• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Beban Kesehatan Tembus Rp120 Triliun, PFI Serukan Penanganan Sistemik Karhutla

26 Agustus 2026 by zam Tinggalkan Komentar

PFI prihatin atas eskalasi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah di Indonesia. PFI mendorong pemerintah dan perusahaan pemegang konsesi menyegerakan mobilisasi darurat alat berat dan pompa air.Foto/Antara

Jakarta (Trigger.Id) – Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah di Indonesia. 

BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melaporkan 73.425 hektare hutan dan lahan terbakar di enam provinsi prioritas, yakni  Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi.

PFI menilai karhutla telah menjadi persoalan serius yang mengarah pada ancaman krisis kemanusiaan dan membutuhkan penanganan sistemik serta reformasi kebijakan berkelanjutan.

Anggota Dewan Pakar PFI yang juga merupakan CEO The Landscape Group, Agus Sari menyayangkan diabaikannya peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi “Super El Nino” atau El Nino Kuati.

BMKG sudah mengingatkan bahwa kondisi El Nino yang menguat dapat menekan curah hujan, meningkatkan kekeringan, memperluas hotspot, dan meningkatkan resiko kebakaran hutan dan lahan.

“Early warning system harusnya bukan sekadar pengumuman, tetapi mencakup protokol lengkap mitigasi dan penanggulangannya, dari pusat sampai desa. Apalagi saat ini efek El Nino baru mulai dan belum mencapai puncaknya. Suhu akan makin panas. kekeringan makin meluas dan ancaman kebakaran hutan dan lahan makin meningkat,” kata Agus. 

Laporan Landscape Advisory yang dirilis 21 Agustus 2026 mengungkap peran sentral gambut dalam bencana Karhutla. Dari total jejak hotspots mingguan, sekitar 81.759 hektare berada di wilayah gambut 

Dalam satu minggu, 1,66 persen gambut terbakar, dibanding 0,71 persen tanah mineral, sekitar 2,3 kali lebih tinggi, dan diperkirakan menyumbang sebagian besar emisi. 

Lahan gambut ini banyak tersebar di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, khususnya pada lanskap yang telah mengalami drainase.

“Karena itu, prioritas tindakan harus diarahkan pada pemadaman cepat, pembangunan sekat kanal, patroli berkelanjutan, perlindungan kesehatan masyarakat, dan koordinasi lintas sektor, mengingat kita belum memasuki puncak musim kemarau,” jelas Agus.

Agus mengungkapkan, setengah dari hotspot berada di area konsesi. Dari total jumlah hotspots pada semua tingkat kepercayaan (confidence) mingguan, 21,7% merupakan konsesi perkebunan kelapa sawit, 11,7% konsesi HTI pulpwood, 10,0% konsesi logging, dan 6,6 sisanya merupakan kllaim tumpang tindih.

“Semua pemegang konsesi harus bertanggung jawab dengan ikut memadamkan api dan mengatasi dampak sosial dan ekonominya. Mereka juga harus diaudit kesiapannya menanggulangi kebakaran di dalam konsesinya. Yang tidak siap diberikan waktu memperbaiki. Bila tidak cukup membaik, hak atas konsesinya harus dicabut,” tegasnya.

Sementara Rizal Algamar, Ketua Badan Pengurus PFI, menyoroti besarnya dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Mengutip data pemodelan ekonomi Landscape Advisory, beban kesehatan masyarakat akibat kabut asap diidentifikasi sebagai saluran dampak tidak langsung (indirect channel) yang paling besar.

Ini berarti biaya yang timbul dari gangguan kesehatan (seperti rawat jalan, perawatan, dan hilangnya produktivitas) akibat paparan asap melampaui kerugian dari nilai lahan atau hutan yang terbakar.

“Beban biaya kesehatan mendekati 0,40 persen PDB pada skenario intensitas super El Niño. Angka ini setara dengan Rp120 triliun lebih atau hampir separuh dari target pertumbuhan ekonomi tahunan, Dampaknya bersifat merambat (multiplier effect), mengganggu berbagai aktivitas sosial dan ekonomi seperti pendidikan, transportasi, dan pendapatan masyarakat,” tandasnya.

Mengacu pada data-data tersebut  tersebut, PFI mendorong pemerintah dan perusahaan pemegang konsesi menyegerakan mobilisasi darurat alat berat dan pompa air untuk pembasahan gambut di seluruh titik api.

 Pemerintah juga harus segera mengalokasi anggaran khusus darurat kesehatan untuk masker N95, ruang udara bersih di sekolah dan puskesmas, serta perlindungan kelompok rentan.

“Tidak ada lagi waktu untuk menunggu. Karena setiap hari penundaan aksi dan tindakan, milyaran rupiah PDB kita terus terbakar bersama rusaknya paru-paru masyarakat di lokasi Karhutla,” jelas Rizal.

PFI menyerukan kepada seluruh anggota, lembaga filantropi, dan mitra untuk mengonsolidasikan respons darurat kebakaran hutan dan lahan sebagai agenda kemanusiaan yang mendesak, terkoordinasi, dan terukur.

