuran. Di lain pihak, bagian otak yang disebut temporoparietal junction, berperan sebaliknya. Struktur tersebut berkontribusi menyeimbangkan kepentingan pribadi dan kesejahteraan orang lain. Sinyal area itu akan lebih aktif, apabila individu tersebut memutuskan pilihan yang bermurah hati, dibanding pilihan yang sifatnya egois. Misalnya dalam bentuk memberikan amal sumbangan pada orang lain yang membutuhkan. Masih ada beberapa bagian otak manusia yang memiliki peran “Yin” dan “Yang”, kini sedang intensif diteliti para ahli.

Pada dasarnya riset ilmiah berusaha mengungkap, apakah jalur “hitam” pada otak manusia dapat dimodifikasi dengan pengobatan. Telah dipahami bahwa peran psikiater atau psikolog, merupakan upaya membangun peran “putih” otak, atau menekan jalur “hitam” melalui psikoterapi. Hal yang sama telah dilakukan pula oleh para agamawan.

Apakah film “Sang Pengadil” merupakan upaya kamuflase atau pencitraan sang produser ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

—000—

*Penulis:

  • Staf pengajar senior di Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
  • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
  • Penulis buku:
    – Serial Kajian COVID-19 (tiga seri)
    – Serba-serbi Obrolan Medis
    – Catatan Harian Seorang Dokter
Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update, wawasan Ditag dengan:Ari Baskoro, hakim, kesehatan, Kompartemen Biologi, Korupsi, Yin-Yang, Zarof Ricar

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Hari Pertama Ngantor PBNU, Gus Kikin Bertemu Dubes Arab Saudi dan BSI

5 September 2026 By admin

Nogogeni ITS Siapkan 2 Mobil Hemat Energi

5 September 2026 By admin

Inter Milan vs Napoli: Duel Panas Papan Atas Serie A di San Siro

5 September 2026 By admin

P-APBD Jatim 2026 Disepakati, Anggaran Rp29,9 Triliun Difokuskan untuk Kesejahteraan Warga

5 September 2026 By admin

Zulhas Dorong Sekolah Tiru Kelola Sampah Pesantren.

4 September 2026 By admin

4 Makanan Ini Jangan Terlalu Sering Jadi Menu Sarapan

4 September 2026 By admin

190 Satwa Liar Batal Diperdagangkan

4 September 2026 By admin

BGN Suspend SPPG Sidoarjo Selama 30 Hari

3 September 2026 By admin

FIFA ASEAN Cup 2026, Ujian Timnas Jaga Tren Positif Ranking Dunia

3 September 2026 By admin

4 Kura-Kura Aldabra Asal Jepang Koleksi Perdana KBS

2 September 2026 By admin

BBM Nonsubsidi Naik Per 1 September 2026.

1 September 2026 By admin

Dua Dekade Bersama Argentina, Lionel Messi Akhiri Perjalanan di Tim Nasional

1 September 2026 By admin

DPR Setujui Destry, Aida dan Solikin Pimpin BI

1 September 2026 By admin

Ahli Pemerintah: Pasal Pidana Umrah Bertujuan Lindungi Jamaah, Bukan Batasi Ibadah

1 September 2026 By admin

Prabowo Terima Kartanu Saat Menutup Muktamar NU.

31 Agustus 2026 By admin

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa 5 Provinsi Termasuk Jatim

31 Agustus 2026 By admin

KH Miftachul Akhyar Rois Aam, Gus Kikin Ketum PBNU 2026-2031

31 Agustus 2026 By admin

Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031, Ditetapkan Lewat Musyawarah AHWA

31 Agustus 2026 By admin

Bruno Fernandes Menggila! Hattrick Antar MU Pesta Gol 5-2 atas Ipswich

31 Agustus 2026 By admin

Arab Saudi Gaspol Revolusi Layanan Haji dan Umrah

31 Agustus 2026 By admin

Miftahul Akhyar Kembali Dipercaya Jadi Rais Am PBNU 2026-2031

31 Agustus 2026 By admin

Calhanoglu Jadi Pahlawan, Inter Milan Kuasai Puncak Serie A Usai Bungkam Cagliari

31 Agustus 2026 By admin

Pemilihan Ketum PBNU Diserahkan 9 Anggota AHWA

30 Agustus 2026 By admin

KomdigiTerbitkan SE, Opsel Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

30 Agustus 2026 By admin

Inovasi Ampas Kopi Jadi Obat Kumur Lansia

30 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Ketika Wawali Mendemo Pemerintahan Sendiri, Ada Apa Kota Blitar?
  • Kopi Kalibaru Banyuwangi Masuk Papan Atas JCW 2026
  • 3.283 Warga Surabaya Sanggah Desil, Dinsos Verifikasi Data
  • KAI Tambah 1.032 Kursi Tujuan Jakarta Imbas Erupsi Anak Krakatau
  • Abu Anak Krakatau Berpotensi Ganggu Kesehatan, Jangan Ke Luar Rumah

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.