• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Kutukan Piala Dunia dan Luka Panjang Sepak Bola Italia

2 April 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Fans Timnas Italia merasa sangat kecewa karena negaranya gagal lolos Piala Dunia 2026. Foto: Al Jazeera
Oleh: Isa Anshori*

Pagi itu, suasana di Italia terasa berbeda. Bukan sekadar kecewa, tetapi campuran amarah, keterkejutan, dan keputusasaan menyelimuti negeri yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu pusat kejayaan sepak bola dunia. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, tim nasional mereka kembali gagal menembus FIFA World Cup.

Kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina dalam laga playoff menjadi pukulan telak. Setelah bermain imbang 1-1, Italia harus menyerah lewat adu penalti dengan skor 4-1—sebuah akhir yang terasa pahit bagi para tifosi. Ini bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan perpanjangan dari mimpi buruk yang telah menghantui sejak lebih dari satu dekade terakhir.

Media-media besar Italia pun tak mampu menyembunyikan kekecewaan. Istilah “kutukan Piala Dunia” mencuat, menggambarkan kondisi tim yang dulu begitu disegani, namun kini kesulitan bahkan untuk sekadar lolos ke putaran final. Padahal, negara ini pernah merajai dunia dengan empat gelar juara, terakhir pada 2006.

Di jalanan Roma, emosi para penggemar mencerminkan kegelisahan yang lebih luas. Banyak yang mempertanyakan kualitas permainan tim, pemilihan pemain, hingga strategi yang dinilai tidak jelas arah. Rasa kecewa bukan hanya karena hasil, tetapi juga karena harapan yang kembali pupus—untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Kekalahan ini semakin terasa ironis jika melihat sejarah panjang Italia. Sejak terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 2014, Azzurri terus tersandung di fase yang sama: playoff. Nama-nama besar yang dahulu menghiasi skuad kini seolah hanya menjadi bayangan kejayaan masa lalu.

Situasi semakin memanas ketika Menteri Olahraga, Andrea Abodi, secara terbuka mendesak Ketua Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina, untuk mundur. Ia menilai kegagalan beruntun ini sebagai tanda bahwa fondasi sepak bola Italia perlu dibangun ulang dari awal.

Namun Gravina menolak mundur. Ia justru menyinggung minimnya dukungan dari pemerintah terhadap sepak bola, bahkan memicu kontroversi dengan menyebut cabang olahraga lain sebagai “amatir.” Pernyataan ini menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk atlet lintas cabang yang merasa diremehkan.

Ketegangan antara federasi dan pemerintah memperlihatkan bahwa masalah yang dihadapi Italia bukan hanya teknis di lapangan, tetapi juga struktural di luar pertandingan. Sepak bola, yang selama ini menjadi bagian dari identitas nasional, kini berada di persimpangan jalan.

Mantan Perdana Menteri Matteo Renzi menyebut kegagalan ini bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan cerminan kegagalan sistem. Di Italia, sepak bola bukan hanya hiburan—ia adalah kebanggaan, budaya, bahkan simbol persatuan.

Di tengah gemerlap prestasi olahraga lain—dari Olimpiade hingga tenis dengan bintang seperti Jannik Sinner—keterpurukan sepak bola terasa semakin kontras.

Kini, pertanyaan besar menggantung: apakah ini benar-benar “kutukan”, atau sekadar konsekuensi dari sistem yang tak lagi relevan?

Yang jelas, bagi Italia, jalan kembali menuju panggung dunia tidak lagi mudah. Dan untuk pertama kalinya dalam waktu lama, negara yang pernah begitu dominan itu harus belajar memulai dari nol—dengan harapan suatu hari bisa kembali bangkit dan menghapus luka panjang ini.

—000—

*Pemimpin Redaksi Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, olah raga Ditag dengan:Italia, Kutukan, Luka Panjang, Piala Dunia 2026, sepak bola

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Gencatan Senjata Tercapai, Selat Hormuz Dibuka Dua Pekan

9 April 2026 By admin

Biaya Haji Berpotensi Naik, Presiden: Jangan Bebani Jamaah

8 April 2026 By admin

Pemkot Surabaya Larang Siswa SMP Mengendarai Motor

8 April 2026 By admin

Madrid Kembali Tersungkur, Bayern Munich Bawa Pulang Keunggulan

8 April 2026 By admin

Avtur Melonjak, Pemerintah Pastikan Biaya Haji Tak Membebani Jamaah

8 April 2026 By admin

Jangan Tunggu Gagal Panen, DPRD Jatim Alarm Keras Ancaman Kekeringan

8 April 2026 By admin

Kontroversi Kesehatan Mental Pemimpin Lansia: Antara Biologi Penuaan dan Dampak Kebijakan

8 April 2026 By admin

Rusunami Gen Z Surabaya: Hunian Modern Bagi Pasangan Muda

7 April 2026 By zam

Inggris Batasi AS Gunakan Pangkalan untuk Serang Iran

7 April 2026 By admin

Saat Parkir Tak Lagi Tunai: 600 Jukir Surabaya Tersingkir di Era Digitalisasi

7 April 2026 By admin

Sumpah Balas IRGC di Tengah Gugurnya Jenderal Intelijen

7 April 2026 By admin

Taylor Swift Digugat Soal Merek “Showgirl”

7 April 2026 By admin

Awan Gelap Tenaga Medis di Hari Kesehatan Sedunia

7 April 2026 By admin

Obat Penurun Berat Badan: Harapan Baru, Tapi Bukan Jalan Pintas

6 April 2026 By admin

Dana Haji Rp180 Triliun, Amanah Besar yang Dikelola Transparan

6 April 2026 By admin

Inter Libas Roma 5-2, Makin Kokoh di Puncak

6 April 2026 By admin

Trump Ancam Iran, Singgung Nama Allah

6 April 2026 By admin

WFH Rabu atau Jumat, Mana Lebih Efektif? Ini Kata Pakar dan ASN Jatim

5 April 2026 By zam

Dikunjungi Amsal Sitepu, Menteri Ekraf Tegaskan Peran Penting Pegiat Ekonomi Kreatif Daerah

5 April 2026 By zam

Ronaldo Ucap “Bismillah” Sebelum Cetak Gol Penalti?

5 April 2026 By admin

Selena Gomez, Dari Salah Diagnosis hingga Berdamai dengan Bipolar

5 April 2026 By admin

Prabowo Kecam Tewasnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

5 April 2026 By admin

MBG Berujung Darurat, 72 Siswa Keracunan dan Dapur SPPG Disetop

5 April 2026 By admin

Iran Tolak Ultimatum 48 Jam Trump, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

5 April 2026 By isa

Uji Mental Bajul Ijo, Persebaya Surabaya Ditantang Persita Tangerang di GBT

4 April 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Dari Tepuk Tangan Penonton ke Lagu Legendaris, Kisah di Balik “We Will Rock You”
  • Menjaga Anak di Dunia Maya: Antara Regulasi dan Peran Orang Tua
  • Bimbang Pilih Jurusan? Menimbang Masa Depan dari Prodi Digital
  • Surabaya Perkuat Posisi sebagai Pusat Industri
  • Kemenkes Imbau Jamaah Haji dengan Komorbid Persiapkan Diri Sejak Dini

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.