• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Ibadah Umroh dan Kelangkaan Vaksin Meningitis

1 Oktober 2022 by isa Tinggalkan Komentar

Ilustrasi vaksin meningitis. Foto: E-katalog lkpp.go.id

Surabaya (Trigger.id) – Ibadah Haji dan Umroh menuju TanahSuci, menjadi dambaan setiap muslim. Tidak hanya di Indonesia, semua umat muslim dari seluruh duniapasti berharap suatu saat dapat menunaikannya.

Pasca dibukanya kembali layanan Haji dan Umroh, animo umat muslimmenujuTanah Suci meningkat pesat. Penyelenggaraan ibadah Haji 1443 Hijriah padabulan Juli 2022 yang baru saja berlalu, dinilai sukses.

Secara umum, angka mortalitas dan morbiditas jamaah, dapat ditekan. Walaupun “hanya” sebanyak 100.051orang yang akhirnya diberangkatkan, serta diberlakukannya pembatasan usia di bawah 65 tahun, tidak ada satu pun jamaah yang dilaporkan tertular meningitis. Bisa dikatakan, upaya pencegahan dan tindakanvaksinasi yang ditujukan untuk melawan radang selaput otak tersebut, bekerja efektif.

Kabar memprihatinkan terkait langkanya vaksin meningitis, berdampak pada risiko  tertundanya pemberangkatan jamaah Umroh. Sentra pelayanan vaksin meningitis (misalnya di beberapa kantor kesehatan pelabuhan/KKP), telah menghentikan kegiatan vaksinasi meningitis.

Padahal vaksinasi tersebut, diperlukan sebagai salah satu persyaratan pemberangkatan jamaah Umroh. Ini merupakan “kejadian luar biasa”. Belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah penyelenggaraan Haji dan Umroh di Indonesia. Kelangkaan stok vaksin meningitis, diprediksi terjadi hingga Oktober 2022.

Kementerian Kesehatan  Republik Indonesia (KemenkesRI) menyatakan,ketersediaan vaksin meningitis yang mencukupi, menunggu pasokan dari negara-negara produsen vaksin meningitis.

Meningitis

Radang selaput otak dan sumsum tulang belakang ini, tidak hanya diakibatkan oleh satu jenis mikroba saja. Bakteri, virus, jamur dan parasit, bisa menjadi biang penyebabnya.

Fokus kepentingan vaksinasi, ditujukan spesifik padabakteri Neisseriameningitidis (meningococcus), sebagai kausa utama. Penyakit ini bisa menimbulkan dampak klinis yang berat, bahkan menyengsarakan.

Bila fase akut dapat dilalui, masih dapat memantik komplikasi/penyulit dalam jangka waktu yang panjang.Angka mortalitasnya sebesar sepuluh persen dan 20 persen diantarapenyintasnya, mengalami kecacatan atau gejala sisa (sequelae).

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit infeksi menular tersebut hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan masyarakat global.

Secara epidemiologi, meningitis tersebar di seluruh dunia.Namun demikian, daerah sub-Sahara Afrika (African Meningitis Belt), menjadi area endemi dengan angka prevalensi tertinggi di dunia.Negara-negara tersebut antara lain, Burkina Faso, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Ethiopia, Nigeria, Sudan dan beberapa negara lainnya.

Arab Saudi juga termasuk dalam kategori negara endemi meningitis meningococcus.Banyaknya jamaah yang berasal dari negara-negara endemis, dapat menimbulkan kekhawatiran tersendiri.Seseorang yang terpapar bakteri meningitis di Tanah Suci, bisa menularkannya pada orang lain, setibanya di negara masing-masing.

Semua usia bisa tertular mikroba ganas ini. Selain anak-anak, individu remaja dan dewasa juga bisa terpapar. Kondisi penuh sesak dan saling berdesakan, memudahkan bakteri ini menular antar manusia. Misalnya yang terjadi pada saat menunaikan ibadah Haji atau Umroh.

Orang-orang dengan kondisi sistem imun yang kurang sempurna (immunocompromised), lebih berisiko beberapa kali lipat terkena dampak buruk meningitis.

Situasi geografis yang berdebu dan kering (biasanya terjadi bulan Desember hingga Juni), semakin dapat meningkatkan risiko penularan. Sebaliknya bila musim hujan, kasusnya akan mereda.

Vaksinasi

Vaksinasi meningitis merupakan suatu modalitas yang efektif mencegah paparan bakteri meningococcus. Efektivitasnya dapat mencapai 85 hingga 100 persen. Bakteri ini terdiri dari 12 “anggota” yang dalam bidang medis disebut dengan serogroups. “Anggota” yang paling sering memicu terjadinya radang otak, di antaranya diberi kode A,B,C,W,X dan Y.

