
Jakarta (Trigger.id) — Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen, mengingatkan para jamaah haji untuk menjaga kecukupan cairan tubuh selama menjalankan ibadah di Arab Saudi yang memiliki cuaca ekstrem.
Ia menjelaskan, kebutuhan cairan orang dewasa berkisar antara 30–35 ml per kilogram berat badan per hari. Dengan demikian, seseorang dengan berat badan 60 kilogram membutuhkan sekitar 1,8 hingga 2,1 liter cairan setiap harinya. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui konsumsi minuman maupun makanan.
Menurutnya, jamaah juga perlu mengenali tanda awal dehidrasi. Ia menegaskan bahwa rasa haus bukanlah indikator awal, melainkan tanda bahwa tubuh sudah mengalami dehidrasi. Salah satu cara sederhana mendeteksinya adalah melalui warna urine—jernih hingga kuning muda menandakan tubuh cukup cairan, sedangkan warna kuning pekat menunjukkan kekurangan cairan.
Selain itu, Tan Shot Yen menyarankan agar jamaah membatasi konsumsi kopi dan teh karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga mempercepat kehilangan cairan tubuh.
Sementara itu, ahli gizi dari Universitas Faletehan, Rita Ramayulis, mengingatkan pentingnya menghindari minuman dan makanan tinggi gula selama menjalankan ibadah haji. Ia menilai asupan gula berlebih dapat mengganggu kesehatan metabolik.
Rita juga menyarankan jamaah untuk mengurangi konsumsi makanan manis seperti donat, roti cokelat, dan biskuit berkrim. Sebagai gantinya, jamaah dianjurkan memperbanyak konsumsi makanan alami atau “real food” dengan proses pengolahan sederhana agar kondisi tubuh tetap prima.
Secara umum, jamaah haji diimbau mempersiapkan kondisi fisik sejak dini dengan menerapkan pola makan sehat, bergizi seimbang, serta menjaga kecukupan cairan agar tetap bugar selama menjalani rangkaian ibadah. (ian)



Tinggalkan Balasan