
Istanbul (Trigger.id) – Trump menyatakan bahwa Iran memiliki waktu 48 jam untuk memenuhi tuntutan Washington, termasuk mencapai kesepakatan dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jika tidak, ia memperingatkan akan ada konsekuensi besar.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform media sosial miliknya, Truth Social. Dalam unggahannya, Trump menegaskan bahwa waktu terus berjalan dan ancaman akan meningkat jika Iran tidak segera merespons.
Situasi ini terjadi di tengah upaya pencarian seorang pilot militer AS yang dilaporkan hilang setelah pesawat tempur yang dikemudikannya ditembak jatuh di wilayah Khuzestan, Iran barat daya.
Sebelumnya, pada 26 Maret, Trump sempat memperpanjang tenggat negosiasi nuklir menjadi 10 hari. Keputusan itu diambil setelah Iran disebut mengirimkan sejumlah tanker minyak berbendera Pakistan sebagai sinyal itikad baik.
Kawasan Timur Tengah sendiri masih dalam kondisi siaga tinggi sejak operasi militer gabungan yang dilancarkan AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah target, termasuk Israel serta negara-negara seperti Yordania, Irak, dan beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Selain itu, Iran juga membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan dampak global dari konflik yang terus berkembang ini. (ori)



Tinggalkan Balasan