• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Memahami Ilmu Hikmah Dari Kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS

20 September 2023 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi memahami ilmu hikmah. Foto: pecihitam.org
Oleh: Ustadz Moh. Baihaqi MA, PhD. – Uinsa Surabaya

Kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS mengajarkan banyak pelajaran penting tentang iman, kesabaran, ketaatan kepada Allah, serta penghormatan terhadap ilmu dan hikmah. Kisah ini mengingatkan kita bahwa ada hikmah di balik setiap peristiwa dalam hidup kita, bahkan jika kita tidak selalu memahaminya pada awalnya.

Bagaimana keteguhan pendirian Nabi Musa dalam pencarian ilmu sampai dengan bertemu dengan Nabi Khidir AS. Langkah Musa tidak berhenti dalam perjalanan mencari dan terus mencari ilmu. Dari surat Al Kahfi ayat 60 Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya (Yusya’ bin Nun): “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.

Ayat tersebut Musa AS mengajarkan kepada kita untuk tidak gampang menyerah. Hambatan, ujian dan rintangan dalam mencari ilmu serta mencapai derajat tertentu pasti akan terjadi. Namun Allah menegaskan bahwa “bersama kesulitan ada kemudahan” dan bahkan ayat ini dulang sampai dua kali. Bukan dibalik kesulitan ada kemudahan tetapi Allah menyertakan kemudahan dari setiap ujian atau kesulitan.

Kisah pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir juga mengajarkan tentang ketaatan kepada Allah. Kisah ini mengajarkan pentingnya ketaatan kepada Allah dalam menjalankan perintah-Nya. Nabi Musa adalah seorang Nabi yang sangat taat kepada Allah, dan perjalanan mencari Khidir adalah bagian dari perintah Allah kepada-Nya.

Ketika Nabi Musa pertama kali bertemu Nabi Khidir, Khidir sudah mengingatkan Musa agar sabar dan tidak berkomentar atas apa yang dilihatnya. Dari tiga peristiwa yang dilakukan Nabi Khidir sangat aneh dalam pandangan Nabi Musa. Allah memiliki rencana yang lebih besar yang mungkin tidak selalu dipahami Musa. Termasuk pada diri kita. Terkadang peristiwa yang terjadi dalam hidup kita yang tampaknya buruk atau aneh mungkin memiliki tujuan yang lebih tinggi yang hanya Allah yang tahu dan itulah yang namanya hikmah.

Nabi Musa memiliki ilmu syariat yang sangat dalam dan bahkan dia satu-satunya Nabi yang mampu berbicara langsung dengan Allah. Musa juga masuk dalam kumpulan lima Nabi pilihan (ulul azmi). Namu Nabi Khidir memiliki ilmu hikmah yang tidak dimiliki banyak Nabi termasuk Musa. Karenanya Allah memerintahkan Musa menemui Khidir untuk belajar. Kisah pertemuan dan percakapan antara Nabi Musa dan Nabi Khidir ada dalam surat Al Kahfi mulai ayat 66 hingga 82:

قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا  

Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

    

قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

    وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَىٰ مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا

Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”

قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا 

Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun”.

قَالَ فَإِنِ اتَّبَعْتَنِي فَلَا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا

Dia berkata: “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”.

فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا رَكِبَا فِي السَّفِينَةِ خَرَقَهَا ۖ قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا إِمْرًا

Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: “Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?” Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.    

قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Dia (Khidhr) berkata: “Bukankah aku telah berkata: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku”.

قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْرًا

Musa berkata: “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku”

.فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا لَقِيَا غُلَامًا فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا

Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar”.

قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Khidhr berkata: “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?”

قَالَ إِنْ سَأَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلَا تُصَاحِبْنِي ۖ قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَدُنِّي عُذْرًا

Musa berkata: “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku”.

فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ ۖ قَالَ لَوْ شِئْتَ لَاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا

Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: “Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu”.

قَالَ هَٰذَا فِرَاقُ بَيْنِي وَبَيْنِكَ ۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا 

Khidhr berkata: “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.    

أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ

Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.

وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا

Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.    

فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا

Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا

Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”.

Nabi Khidir adalah sosok yang dipandang memiliki ilmu hikmah yang mendalam dalam tradisi Islam. Meskipun dalam Al-Quran hanya disebutkan sedikit tentang Nabi Khidir, namun kita melihatnya sebagai figur yang penuh hikmah dan mendalam dalam pemahaman agama dan kebijaksanaan.

Beberapa pelajaran berharga yang kita dapatkan tentang ilmu hikmah dari kisah Nabi Khidir:

