
Khofifah melepas kloter pertama JCH Embarkasi Surabaya, Rabu (22/4).Foto/ist
Surabaya (Trigger.id) – Pemberangkatan perdana jamaah calon haji 2026 dari Embarkasi Surabaya menandai dimulainya operasional haji tahun ini dengan sejumlah pembaruan layanan.
Sistem One Stop Service (OSS) disebut menjadi kunci peningkatan kualitas pelayanan sejak tahap awal keberangkatan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Abdul Haris, menegaskan mayoritas embarkasi di Indonesia telah menjalankan prosedur sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
“Layanan pertama bagi jamaah harus benar-benar terjamin. Sebagian besar embarkasi sudah menerapkan SOP melalui OSS,” ujarnya saat pelepasan kloter pertama di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Kepala Kantor Wilayah (kakanwil) Kementerian Haji dan Umroh Jawa Timur, Husnul Maram, menjelaskan Embarkasi Surabaya (SUB) tahun ini melayani sekitar 36.800 jamaah calon haji (JCH) yang berasal dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Total terdapat 97 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan secara bertahap.
Kakanwil mengatakan, penerapan OSS membuat proses di embarkasi menjadi lebih ringkas karena seluruh layanan—mulai dari pemeriksaan dokumen, pembagian visa, hingga distribusi Kartu Nusuk—dilakukan dalam satu alur terpadu.
Abdul Haris menambahkan pemerintah juga mengantisipasi potensi masalah klasik, seperti keberangkatan jamaah tanpa visa haji resmi. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk imigrasi, untuk memastikan hal tersebut tidak terjadi. “Setiap tahun selalu ada tantangan, tapi kami sudah mitigasi sejak awal agar proses berjalan lancar,” katanya.
Untuk layanan di Arab Saudi, pemerintah memastikan kesiapan menyeluruh, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga konsumsi jamaah. Sekitar 100 hotel di Madinah telah disiapkan, lengkap dengan layanan transportasi dari bandara serta fasilitas kesehatan.
Sejumlah calon haji mengaku merasakan peningkatan pelayanan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya, Siti Aminah (56), jamaah asal Sidoarjo. “Sekarang lebih tertib dan cepat. Dari masuk asrama sampai dapat dokumen semuanya jelas. Kartu Nusuk juga sudah diterima sebelum berangkat, jadi lebih tenang,” pujinya. (wah)



Tinggalkan Balasan