
Jombang (Trigger.id) – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mendorong praktik pengelolaan sampah yang diterapkan para santri SMK Kreatif Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, untuk dikembangkan dan ditiru sekolah lain.
Menurut Zulhas, pengelolaan sampah yang dilakukan para santri tidak berhenti pada kegiatan memilah, tetapi telah berkembang menjadi pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna, seperti paving block dan biogas.“Ini contoh yang baik.
Anak-anak santri bukan hanya tahu bagaimana memilah sampah, tetapi sudah bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini yang harus terus kita dorong dan ditiru di tempat lain,” ujar Zulhas dalam release-nya, Kamis (3/9). Ia menilai literasi lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kemampuan mengolah sampah sejak dini, kata dia, dapat membentuk kebiasaan masyarakat untuk mengurangi limbah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Zulhas juga menekankan pentingnya inovasi pengelolaan sampah menjadi sumber energi. Salah satunya melalui konsep Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dinilai dapat menjadi bagian dari solusi persoalan sampah sekaligus kebutuhan energi.
Saat berkunjung, Zulhas sempat menguji pengetahuan para santri mengenai jenis sampah, pemanfaatan sampah anorganik, hingga pengelolaan residu. Para santri mampu menjelaskan proses pengolahan sampah yang mereka lakukan, termasuk pemanfaatan sebagai bahan paving block dan biogas.
Salah seorang santri, Andika M Nuur, mengatakan pengolahan tersebut dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan sampah sehingga residu yang tersisa dapat ditekan seminimal mungkin. “Kami sudah mengolah sampah dan mengubahnya menjadi biogas dan paving block, sehingga tidak ada yang terbuang, zero waste,” kata Andika.(wah)



Tinggalkan Balasan