
Surabaya (Trigger.id) – Makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak langsung dicerna dan diserap menjadi nutrisi. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju usus halus, makanan terlebih dahulu melewati proses pengolahan di dalam lambung yang membutuhkan waktu berbeda-beda, bergantung pada jenis dan kandungan.
Mengutip penjelasan dokter spesialis gastroenterologi Cleveland Clinic, dr. Christine Lee, makanan umumnya berada di dalam lambung selama sekitar 40 menit hingga lebih dari dua jam sebelum berangsur-angsur berpindah ke usus halus.
Lama proses dipengaruhi komposisi makanan. Makanan yang mengandung protein dan lemak cenderung membutuhkan waktu lebih panjang untuk dicerna dibandingkan makanan yang lebih sederhana.
Sebaliknya, makanan yang relatif mudah dicerna, seperti nasi putih, pasta, dan gula sederhana, dapat meninggalkan lambung dalam waktu sekitar 30 hingga 60 menit.
Adapun makanan yang mengandung tambahan lemak dan protein, seperti selai kacang, alpukat, telur, serta daging, membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui proses pencernaan yang lebih kompleks.
Berbeda dengan makanan padat, cairan umumnya lebih cepat meninggalkan lambung karena tidak membutuhkan proses pemecahan seperti makanan.
“Air putih diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 20 menit untuk keluar dari lambung,” jelas dr Christine Lee.
Dijelaskan, minuman seperti jus bening, teh, dan soda membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 40 menit. Adapun minuman dengan kandungan lebih kompleks, seperti smoothie, protein shake, dan kaldu tulang, dapat bertahan sekitar 40 hingga 60 menit.
“Perbedaan waktu tersebut dipengaruhi oleh komposisi minuman, termasuk kandungan gula, protein, dan lemak di dalamnya,” urainya.
Waktu yang dibutuhkan untuk mencerna makanan tidak selalu sama pada setiap orang. Selain jenis makanan, terdapat sejumlah faktor yang turut memengaruhi kecepatan pengosongan lambung dan proses pencernaan secara keseluruhan.
Beberapa faktor meliputi, kondisi tubuh dan metabolisme, jenis serta kandungan makanan yang dikonsumsi, penggunaan obat-obatan atau suplemen tertentu, tingkat aktivitas fisik dan kebugaran tubuh, kebiasaan hidup aktif atau terlalu banyak duduk, riwayat operasi tertentu dan kondisi psikologis, termasuk tingkat stres.
Dokter Christine Lee mengatakan. lambung mempunyai peran penting dalam mengolah makanan sebelum diteruskan ke usus halus. Organ ini bekerja dengan mengaduk makanan dan mencampurnya bersama asam lambung serta enzim pencernaan.
Proses tersebut membuat makanan berubah menjadi cairan kental yang disebut kimus. Selanjutnya, kimus dikeluarkan secara bertahap melalui katup pilorus menuju usus halus.
Di dalam usus halus, proses pencernaan dilanjutkan dengan bantuan enzim dan cairan empedu. Sebagian besar penyerapan zat gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, juga berlangsung di organ ini.
Nutrisi yang telah diserap kemudian diedarkan melalui aliran darah untuk mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari menghasilkan energi, memperbaiki jaringan, hingga menjaga kerja organ.
“Maka pola makan seimbang, mencukupi kebutuhan cairan, rutin melakukan aktivitas fisik, dan memperhatikan penggunaan obat-obatan menjadi beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu memelihara kesehatan sistem pencernaan,” pesan Christine Lee . (wah)



Tinggalkan Balasan