
Surabaya (Trigger.id) – Di balik gemerlap panggung dan sorotan kamera, Selena Gomez menyimpan perjalanan panjang yang tidak banyak terlihat: pergulatan memahami kesehatan mentalnya sendiri.
Penyanyi dan aktris yang dikenal sejak era Disney Channel itu kini semakin terbuka berbicara tentang diagnosis gangguan bipolar yang ia terima pada 2020. Namun, jalan menuju titik tersebut ternyata tidak sederhana.
Dalam sebuah perbincangan di podcast Friends Keep Secrets, Gomez mengungkap bahwa sebelumnya ia sempat mengalami salah diagnosis. Ia merasakan ada yang tidak beres, tetapi penjelasan yang ia terima kala itu belum tepat.
“Aku tahu ada yang salah, tapi sepertinya aku sempat didiagnosis keliru,” ungkapnya.
Perjalanan mencari jawaban itu membawanya bertemu banyak terapis, menjalani berbagai pendekatan, hingga akhirnya menemukan pemahaman yang lebih utuh tentang kondisi dirinya. Bagi Gomez, proses tersebut bukan hanya tentang label medis, tetapi tentang mengenali diri sendiri.
Ia juga menekankan bahwa mencari bantuan profesional bukanlah hal yang mudah. Kompleksitas emosi, stigma, hingga ketidakpastian seringkali membuat proses itu terasa berat.
Dukungan terdekat menjadi bagian penting dalam perjalanan ini. Suaminya, Benny Blanco, mengungkap bahwa ada momen ketika Gomez mengalami episode mania tanpa langsung menyadarinya. Dalam kondisi tersebut, pendekatan yang tepat menjadi sangat krusial.
Namun seiring waktu, Gomez belajar mengenali tanda-tanda tersebut lebih cepat. Ia kini mampu lebih sadar ketika episode itu mulai muncul—sebuah kemajuan yang tidak datang secara instan.
“Aku tidak malu. Justru aku bangga bisa lebih cepat mengenalinya,” katanya.
Lebih dari sekadar cerita pribadi, perjalanan Gomez menjadi pengingat bahwa kesehatan mental bukanlah sesuatu yang hitam-putih. Ia adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran, dukungan, dan keberanian untuk terus mencari bantuan.
Melalui keterbukaannya—termasuk lewat platform kesehatan mental yang ia dirikan, Wondermind—Gomez ingin menyampaikan satu pesan sederhana namun kuat: tidak apa-apa untuk merasa tidak baik-baik saja, selama kita tidak berhenti mencari jalan untuk pulih. (ian)



Tinggalkan Balasan