
London (Trigger.id) – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan terlibat dalam serangan udara terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataannya di hadapan parlemen, ia menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang disengaja demi mengutamakan kepentingan nasional Inggris serta mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Starmer mengatakan bahwa Inggris tidak ambil bagian dalam gelombang awal serangan dan memilih mendorong solusi melalui negosiasi. Menurutnya, keputusan itu didasarkan pada prinsip membela sekutu lama serta melindungi keselamatan warga negara Inggris.
Ia juga menanggapi kritik dari Presiden AS Donald Trump yang dilaporkan kecewa karena Inggris dinilai lambat memberi akses pangkalan militer. Starmer menegaskan bahwa sebagai perdana menteri, tugas utamanya adalah menentukan kebijakan yang paling sesuai dengan kepentingan nasional Inggris, dan ia tetap pada keputusannya.
Meski tidak terlibat dalam serangan awal, Starmer mengakui bahwa respons Iran telah berkembang menjadi ancaman serius bagi kepentingan dan warga Inggris. Ia menyebut sekitar 200 ribu warga Inggris berada di kawasan Timur Tengah, sehingga situasi keamanan menjadi perhatian utama.
Starmer juga menyinggung serangan yang berdampak pada pasukan Inggris di kawasan tersebut. Sebuah pangkalan militer di Bahrain dilaporkan terkena serangan Iran pada Sabtu, dengan sekitar 300 personel berada tidak jauh dari lokasi ledakan. Selain itu, serangan drone juga terjadi di RAF Akrotiri, Siprus, namun tidak menimbulkan korban.
Ia menegaskan bahwa pangkalan Inggris di Siprus tidak digunakan oleh pesawat pengebom Amerika Serikat. Menurut penilaian pemerintah Inggris, serangan drone itu diluncurkan sebelum pengumuman resmi keputusan Inggris untuk tidak terlibat dalam operasi ofensif. (ori)



Tinggalkan Balasan