
Moskow (Trigger.id) – Keir Starmer menyatakan bahwa Inggris bersama Prancis akan memimpin misi militer multinasional guna menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, segera setelah situasi dinilai kondusif.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Starmer mengikuti konferensi tingkat tinggi (KTT) internasional terkait keamanan maritim yang digelar oleh Prancis dan dihadiri perwakilan dari 49 negara.
Menurut Starmer, misi ini bersifat defensif dan bertujuan menjaga kebebasan navigasi, termasuk memastikan jalur perdagangan tetap aman serta mendukung upaya pembersihan ranjau di kawasan tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa lebih dari selusin negara telah menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dengan mengirimkan peralatan militer, menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata berkelanjutan antara Iran dan Amerika Serikat.
Selain itu, Starmer mengundang negara-negara lain untuk turut serta dalam misi ini. Pertemuan lanjutan antar perwakilan kementerian pertahanan dari negara-negara peserta dijadwalkan berlangsung pekan depan di London.
Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz harus segera dibuka kembali tanpa adanya pungutan atau pembatasan bagi kapal-kapal yang melintas.
Sebelumnya, pada 13 April, Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan mulai melakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang keluar-masuk pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz. Jalur strategis ini diketahui menjadi lintasan sekitar 20 persen distribusi minyak dunia serta gas alam cair.
Meski demikian, Washington tetap mengizinkan kapal non-Iran untuk melintas, dengan syarat tidak melakukan pembayaran pungutan kepada pihak Teheran.. (ian)



Tinggalkan Balasan