Saat ini terdapat tiga jenis vaksin meningitis:

Pertama, adalah vaksin konyugat polisakarida-protein. Vaksin jenis ini efektif digunakan untuk kepentingan mencegah penularan, terutama bila terjadi wabah (outbreakresponse).Imunitas yang diinduksinya bisa berlangsung lama. Keunggulannya dapat mencegah terjadinya carrier (pembawa kuman).

Secara ringkasnya, vaksin jenis ini dapat mencegah terjadinya penularan serta menghasilkan kekebalan kelompok/komunal (herdimmunity).Efektivitas proteksinya juga  tinggi, bila diperuntukkan bagi anak usia di bawah dua tahun.

Ada beberapa formulasi yang biasanya digunakan. Vaksin monovalen (serogroup A atau C), tetravalen (serogroupsA,C,W,Y) dan dalam bentuk kombinasi (serogroup C dan Haemophilus influenza tipe b/Hib). Hib adalah bakteri yang juga bisa menyebabkan meningitis atau pneumonia (radang paru).

Kedua, adalah vaksin yang berbasiskan proteinserogroup B. Vaksin jenis ini cukup efektif digunakan pada semua usia. Kekurangannya adalah tidak dapat mencegah penularan sepenuhnya. Dampaknya tidak dapat memicu terbentuknyaherdimmunity.

Ketiga, adalah vaksin polisakarida. Sangat aman dan efektif digunakan pada dewasa dan anak-anak. Walaupun demikian, tingkat proteksinya relatif rendah, bila diaplikasikan pada bayi. Kekurangannya adalah, tingkat proteksinya hanya dalam waktu yang relatif singkat, karenanya tidakakan dapat menghasilkan herdimmunity. Selain itu, masih bisa menimbulkan carrier bakteri pada individu yang divaksin. Saat ini perannya dalam mengendalikan terjadinya wabah, telah digantikan oleh vaksin konyugat.

Validitas telah dilakukannya vaksinasi meningitis dan beberapa vaksinasi wajib lainnya, dilampirkan dalam “kartu kuning”. Kartu kuning atau International CertificateofVaccination(ICV), adalah laporan vaksinasi resmi yang  diakui oleh WHO dan dunia internasional. Kartu tersebut semacam paspor medis yang diperlukan untuk memasuki negara-negara tertentu. Kepentingannya untuk menekan risiko terpapar dan penyebaran  suatu penyakit, pada para pengunjung di suatu negara tujuan.

Ketersediaan vaksin meningitis

Hingga kini Indonesia belum dapat memproduksi vaksin meningitis secara mandiri. Diharapkan dalam lima tahun ke depan, PT Bio Farma dapat menggandeng perusahaan produsen vaksin asing, guna keperluan dalam negeri. Dengan konsep kerja sama ini, ada keuntungan dalam transfer teknologi pembuatan vaksin meningitis. Nantinya diharapkan teknologi pembuatan vaksin dari hulu ke hilir, dapat dilakukan secara mandiri. Selain bisa menghemat devisa negara, vaksin produksi dalam negeri dapat meningkatkan kepercayaan diri bangsa Indonesia.

Tidak dapat dipungkiri, sebagai dampak pandemi Covid-19, negara-negara produsen vaksin meningitis masih terkendala dalam produksinya.Fokus perhatian mereka saat itu, lebih banyak terbagi pada pengembangan dan produksi vaksin Covid-19.Diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, para produsen vaksin itu, telah dapat memenuhi permintaan vaksin meningitis global.

Kebijakan Arab Saudi

Hingga akhir Juli 2022, pemerintah negara petrodolar tersebut masih mewajibkan vaksin meningitis bagi semua jamaah Haji dan Umroh (Hajjand Umrah HealthRequirements, The EmbassyoftheKingdomof Saudi Arabia). Semua jamaah diwajibkan menyerahkan sertifikat vaksinasi, termasuk di antaranya vaksin meningitis. Disyaratkan menggunakan vaksin meningococcusquadrivalent (ACWY).Setidaknya dilakukan sepuluh hari sebelum rencana kedatangannya menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Jeda waktu ini diperlukan, agar vaksinasi dapat menghasilkan respons imun yang cukupdalam mencegah paparan penyakit. Vaksin polisakarida quadrivalent (ACWY),dapat memberikan proteksi selama tiga tahun. Bila vaksinasi terdahulu melebihi jangka waktu tersebut, maka harus dilakukan vaksinasi ulang. Di sisi lain, respons imun pasca vaksinasikonyugatquadrivalent (ACWY), dapat bertahan hingga lima tahun. Sesudahnya, diperlukan vaksinasi ulang.            

