
Surabaya (Trigger.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa data yang akurat, mutakhir, dan kredibel dari Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi fondasi utama pembangunan yang presisi sekaligus penentu lahirnya kebijakan pemerintah yang tepat sasaran. Menurutnya, hampir seluruh kebijakan strategis pemerintah bergantung pada kualitas data statistik yang disediakan BPS.
Khofifah menyampaikan bahwa peran BPS semakin penting di tengah kebutuhan pemerintah akan data yang selalu diperbarui. Ia mengapresiasi seluruh insan BPS yang dinilainya memiliki kontribusi besar dalam mendukung perencanaan pembangunan nasional maupun daerah melalui penyediaan data yang dapat dipercaya.
Ia juga mengungkapkan telah memanfaatkan data BPS sejak menjabat sebagai Anggota DPR RI pada 1992. Bahkan ketika teknologi digital belum berkembang, publikasi BPS menjadi rujukan utama dalam menyusun berbagai kebijakan. Karena itu, ia menilai data terbaru dari BPS merupakan kompas penting dalam menentukan arah pembangunan.
Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, kolaborasi antara BPS dan pemerintah daerah sangat penting mengingat Jawa Timur merupakan penyumbang ekonomi terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.
Amalia menambahkan, Indeks Kualitas Sensus (IKS) Jawa Timur telah mencapai 55,81 persen dan menempatkan provinsi tersebut di peringkat kesembilan nasional. Rakornas Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Surabaya juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan sensus, menyusun langkah mitigasi, serta memperkuat sinergi BPS pusat dan daerah guna menghasilkan peta ekonomi yang akurat bagi pembangunan nasional. (zam)



Tinggalkan Balasan