
Ottawa (Trigger.id) – Aroma rempah itu menyambut sejak langkah pertama memasuki ruang acara di Ottawa, Kanada. Di antara deretan booth dari berbagai negara, satu sudut tampak paling ramai—warna-warni kain, ornamen budaya, dan tentu saja, sajian khas Nusantara yang menggoda selera. Di sanalah Indonesia mencuri perhatian.
Melalui partisipasi KBRI Ottawa dalam ajang Y Embassy Chef Showcase 2026, kuliner Indonesia bukan sekadar hadir—ia tampil memikat, bahkan mendominasi.
Malam itu, Indonesia tidak pulang dengan tangan kosong. Tiga penghargaan utama berhasil diraih sekaligus: Best Dressed Booth, Best Beverage, dan People’s Choice. Tak hanya itu, Indonesia juga dinobatkan sebagai runner-up kategori Judges’ Choice, bersanding dengan Ethiopia dan Filipina yang meraih nilai tertinggi dari dewan juri.
Dari total 15 negara peserta, Indonesia menjadi yang paling bersinar malam itu.
Di balik gemerlap penghargaan, kekuatan utama Indonesia terletak pada cita rasa yang autentik. Pengunjung dibuat terpikat oleh nasi kuning yang harum, rendang khas Minangkabau yang kaya rempah, hingga kue talam dan srikaya Palembang yang lembut di lidah. Setiap hidangan seperti membawa cerita—tentang tradisi, tentang rumah, tentang kekayaan budaya yang tak habis digali.
Booth Indonesia pun tak kalah memukau. Dengan sentuhan estetika khas Nusantara, penataan ruang menjadi daya tarik tersendiri hingga berhasil merebut gelar Best Dressed Booth. Sementara penghargaan People’s Choice—yang ditentukan langsung oleh pengunjung—menjadi bukti nyata bahwa kuliner Indonesia mampu menembus selera internasional.
Sekitar 500 tamu dari kalangan diplomatik, profesional, hingga media memadati acara yang digelar oleh YMCA of the National Capital Region ini. Suasana hangat musim semi berpadu dengan semarak keberagaman budaya, menjadikan malam itu lebih dari sekadar kompetisi—ia adalah perayaan.
Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, tak menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, pencapaian ini bukan hanya soal kemenangan, melainkan hasil dari kolaborasi erat antara KBRI dan diaspora Indonesia di Ottawa.
Lebih jauh, ia melihat keberhasilan ini sebagai jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan dunia. “Upaya ini pada akhirnya akan mendorong meningkatnya jumlah wisatawan Kanada ke Indonesia,” ungkapnya, mengingat tren kunjungan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Apresiasi juga datang dari ketua dewan juri, Margaret Dickenson, yang secara terbuka memuji dominasi Indonesia. Bagi sosok yang dikenal sebagai penulis buku masak internasional itu, kemenangan Indonesia bukan hanya soal teknik memasak, tetapi juga pengalaman rasa yang menyentuh sisi personal.
Namun, Y Embassy Chef Showcase bukan sekadar ajang adu cita rasa. Sejak awal, acara ini dirancang sebagai ruang pertemuan budaya dan solidaritas. Seluruh hasil penjualan tiket—yang mencapai 150 dolar Kanada per orang—disalurkan untuk program sosial, mulai dari layanan bagi pendatang baru hingga dukungan ketenagakerjaan di wilayah Ottawa.
Tahun ini, lebih dari 59.000 dolar Kanada berhasil dikumpulkan, melampaui capaian tahun sebelumnya. Sebuah bukti bahwa dari meja makan, lahir pula kepedulian.
Di tengah dunia yang semakin terhubung, kuliner menjadi bahasa yang paling mudah dipahami. Dan malam itu, Indonesia berbicara dengan sangat fasih—melalui rasa, aroma, dan kehangatan.
Dari sepiring nasi kuning hingga suapan rendang, Indonesia tidak hanya memenangkan penghargaan. Ia memenangkan hati. (ori)



Tinggalkan Balasan