Setelah pandemi Covid-19 mereda, minat masyarakat Indonesia menunaikan ibadah Haji dan Umroh semakin meningkat. Semoga semua pihak dapat mempersiapkan sebaik-baiknyapenyelenggaraan Haji dan Umroh, termasuk upaya mempersiapkantingkat kesehatan jamaah yang optimal. (ian)

Penulis : Ari Baskoro – Divisi Alergi-Imunologi Klinik Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr.Soetomo-Surabaya

Editor : Isa Anshori

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Kesehatan, nusantara, update Ditag dengan:Ibadah Umroh, Kelangkaan Vaksin, Kewajiban Vaksin Meningitis, Vaksin Meningitis

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Prancis Lebih Termotivasi Hadapi Inggris demi Golden Boot Mbappe

18 Juli 2026 By admin

Inter Milan Bidik Djed Spence Gantikan Dumfries

17 Juli 2026 By zam

Sedekah: Investasi Abadi yang Tak Pernah Merugi

17 Juli 2026 By zam

Belajar ADEM di Jawa Timur, Mengabdi untuk Papua

12 Juli 2026 By admin

Festival Muharram LAZIS Nurul Falah Asah Hafalan dan Kreativitas Ratusan Santri

12 Juli 2026 By wah

Jatim Siap Perkuat Rantai Pasok Biodiesel B50, Khofifah Dukung Transformasi Energi Nasional

11 Juli 2026 By zam

De La Fuente Optimistis Spanyol Mampu Singkirkan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

11 Juli 2026 By wah

Ariana Grande Mundur dari American Horror Story 13, Tur Dunia Jadi Prioritas

11 Juli 2026 By zam

Intelektual Mengisi Jarak antara Teori dan Praktik

5 Juli 2026 By admin

Empat Tanda Calon Penghuni Surga yang Mulai Tampak Sejak di Dunia

5 Juli 2026 By admin

Jejak Kolaborasi Jatim Tekan Stunting: Penghargaan Persagi untuk Kepemimpinan Khofifah

5 Juli 2026 By admin

Arif Satria: ICMI Harus Bangun Peradaban Berbasis Data dan Integritas

4 Juli 2026 By zam

KNVB Ajukan Pengaduan Resmi atas Ujaran Rasis terhadap Tiga Pemain Belanda

4 Juli 2026 By zam

Portugal Lolos Dramatis, Ronaldo Torehkan Sejarah di Piala Dunia

3 Juli 2026 By zam

Real Madrid Bidik Bastoni untuk Perkuat Pertahanan

3 Juli 2026 By wah

Disabilitas Tak Tampak: Yang Tak Terlihat, yang Terabaikan

2 Juli 2026 By wah

Saat Camilan Menjadi Penjaga Kesehatan Mental

2 Juli 2026 By zam

Sensus Ekonomi 2026, Penentu Arah Pembangunan Jawa Timur

1 Juli 2026 By wah

Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus di Soetta Dipusatkan ke Terminal 2F

1 Juli 2026 By wah

Mbappe Bersinar, Prancis Melaju ke 16 Besar

1 Juli 2026 By zam

Kemendikdasmen-BPOM budayakan hidup sehat lewat edukasi pangan aman

30 Juni 2026 By admin

DPD RI Apresiasi Haji 2026, Kemenhaj Berkomitmen Sempurnakan Tata Kelola

30 Juni 2026 By zam

Paraguay dan Maroko Buat Kejutan, Singkirkan Jerman dan Belanda untuk Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

30 Juni 2026 By wah

Kemenhaj: Sekitar 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

29 Juni 2026 By zam

Khofifah Tinjau SPBU di Malang, Pastikan Pasokan Biosolar di Jawa Timur Tetap Aman

29 Juni 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Rihlah Yanmu Sowan ke Bahrul Ulum Jombang, Wakafkan Dua Ambulans dan Seribu Al-Quran
  • UWKS Perkuat Budaya Literasi melalui Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Kredo Kewijayakusumaan
  • Khofifah: Data BPS Jadi Fondasi Pembangunan Presisi dan Kebijakan Tepat Sasaran
  • MUI Ingatkan AI Tak Boleh Mengikis Tradisi Sanad Keilmuan Islam
  • Survei: Mayoritas Warga AS Berpandangan Negatif terhadap Netanyahu

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.