
Surabaya (Trigger.id) – Ancaman kekeringan mulai membayangi sektor pertanian Jawa Timur. Anggota Komisi B DPRD Jatim, Hadi Setiawan, melontarkan peringatan tegas agar pemerintah tidak bersikap pasif menghadapi situasi ini.
Menurutnya, perubahan pola musim yang semakin sulit diprediksi menjadi sinyal serius yang tak boleh diabaikan. Jika dulu petani bisa membaca musim, kini ketidakpastian justru meningkatkan risiko gagal panen.
“Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata, bukan sekadar imbauan,” tegasnya.
Ia menekankan, langkah antisipasi harus dilakukan sebelum krisis terjadi. Mulai dari bantuan langsung bagi petani hingga penguatan infrastruktur pertanian menjadi hal mendesak.
Di sisi lain, pemerintah daerah disebut telah menyiapkan anggaran untuk mendukung sektor ini. Namun, kunci utamanya ada pada kecepatan dan ketepatan realisasi di lapangan.
Pesan DPRD jelas: jangan tunggu bencana datang baru bergerak. Ketika alam tak lagi bisa diprediksi, kesiapsiagaan adalah satu-satunya pilihan. (ian)



Tinggalkan Balasan