
Jakarta (Trigger.id) – Kementerian Sosial memperluas akses pendidikan gratis melalui program Sekolah Rakyat yang kini telah menjangkau lebih dari 44.000 anak dari keluarga miskin pada jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan sekaligus memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak memperoleh pendidikan ayak dan berkualitas.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensos Devi Deliani mengatakan perluasan program Sekolah Rakyat merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Program ini menjangkau 182 sekolah, melonjak signifikan dari 166 titik dan lebih dari 14.700 peserta didik di tahun pertama. Ini adalah komitmen negara untuk terus memperluas jangkauan agar anak-anak yang selama ini tidak tertampung bisa kembali duduk di bangku sekolah,” kata Devi dikutip dari laman LKBN Antara, Sabtu (19/9).
Menurut dia, program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah peserta didik, tetapi juga memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Untuk menjaga ketepatan sasaran, proses penentuan penerima manfaat dilakukan dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Setiap peserta didik didata berdasarkan nama dan alamat sehingga bantuan dapat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.
“Setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dengan sistem ini, bantuan negara dipastikan sampai tepat pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas,” ujarnya.
Selain memperluas jumlah peserta didik, pemerintah juga mempercepat penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang permanen.
Hingga saat ini, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat telah rampung di 93 lokasi dan mulai beroperasi secara penuh secara bertahap sejak pertengahan Juli hingga awal September 2026. (wah)



Tinggalkan Balasan