
Surabaya (Trigger.id) – Kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran selama dua pekan tidak serta-merta meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa negaranya tetap membuka kemungkinan melanjutkan operasi militer terhadap Iran.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Netanyahu menegaskan Israel masih memiliki sejumlah target strategis yang harus dicapai. Ia menyebut, tujuan tersebut bisa ditempuh melalui jalur kesepakatan maupun dengan melanjutkan pertempuran.
“Ini bukan akhir dari operasi kami. Jika diperlukan, kami siap kembali bertindak,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa kesiapan militer Israel tetap berada dalam kondisi siaga penuh.
Sebelumnya, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata dua pekan yang dimediasi oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Dalam kesepakatan itu, AS menghentikan serangan terhadap Iran, sementara Teheran membuka akses pelayaran di Selat Hormuz.
Meski demikian, pembukaan jalur tersebut tetap berada di bawah pengawasan militer Iran, dengan sejumlah pembatasan teknis. Sebelumnya, pembatasan akses di selat itu sempat memicu lonjakan harga minyak dunia.
Dalam proposal gencatan senjata, Iran juga mengajukan sejumlah tuntutan kepada AS, termasuk pencabutan sanksi, pembebasan aset yang dibekukan, serta kompensasi atas kerugian akibat konflik. Selain itu, Iran meminta penghentian serangan tidak hanya di wilayahnya, tetapi juga di sejumlah negara seperti Irak, Lebanon, dan Yaman.
Namun, situasi semakin kompleks setelah Israel menolak cakupan gencatan senjata tersebut, khususnya yang berkaitan dengan Lebanon. Hingga kini, serangan Israel ke wilayah tersebut masih terus berlangsung, menunjukkan bahwa stabilitas kawasan masih jauh dari kata aman. (ori)



Tinggalkan Balasan