
Tim Pendataan Rupabumi meninjau Taman Harmoni Keputih Sukolilo menilai aspek sejarah di wilayah Surabaya Timur ini
Surabaya (Trigger.id) – Surabaya terus menata dan membakukan nama rupabumi untuk memperkuat tertib administrasi wilayah. Hingga 2026, sebanyak 1.517 nama rupabumi telah dibakukan atau mencapai sekitar 97 persen dari capaian tahun sebelumnya yang tercatat 1.559 nama.
Capaian ini disampaikan Kabag Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, Arief Boediarto, saat menerima Tim Penilai Penyelenggaraan Nama Rupabumi Tingkat Jawa Timur 2026 di Surabaya.Arief menjelaskan, jumlah nama rupabumi yang dibakukan meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024, jumlahnya baru mencapai 332 nama, kemudian bertambah menjadi 1.559 nama pada 2025.Sementara pada 2026, pendataan dan pembakuan masih berlangsung dengan sasaran Kecamatan Bulak dan Kenjeran. Secara keseluruhan, sejak 2020 hingga 2026, program ini telah menjangkau 14 kecamatan di Surabaya.
Menurut Arief, pembakuan nama rupabumi bukan sekadar menyeragamkan nama tempat dan unsur geografis. Langkah ini juga penting untuk menjaga identitas sejarah wilayah sekaligus mendukung pelayanan publik, seperti administrasi perizinan, pencantuman alamat, dan layanan digital.
Pemkot Surabaya menggunakan Sistem Informasi Nama Rupabumi (SINAR) milik Badan Informasi Geospasial (BIG) serta sistem informasi geografis untuk mengintegrasikan data antarperangkat daerah.”Penentuan nama juga mempertimbangkan aspek sejarah dan budaya masyarakat.
Proses penelaahan melibatkan sejarawan, budayawan, dan tokoh masyarakat melalui forum diskusi kelompok atau Focus Group Discussion,” jelas Arief, Jumat (6/11).Arief menambahkan, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran khusus penyelenggaraan nama rupabumi selama periode 2022–2026 dengan total sekitar Rp 6,36 miliar.
Anggaran ini meningkat dari sekitar Rp 819 juta pada 2022 menjadi Rp 1,484 miliar pada 2026.Dukungan anggaran kegiatan kewilayahan juga naik dari Rp3,73 miliar pada 2025 menjadi Rp5,70 miliar pada 2026.Guna meningkatkan ketepatan pendataan, Pemkot Surabaya juga menggunakan perangkat Global Navigation Satellite System (GNSS) Real-Time Kinematic (RTK).
Peralatan ini membantu petugas menentukan koordinat objek rupabumi secara lebih akurat sesuai kondisi di lapangan.Koordinator Rupabumi Provinsi Jawa Timur, Ratna Pertiwi, mengapresiasi konsistensi Surabaya dalam melakukan pendataan dan pembakuan nama rupabumi.
Ia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin agar semakin banyak pemerintah kabupaten/kota tertib dalam mendata dan menetapkan nama unsur geografis.Ratna menyebut, terdapat enam kabupaten/kota yang konsisten melaksanakan program. Ia berharap upaya yang telah dilakukan tidak berhenti dan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
Usai pemaparan, tim penilai dari Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jawa Timur bersama BIG melakukan peninjauan lapangan ke Taman Harmoni, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo. Kunjungan ini bertujuan memverifikasi data sekaligus menilai aspek sejarah nama rupabumi yang diajukan. (wah)



Tinggalkan Balasan