
Surabaya (Trigger.id) – Surabaya — Eri Cahyadi melakukan rotasi besar-besaran terhadap 78 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya sebagai langkah percepatan kinerja birokrasi dan penguatan organisasi.
Pelantikan yang digelar di Graha Sawunggaling pada Kamis (2/4/2026) tersebut mencakup tujuh pejabat eselon II (JPT Pratama) serta 71 pejabat eselon III dan IV.
Wali Kota Eri menegaskan bahwa rotasi ini bukan sekadar penyegaran jabatan, melainkan strategi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan, terutama di tengah sejumlah pejabat yang akan memasuki masa purna tugas. Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk menyiapkan kader pengganti sekaligus memperkuat peran pembinaan di internal birokrasi.
“Penempatan jabatan harus sesuai kompetensi agar target kinerja bisa tercapai dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia juga menekankan prinsip utama bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN), yakni loyalitas yang sepenuhnya ditujukan kepada masyarakat, bukan kepada pimpinan. Menurutnya, seluruh kebijakan harus memberikan dampak nyata hingga ke tingkat Rukun Warga (RW), termasuk dalam penanganan kemiskinan, stunting, serta akses pendidikan dan pangan.
Lebih lanjut, Eri mengingatkan pentingnya budaya kerja yang produktif dan terukur. Ia menolak pendekatan kerja yang hanya bersifat teoritis tanpa hasil nyata.
“Tidak ada lagi kerja tanpa output dan outcome yang jelas. Semua harus terukur,” tegasnya.
Dalam pengisian jabatan, Pemkot memilih pendekatan bertahap. Sejumlah posisi masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu evaluasi kinerja sebelum dilakukan pengisian definitif melalui mekanisme seleksi terbuka.
Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala setiap bulan. Pejabat yang tidak menunjukkan capaian optimal dalam waktu tiga bulan dipastikan akan diganti.
Mulai 7 April, seluruh jajaran diminta mengakselerasi berbagai program prioritas, seperti penguatan Kampung Pancasila, penataan pedestrian bebas parkir liar, penerapan parkir non-tunai, hingga peningkatan pengelolaan tempat pembuangan sampah (TPS). Semua program tersebut harus didukung oleh sistem data yang akurat dan terintegrasi.
Eri juga menegaskan peran camat dan lurah untuk bergerak cepat menyelesaikan persoalan masyarakat dengan target waktu maksimal satu minggu.
Adapun sejumlah pejabat eselon II yang mengalami rotasi di antaranya Eddy Christijanto sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Antiek Sugiharti sebagai Kepala Dinas Sosial, Nanik Sukristina sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dr. Billy Daniel Messakh sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Dedik Irianto sebagai Staf Ahli Wali Kota, Maria Theresia Ekawati Rahayu sebagai Kepala Bappeda, serta Irvan Wahyudrajad sebagai Kepala Disdukcapil.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kinerja birokrasi dan mempercepat realisasi program pembangunan di Kota Surabaya. (ian)



Tinggalkan Balasan