Sebagai penggerak emergency response, PFI perlu memastikan dukungan bergerak cepat melalui koordinator klaster dan jejaring anggota di lapangan.

Koordinasi diperlukan agar identifikasi kebutuhan, penentuan titik distribusi, dan penyaluran bantuan segera menjangkau masyarakat terdampak, terutama di wilayah rawan, seperti Kalimantan, Papua, Sumatra,  dan lokasi lainnya.

PFI bersama anggota melalui Klaster Filantropi Kemanusiaan dan Pembangunan, seperti Dompet Dhuafa, Human Initiative, Insan Bumi Mandiri, Kitabisa, Rumah Zakat, Wahana Visi Indonesia,  dan anggota lainnya, terus mengonsolidasikan respons kemanusiaan di wilayah terdampak.

Respons difokuskan pada pemetaan kebutuhan, dukungan kesehatan dan perlindungan kelompok rentan, serta penyaluran bantuan melalui jejaring anggota dan mitra yang telah memiliki kapasitas serta kehadiran di lapangan.

PFI mengajak seluruh anggota, lembaga filantropi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat luas untuk segera memprioritaskan bantuan kesehatan serta perlindungan dari paparan asap bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Dukungan perlu mencakup masker N95 atau KN95 untuk anak dan dewasa, tetes mata, obat-obatan dasar melalui mitra kesehatan, oksimeter denyut, nebulizer, oksigen portabel, vitamin, air minum, dan air purifier.

Bantuan terutama diarahkan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit pernapasan, pekerja luar ruang, dan relawan. (zam)

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan Ditag dengan:filantropi indonesia, Karhutla, Kebakaran Hutan, kesehatan, perhimpunan filantropi indonesia

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Inter Milan vs Napoli: Duel Panas Papan Atas Serie A di San Siro

5 September 2026 By admin

P-APBD Jatim 2026 Disepakati, Anggaran Rp29,9 Triliun Difokuskan untuk Kesejahteraan Warga

5 September 2026 By admin

Zulhas Dorong Sekolah Tiru Kelola Sampah Pesantren.

4 September 2026 By admin

4 Makanan Ini Jangan Terlalu Sering Jadi Menu Sarapan

4 September 2026 By admin

190 Satwa Liar Batal Diperdagangkan

4 September 2026 By admin

BGN Suspend SPPG Sidoarjo Selama 30 Hari

3 September 2026 By admin

FIFA ASEAN Cup 2026, Ujian Timnas Jaga Tren Positif Ranking Dunia

3 September 2026 By admin

4 Kura-Kura Aldabra Asal Jepang Koleksi Perdana KBS

2 September 2026 By admin

BBM Nonsubsidi Naik Per 1 September 2026.

1 September 2026 By admin

Dua Dekade Bersama Argentina, Lionel Messi Akhiri Perjalanan di Tim Nasional

1 September 2026 By admin

DPR Setujui Destry, Aida dan Solikin Pimpin BI

1 September 2026 By admin

Ahli Pemerintah: Pasal Pidana Umrah Bertujuan Lindungi Jamaah, Bukan Batasi Ibadah

1 September 2026 By admin

Prabowo Terima Kartanu Saat Menutup Muktamar NU.

31 Agustus 2026 By admin

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa 5 Provinsi Termasuk Jatim

31 Agustus 2026 By admin

KH Miftachul Akhyar Rois Aam, Gus Kikin Ketum PBNU 2026-2031

31 Agustus 2026 By admin

Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031, Ditetapkan Lewat Musyawarah AHWA

31 Agustus 2026 By admin

Bruno Fernandes Menggila! Hattrick Antar MU Pesta Gol 5-2 atas Ipswich

31 Agustus 2026 By admin

Arab Saudi Gaspol Revolusi Layanan Haji dan Umrah

31 Agustus 2026 By admin

Miftahul Akhyar Kembali Dipercaya Jadi Rais Am PBNU 2026-2031

31 Agustus 2026 By admin

Calhanoglu Jadi Pahlawan, Inter Milan Kuasai Puncak Serie A Usai Bungkam Cagliari

31 Agustus 2026 By admin

Pemilihan Ketum PBNU Diserahkan 9 Anggota AHWA

30 Agustus 2026 By admin

KomdigiTerbitkan SE, Opsel Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

30 Agustus 2026 By admin

Inovasi Ampas Kopi Jadi Obat Kumur Lansia

30 Agustus 2026 By admin

Mulai 31 Agustus, 96 Angkot Gratis Antar Pelajar Kota Malang

29 Agustus 2026 By admin

Malam Ini Pemilihan Rais Aam dan Ketua PBNU

29 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • 3.283 Warga Surabaya Sanggah Desil, Dinsos Verifikasi Data
  • KAI Tambah 1.032 Kursi Tujuan Jakarta Imbas Erupsi Anak Krakatau
  • Abu Anak Krakatau Berpotensi Ganggu Kesehatan, Jangan Ke Luar Rumah
  • Bandara Soetta Tutup Sementara Akibat Abu Anak Krakatau
  • Emil Dardak Bikin Kejutan Konser Kahitna, dari Kursi Penonton ke Panggung “Lajeungan”

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.