
Surabaya (Trigger.id ) – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mendorong Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya semakin memperkuat riset dan inovasi teknologi, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.
Pengembangan tersebut dinilai penting untuk mendukung kedaulatan pangan sekaligus memperkuat ketahanan nasional.Hal itu disampaikan Muzani saat berkunjung ke ITS Surabaya, Rabu (26/8).
Menurutnya, penguasaan teknologi kini menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kekuatan sebuah negara, tidak hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga dalam memastikan ketersediaan pangan. Muzani mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah wajah pertahanan modern.
Kekuatan negara tidak lagi semata-mata bergantung pada jumlah personel militer, melainkan juga pada kemampuan menguasai teknologi seperti pesawat nirawak (drone), rudal, hingga teknologi ruang angkasa.
“Namun kemajuan teknologi harus bertaut langsung dengan penguatan nasionalisme. Kekuatan alutsista dan ketersediaan logistik tidak akan bermakna tanpa ditopang anak-anak bangsa yang terampil di bidang teknologi,” ujarnya.
Selain pertahanan, Muzani menilai teknologi perlu diarahkan untuk menjawab tantangan sektor pangan.
Ia mendorong ITS mengembangkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk teknologi untuk efisiensi lahan dan pemupukan secara presisi.
Muzani juga menyoroti pentingnya riset pakan ternak. Menurutnya, inovasi di bidang tersebut dapat membantu meningkatkan bobot dan produktivitas ternak, sehingga mendukung target swasembada daging nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Ia mencontohkan prototipe traktor yang dikembangkan ITS untuk lahan gambut atau rawa dan telah mendapat perhatian dari Kementerian Pertanian.
Menurutnya, capaian tersebut dapat dikembangkan lebih jauh melalui riset teknologi pertanian lainnya.
Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng. mengatakan ITS berkomitmen terus mendorong riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Pengembangan teknologi di ITS tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penyelesaian persoalan strategis bangsa, termasuk ketahanan pangan. (wah)



Tinggalkan Balasan