
Takalar, Sulsel (Trigger.id) – Jika di Sudan Maulid Nabi turun ke jalan melalui prosesi, zikir, syair pujian, dan berbagi makanan, di Indonesia ada tradisi yang menghadirkan semangat serupa: Maudu Lompoa di Cikoang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Di tepian Sungai Cikoang, masyarakat menghias julung-julung, perahu tradisional yang dipenuhi telur, makanan, hasil bumi, kain, dan berbagai hiasan. Perahu-perahu itu kemudian dibawa dalam rangkaian perayaan Maulid.
Namun, yang membuat Maudu Lompoa menarik bukan sekadar kemeriahannya. Di balik warna-warni perahu terdapat semangat gotong royong dan sedekah. Masyarakat berkumpul, melantunkan pujian dan selawat kepada Nabi Muhammad saw., kemudian berbagi makanan kepada mereka yang hadir.
Tradisi ini menunjukkan bahwa Maulid di Indonesia memiliki wajah yang sangat kaya. Cinta kepada Nabi tidak hanya disampaikan lewat kata-kata, tetapi diterjemahkan menjadi kebersamaan, sedekah, dan pelestarian budaya.
Dari Sudan hingga Cikoang, pesannya menemukan titik temu: Maulid bukan sekadar merayakan kelahiran Nabi, melainkan merawat persaudaraan dan menghadirkan nilai kasih sayang Rasulullah dalam kehidupan masyarakat. (wah)



Tinggalkan Balasan