
2027 KU 10 dan KU 12 berfoto bersama di podium usai pertandingan final di Lapangan
Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur pada MInggu (1/11). Foto: panpel
Surabaya dan Bandung (Trigger.id) – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya dan Bandung Seri 1 musim 2026–2027 resmi berakhir pada Minggu (1/11/2026) dengan menghadirkan persaingan sengit di kategori usia 10 (KU 10) dan usia 12 (KU 12). Di Surabaya, SDN Manukan Kulon sukses mempertahankan gelar juara KU 10, sementara SDN Kalirungkut I/264 merebut trofi KU 12. Adapun Bandung melahirkan dua kampiun anyar, yakni SDN 075 Jatayu di KU 10 dan SDN 021 Ciporeat di KU 12. Turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini menjadi wadah pengembangan bakat sepak bola putri sejak usia dini.
Pada partai final KU 10 Surabaya, SDN Manukan Kulon kembali menunjukkan dominasinya saat menghadapi SDN Dr. Sutomo V/327. Gol cepat Keyvara Malayeka membawa Manukan Kulon unggul 2-0 sebelum Shezan Azarine Fahima memperkecil ketertinggalan. Memasuki babak kedua, kedua tim terus melancarkan serangan hingga akhirnya Annasya Eka Aprilia memastikan kemenangan Manukan Kulon dengan skor 3-1. Sementara itu, di KU 12, SDN Kalirungkut I/264 berhasil mengalahkan SDN Dr. Sutomo V/327 dengan skor 2-1 melalui gol yang tercipta pada babak kedua. Agnia Nurul Fadhila Rohman dan Almira Anindira Arisanti menjadi pencetak gol kemenangan, sedangkan Adiba Utomo Putri menyumbangkan satu gol bagi lawan.
Keberhasilan SDN Kalirungkut I/264 disambut penuh rasa syukur oleh pelatihnya, Rico Rochmad Kurniawan. Ia menilai kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras dan kedisiplinan para pemain selama menjalani latihan maupun pertandingan. Strategi mengandalkan kekuatan fisik dan tendangan langsung menjadi salah satu kunci keberhasilan timnya. Apresiasi juga datang dari Agnia Nurul Fadhila Rohman yang berhasil menyabet predikat top scorer KU 12 dengan koleksi 21 gol. Ia berharap dapat terus meningkatkan kemampuan agar suatu saat berkesempatan membela Timnas Putri Indonesia di level internasional.
Persaingan di Bandung juga menghadirkan kejutan dengan munculnya dua juara baru. SDN 075 Jatayu sukses menaklukkan SDN 065 Cihampelas dengan skor tipis 2-1 pada final KU 10 melalui dua gol Felisha Mikhayla Hernawan. Sementara di KU 12, SDN 021 Ciporeat mengamankan gelar juara setelah mengatasi perlawanan SD Pelita dengan skor 2-1. Gol kemenangan Ciporeat dicetak Kayla Anisa Salsabila dan Shafira Ramadhani, sedangkan SD Pelita hanya mampu membalas melalui Annisa Febriany. Hasil tersebut menandai keberhasilan sekolah pendatang baru dalam bersaing dengan tim-tim yang lebih berpengalaman.
Dari sisi partisipasi, MLSC Surabaya diikuti 1.598 atlet dari 88 SD dan MI, sedangkan Bandung melibatkan 1.517 atlet dari 78 sekolah. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap sepak bola putri di tingkat sekolah dasar. Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Satia Chandra Wiguna, menyebut antusiasme peserta dan peningkatan kualitas permainan menjadi sinyal positif bagi pembinaan sepak bola putri nasional. Ia juga menyoroti keberhasilan sekolah-sekolah baru di Bandung sebagai tantangan sekaligus peluang bagi tim pencari bakat untuk menemukan pemain potensial yang dapat dikembangkan melalui program MLSC All-Stars.
Selain kompetisi KU 10 dan KU 12, penyelenggaraan kali ini turut menghadirkan Festival SenengSoccer bagi anak perempuan usia 6–8 tahun. Kegiatan tersebut diikuti 86 peserta dari 20 sekolah di Surabaya dan 59 peserta dari 13 sekolah di Bandung, dengan berbagai aktivitas pengenalan teknik dasar sepak bola yang dikemas secara menyenangkan. Head Coach MLSC Extra Training Surabaya, Sai Dong, juga mengungkapkan bahwa enam pemain jebolan MLSC Surabaya mendapat kesempatan tampil di Singa Cup 2026. Melalui penyelenggaraan di 15 kota, MilkLife Soccer Challenge diharapkan terus memperluas kesempatan bagi pesepak bola putri muda untuk mengembangkan kemampuan dan membuka jalan menuju level nasional maupun internasional. (ian)



Tinggalkan Balasan