  1. Ketaatan kepada Allah: Nabi Khidir menunjukkan tingkat ketaatan yang luar biasa kepada Allah. Ia selalu bertindak sesuai dengan petunjuk langsung dari Allah, bahkan jika tindakan tersebut mungkin tampak aneh atau sulit dimengerti bagi orang lain. Ini mengajarkan kita bahwa ketaatan kepada Allah adalah dasar dari ilmu hikmah.
  2. Ketidak-Terbatasan Ilmu Allah: Nabi Khidir mewakili pemahaman bahwa hanya Allah yang memiliki pengetahuan yang mutlak tentang segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki pengetahuan terbatas, dan kita harus merendahkan diri dan mengakui bahwa Allah adalah Yang Maha Mengetahui.
  3. Keadilan dan Hikmah: Tindakan-tindakan Nabi Khidir dalam kisah, seperti menyelamatkan kapal yang tampaknya rusak atau membunuh seorang anak yang tidak berdosa, mungkin tampak tidak adil pada pandangan awalnya. Namun, semua tindakannya memiliki hikmah yang lebih dalam yang hanya bisa dipahami oleh Allah. Ini mengajarkan kita untuk tidak menilai sesuatu dari permukaan dan selalu mencari pemahaman yang lebih dalam.
  4. Kesabaran: Nabi Khidir mengajarkan kesabaran kepada Nabi Musa ketika tindakannya tampak aneh atau tidak masuk akal. Kesabaran adalah salah satu aspek penting dari ilmu hikmah, karena kita seringkali tidak dapat langsung memahami rencana Allah.
  5. Pengetahuan Batin: Nabi Khidir sering dianggap memiliki pengetahuan batin atau rohani yang mendalam. Ini mengingatkan kita akan pentingnya mengembangkan dimensi rohani dalam hidup kita dan mencari pemahaman yang lebih dalam tentang agama.
  6. Kerendahan Hati: Nabi Khidir menunjukkan kerendahan hati dengan menerima Nabi Musa sebagai muridnya, meskipun Nabi Musa adalah seorang nabi besar. Ini mengajarkan kita bahwa ilmu hikmah tidak bisa diperoleh tanpa kerendahan hati dan keinginan untuk belajar.
  7. Kemisteriusan dan Keajaiban: Kisah Nabi Khidir juga mengandung unsur misterius dan keajaiban, yang mengingatkan kita akan kompleksitas dan keindahan rencana Allah dalam hidup kita.

Belajar dari kisah Nabi Khidir dapat membantu kita untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan pemahaman agama dan kebijaksanaan dalam hidup kita, serta mengembangkan sikap kerendahan hati dan kesabaran dalam menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan kita.

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, wawasan Ditag dengan:Memahami Ilmu Hikmah, Muhasabah Pagi, Musa AS dan Nabi Khidir AS, Nabi Khidir AS, Nabi Musa AS

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

SR-025 Resmi Ditawarkan, Return 6,9% Jadi Pilihan Investasi Aman

21 Agustus 2026 By admin

Dana DP Haji 2027 Diblokir Saudi, Kemenhaj Tempuh Jalur Diplomatik

21 Agustus 2026 By admin

Purbaya Siapkan Rp 31 Triliun Buat PPPK Guru

21 Agustus 2026 By admin

Tavares Perketat Persiapan Persebaya

20 Agustus 2026 By admin

MagangHub 2026 Batch 2 Dibuka September

20 Agustus 2026 By admin

Guru PPPK Akan Beralih Pegawai Pusat

19 Agustus 2026 By admin

Calvin Verdonk, Pemain Indonesia Tampil di Liga Champions

18 Agustus 2026 By admin

Zidane, Islam, dan Timnas Prancis: Ketika Agama Tak Seharusnya Jadi Ukuran

18 Agustus 2026 By admin

Kereta Garuda Prabayaksa Antar Bendera Pusaka ke Istana Merdeka

17 Agustus 2026 By admin

Hobi Memasak Bisa Menjaga Kesehatan Mental

17 Agustus 2026 By admin

Melepas Tukik Lekang di Pantai Banyuwangi

16 Agustus 2026 By admin

500 Pendaki Kibarkan Merah Putih 81 Meter di Puncak Arjuno

16 Agustus 2026 By admin

Pasca Gempa M7,7 Flores, Warga Diimbau Jauhi Pantai

15 Agustus 2026 By admin

Parkir QRIS Surabaya Cukup Rp 810, Berlaku 15–16 Agustus

15 Agustus 2026 By admin

Prabowo : Gaji Hakim Junior Sudah Naik 280 Persen, Tertinggi ASEAN

14 Agustus 2026 By admin

Pramuka Jatim Didorong Jadi Penggerak Swasembada Pangan

14 Agustus 2026 By admin

Maskapai Indonesia Mulai Gunakan AI Layani Penumpang

14 Agustus 2026 By admin

Api Mendekat, Seruni Point Bromo Ditutup Sementara

13 Agustus 2026 By admin

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

13 Agustus 2026 By admin

MBG Wajib Dikonsumsi Maksimal 4 Jam Setelah Matang

12 Agustus 2026 By admin

Rp 81 Tarif Trans Jatim, 11-17 Agustus 2026

12 Agustus 2026 By admin

Jelang Muktamar NU, Gus Ipul Ikut Nata Kasur Muktamirin

10 Agustus 2026 By admin

Bromo Ditutup Total, Api Meluas

10 Agustus 2026 By admin

Rihlah Yanmu Sowan ke Bahrul Ulum Jombang, Wakafkan Dua Ambulans dan Seribu Al-Quran

7 Agustus 2026 By zam

UWKS Perkuat Budaya Literasi melalui Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Kredo Kewijayakusumaan

29 Juli 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Replika Unta, Magnet Pawai Maulid Kampung Nelayan
  • Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Dorong Kemandirian Energi
  • Dari Sudan ke Cikoang: Ketika Cinta kepada Nabi Dihias di Atas Perahu
  • Menghidupkan Keteladanan Rasulullah di Tengah Perubahan Zaman
  • Kabupaten Malang Krisis Air Bersih, BNPB Salurkan 363.800 Liter

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.