
Jakarta (Trigger.id) – Fenomena sound horeg yang menggunakan perangkat pengeras suara berintensitas sangat tinggi tidak hanya berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan tubuh.
Sebab suara ekstrem keras dapat memicu peningkatan denyut jantung hingga tekanan darah.Dokter spesialis THT-KL subspesialis Neurotologi, Dr. dr. Fikri Mirza Putranto, Sp.THT-KL, Sub.NO(K), mengatakan suara yang dihasilkan sound horeg dapat melampaui ambang nyeri pendengaran.
Kondisi tersebut membuat tubuh memberikan respons fisiologis terhadap paparan suara dengan intensitas tinggi.“Suara yang dihasilkan sound horeg melebihi ambang nyeri akibat suara. Hal ini akan direspons badan sebagai peningkatan denyut jantung sampai peningkatan tekanan darah,” kata Fikri dikutip dari laman LKBN Antara, Jumat (18/9).
Menurut Fikri, respons tubuh terkadang tidak langsung dirasakan karena paparan suara dan getaran yang kuat juga dapat memberikan sensasi menyenangkan dalam waktu singkat. Musik dengan volume tinggi dan getaran yang dihasilkan pengeras suara dapat mendorong seseorang bergoyang sekaligus memberikan efek psikologis seolah terlepas dari lingkungan sekitar.
Sensasi tersebut, lanjut dia, dapat membuat seseorang ingin kembali mendapatkan pengalaman serupa secara berulang. Karena itu, paparan suara dengan intensitas sangat tinggi berpotensi menjadi kebiasaan yang terus dicari demi memperoleh sensasi yang sama.Fikri yang juga mengajar pada Kelompok Staf Medis THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia–Rumah Sakit Universitas Indonesia menjelaskan sound horeg dapat dikategorikan sebagai suara ekstrem keras.
Berdasarkan pengukuran yang disampaikan Fikri, tingkat suara sound horeg dapat mencapai lebih dari 110 desibel (dB) pada jarak satu meter dari sumber pengeras suara.Perangkat yang digunakan diperkirakan menghasilkan frekuensi rendah atau sub-bass pada kisaran 30–70 Hz.Kombinasi antara intensitas suara yang sangat tinggi dan frekuensi rendah tersebut tidak hanya merangsang organ pendengaran.
Menurut Fikri, getaran suara juga dapat memengaruhi sistem keseimbangan tubuh.Frekuensi rendah dengan intensitas tinggi juga mampu menghasilkan perpindahan udara yang cukup kuat. “Akibatnya, benda-benda di sekitar sumber suara dapat ikut bergetar,” pungkasnya. (wah)



Tinggalkan Balasan