• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Ibu-ibu Surabaya Garda Depan Lawan Ancaman Digital

14 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya memperkuat gerakan literasi digital bagi para ibu. Foto: Pemkotsurabaya.

Surabaya (Trigger.id) – Di era ketika gawai hampir selalu berada di tangan anak-anak, peran orang tua—terutama ibu—tak lagi sekadar memastikan anak makan tepat waktu atau belajar dengan baik. Kini, ibu juga menjadi penjaga pertama yang harus mampu melindungi anak dari ancaman dunia digital.

Kesadaran inilah yang mendorong Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya memperkuat gerakan literasi digital bagi para ibu. Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani, menilai bahwa pemahaman digital orang tua menjadi kunci penting untuk membentengi anak dari berbagai risiko di internet, mulai dari konten negatif, judi online, pinjaman online, hingga perundungan di dunia maya.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat pola pengasuhan ikut berubah. Orang tua tidak cukup hanya mengawasi anak di dunia nyata, tetapi juga perlu memahami ruang digital tempat anak-anak kini banyak berinteraksi.

“Literasi digital itu bagian dari kepedulian ibu kepada anak dan keluarganya. Orang tua harus tahu bagaimana anak menggunakan gadget sesuai usia dan kemampuannya,” ujarnya.

Untuk memperkuat upaya tersebut, TP PKK Surabaya menggandeng berbagai perangkat daerah, salah satunya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB). Melalui kolaborasi ini, berbagai program edukasi parenting digelar hingga tingkat kelurahan dan RW.

Salah satunya melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Program ini menghadirkan kelas-kelas parenting yang memberi pemahaman kepada orang tua tentang bahaya yang kerap tersembunyi di balik layar ponsel—termasuk judi online dan pinjaman online yang kian marak.

Tak berhenti di sana, TP PKK Surabaya juga menjalankan program KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual). Program ini memberi pendampingan bagi anak sekaligus membekali keluarga agar lebih peka terhadap berbagai bentuk kekerasan, termasuk yang terjadi melalui media digital.

Bagi orang tua yang memiliki anak usia dini, tersedia pula Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Di kelas ini, orang tua mendapatkan panduan bagaimana mengenalkan dan mengatur penggunaan gadget bagi anak usia 0 hingga 6 tahun secara sehat dan aman.

Gerakan literasi digital ini ternyata telah menjangkau ribuan warga. Rini menyebutkan, program edukasi tersebut sudah hadir di sekitar 2.400 RW di Surabaya.

Baginya, upaya melindungi anak di era digital tidak bisa hanya menyasar anak-anak saja. Orang tua justru menjadi pihak yang paling penting untuk diberi pemahaman.

“Sekarang yang perlu diedukasi bukan hanya anaknya, tapi orang tuanya juga,” katanya.

Kesadaran serupa juga mendorong lahirnya program KEMANGI (Kelas Remaja-Orang Tua Tangguh, Kreatif, dan Mandiri). Program ini ditujukan bagi keluarga dengan anak remaja, dengan tujuan memperkuat komunikasi antara orang tua dan anak dalam menghadapi berbagai tantangan dunia digital.

Melalui kelas ini, orang tua belajar bagaimana mendampingi remaja menggunakan media sosial, bermain gim, hingga mengelola waktu penggunaan gadget secara bijak.

Ancaman terhadap anak saat ini memang semakin kompleks. Kekerasan tidak selalu terjadi secara fisik atau verbal di lingkungan sekitar. Banyak kasus perundungan kini terjadi secara senyap melalui media sosial atau ruang digital lainnya.

Karena itu, edukasi kepada orang tua menjadi semakin penting. Apalagi, konten berbahaya sering muncul tanpa disadari—misalnya melalui iklan atau sponsor yang tiba-tiba muncul di dalam gim yang dimainkan anak.

Hal-hal kecil seperti inilah yang sering luput dari perhatian orang tua.

“Kadang anak sedang bermain gim, lalu muncul iklan yang memuat kekerasan atau konten tidak layak. Hal-hal seperti ini yang perlu dipahami orang tua,” jelasnya.

Melalui berbagai program tersebut, TP PKK Surabaya berharap para ibu tidak hanya menjadi pengasuh di rumah, tetapi juga menjadi pelindung digital bagi anak-anak mereka. Sebab di era teknologi, perhatian orang tua bukan lagi hanya soal apa yang dilakukan anak di luar rumah—tetapi juga apa yang mereka temui di layar kecil di genggaman mereka. (ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, update Ditag dengan:Ancaman Digital, Garda Depan, Ibu-ibu Surabaya, Lawan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Kominfo Jatim Perkenalkan Website Klinik Hoaks di Workshop AI ITS

13 Maret 2026 By admin

Mojtaba Khamenei Perintahkan Selat Hormuz Tetap Ditutup

13 Maret 2026 By admin

KPK Tahan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Kuota Haji

13 Maret 2026 By admin

Aroma Kopi Nusantara dan Harapan Petaninya

12 Maret 2026 By admin

Belum Ada Info Pembatalan Haji 2026, DPR: Calhaj Tak Perlu Cemas

12 Maret 2026 By admin

Iran Batal Tampil di Piala Dunia 2026

12 Maret 2026 By admin

KPK Panggil Yaqut Usai Gugatan Praperadilan Ditolak

12 Maret 2026 By admin

Medsos Anak Dibatasi, Muhammadiyah: Orang Tua Jangan Lalai

12 Maret 2026 By admin

Saudi Atur Jam Umrah di Puncak Ramadan

12 Maret 2026 By admin

Level Ibadah di Malam Lailatul Qadar: Kamu di Mana?

12 Maret 2026 By admin

Mudik Lebaran, Dari Mobil Sewaan ke Smartphone Sewaan

12 Maret 2026 By admin

Jasamarga Transjawa Tol Salurkan Santunan kepada 400 Anak Yatim

12 Maret 2026 By zam

Cinta Orang Indonesia Lewat Makanan

11 Maret 2026 By wah

Liga Champions, Bayern Hajar Atalanta 6-1

11 Maret 2026 By admin

Israel Tak Ingin Perang Berkepanjangan dengan Iran

11 Maret 2026 By admin

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 By admin

Slot Kecewa Liverpool Buang Banyak Peluang

11 Maret 2026 By admin

Antisipasi Konflik Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Skenario Haji 2026

11 Maret 2026 By admin

Ketika Trauma Tumbuh di Lingkungan Keluarga

10 Maret 2026 By admin

Komodo di Ujung Ancaman, Ketika Habitat Menyusut dan Perburuan Mengintai

10 Maret 2026 By admin

Masjid Saka Tunggal, Jejak Awal Islam di Tanah Jawa

10 Maret 2026 By admin

Hutan Kota Jeruk, Disiapkan Jadi Sarana Rekreasi dan Penggerak Ekonomi

10 Maret 2026 By zam

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 By admin

Trump Prediksi Perang Iran Segera Berakhir, Kecewa Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin

10 Maret 2026 By admin

10 Malam Terakhir Ramadan: I’tikaf Mendekat kepada Allah

10 Maret 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Hemat Energi dan Wacana WFH di Tengah Bayang-bayang Krisis
  • Ketika Harga Emas Mengubah Nisab Zakat
  • Perang Modern, Ketika Laser Tak Mampu Menahan Drone
  • Operasi Ketupat 2026, Menghadang Truk “Raksasa” di Jalur Mudik
  • Ibu-ibu Surabaya Garda Depan Lawan Ancaman Digital

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.